Polisi Israel menemukan opium di dalam sejumlah kaleng penyimpanan makanan yang dimasukkan dalam bagasi keluarga tersebut, demikian dilaporkan oleh Jerusalem Post. Menurut keterangan polisi Israel, penyitaan opium tersebut merupakan penyitaan terbesar yang pernah dilakukan sejak bertahun-tahun.
Keluarga tersebut terdiri dari seorng pria Yahudi Iran, istrinya, dan putra mereka yang masih remaja.
Opium yang disita adalah opium murni yang ditanam di Iran.
Polisi Israel sebelumnya telah melakukan penyelidikan dan memulai proses investigasi terhadap dugaan jaringan penyelundupan pada bulan Januari. Israel menyebut pross investigasi tersebut "Oznei Haman", atau telinga Haman.
Unit kepolisian sentral Lachish, bersama dengan satuan 747 anti narkotika, yang bermarkas di bandara Ben Gurion, membongkar keberadaan sejumlah kaleng penyimpanan makanan dari sebuah tas kopor milik keluarga tersebut, yang diperiksa karena dugaan menyembunyikan opium.
Jerusalem Post sebelumnya telah mengetahui rute penyelundupan narkotika ke Israel, namun Pengadilan Magistrat Ashkelon pada hari Kamis melarang surat kabar tersebut untuk mempublikasikan informasi tersebut kepada publik.
Ketika diinterogasi, pria tersebut mengatakan kepada polisi bahwa narkotika tersebut hanya miliknya seorang, tidak ada sangkut pautnya dengan istri dan putranya, kata Dudu Boani, kepala unit sentral Lachish, kepada Jerusalem Post.
"Ini bukan pertama kalinya mereka (keluarga Yahudi Iran) pergi ke Israel," tambah Boani.
Dalam komunitas Israel - Iran, memang ada aktivitas jual beli opium, kata Boani. Ia menyebut opium sebagai obat terlarang yang berbahaya dan adiktif. Opium merupakan bahan dasar yang dipergunakan untuk membuat heroin.
Ia menambahkan, tersangka telah menyusun rencana untuk menyelundupkan heroin ke Ashdod. Dari sana, opium trsebut didistribusikan dan dijual di Israel.
"Kami akan terus memerangi peradaran obat-obatan terlarang," janji Deputi Komandan Alon Lavavi, kepala polisi subdistrik Lachish.
"Kami akan menangkap para pengedar obat-obatan terlarang dan menghentikan operasi mereka di lokasi lain."
Kepala polisi distrik selatan, Komandan Yonachan Danino, mengatakan, "Dalam memerangi kejahatan, kami tidak mengenal perbatasan. Unit distrik selatan bekerja sama dengan kepolisian nasional dan distrik-distrik lainnya untuk menegakkan hukum."
Komunitas Yahudi Iran pernah mencapai jumlah 100.000. Sejarahnya berawal sejak 2.500 tahun lalu, pada masa kerajaan kuno Persia. Kaum Yahudi Iran seringkali disebut "anak-anak Esther", seperti nama ratu Yahudi Persia.
Kaum Yahudi banyak dikejar-kejar di Iran selama berabad-abad, namun kaum Yahudi bertambah semakin banyak dalam masa kekuasaan dinasti Pahlavi, yang pro-Barat, pada tahun 1920-an.
Sejak Israel berdiri pada tahun 1948, ada lebih dari 40.000 Yahudi Iran yang bermigrasi ke Israel, gelombang eksodus terbesar tiba setelah terjadi Revolusi Islam pada tahun 1979.
Siyamak Shirazi, 37, seorang Yahudi asal Iran yang pindah ke Israel pada tahun 1979 dan membuka toko, mengatakan bahwa dirinya berharap Iran tidak terlibat dalam aksi militer.
"Kami warga Israel, namun kami tetap orang Iran. Saya harap tidak ada serangan udara," katanya. "Saya lebih suka rezim penguasa disingkirkan oleh pasukan khusus AS atau Israel. Baru kemudian, mungkin, rakyat di sana akan mampu kembali bernafas."
AS dan sejumlah negara lain, termasuk Israel, menuding Iran berupaya mengembangkan bom nuklir. Iran bersikeras bahwa program nuklirnya bertujuan untuk menghasilkan tenaga listrik.
Washington tidak mengesampingkan kemungkinan opsi militer jika upaya-upaya diplomatik tidak menemui sasaran dan gagal membendung ambisi nuklir Iran. (dn/jt/jp/hz) www.suaramedia.com
- Pengkhianatan Fatah Berbuah Penangkapan Pejabat Hamas
- Gandeng Interpol, Iran Razia Organisasi Cyber Dukungan Bush
- Pemberontak Syiah Serahkan Gunung Merah Kepada Yaman
- Roket Dalam Pertempuran Sengit Irak Tewaskan Tentara AS
- Bukairat: Al Aqsa Adalah Keberingasan Kampanye Yahudisasi Israel
- Persaudaraan Muslim Yordania Turun Tangan Untuk Al Aqsa
- Abbas Tuding Iran Dalangi Kegagalan Rekonsiliasi Dengan Hamas
- Gunakan Anak-Anak Palestina Sebagai Tameng, Pasukan Israel Terancam
- Terusik Berita Palsu, Yaman Sita Perlengkapan Ilegal Al Jazeera - Al Arabiya
- Warna Iran Dibalik Kecurangan Pemilihan Umum Irak














