Dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita Palestinian Information Center (PIC), Bukairat mengatakan bahwa sinagog tersebut, yang menurut Israel akan dibuka pada pertengahan bulan Maret ini di dalam Masjid Al Aqsa, merupakan puncak dari pembangunan 61 terowongan di bawah situs suci Al Aqsa.
Sumber Palestina di Yerusalem mengatakan bahwa Otoritas Pendudukan Israel (IOA) mulai mendistribusikan undangan resmi untuk pembukaan sebuah sinagog di jantung Masjid Aqsa pada tanggal 16 Maret mendatang. Sumber itu menambahkan bahwa IOA sedang melakukan semua persiapan untuk hari itu.
Menurut sebuah nubuat yang diklaim oleh seorang rabi Yahudi di abad ke-18, sinagog ketiga akan dibangun pada tanggal 16 Maret 2010 di atas puing-puing Masjid Aqsa.
IOA memiliki niat kuat untuk menghancurkan Masjid Aqsa, namun kondisinya tidak mendukung saat ini.
Sumber tersebut menambahkan bahwa terdapat kesepakatan antara pemerintah dan pihak-pihak di Israel atas pembukaan sinagog ini dan kerjasama Palestina oleh otoritas Mahmoud Abbas untuk memfasilitasi upacara pembukaan dan mengusir gerakan Islam yang mempertahankan Masjid Aqsa.
Bukairat menekankan pentingnya perlindungan darurat terhadap Masjid al Aqsa dan melakukan perlawanan terhadap rezim zionis yang menarget Kota Suci.
Dalam sebuah berta terkait, ribuan warga Yordania berpartisipasi dalam unjuk rasa besar-besaran, yang diorganisir oleh Muslim Brotherhood (Ikhwanul Muslimin) Yordania, untuk mendukung Masjid Aqsa dan situs-situs suci lainnya.
Unjuk rasa itu digelar di perbatasan dengan Palestina di dekat makam sahabat Nabi Muhammad, Abu Obeida Amer Ben al-Jarrah.
Para peserta menyerukan pada negara-negara Arab dan Islam untuk bergerak cepat menyelamatkan Masjid Aqsa, memperingatkan bahwa kebisuan mendorong Israel untuk melaksanakan skemanya terhadap Masjid Aqsa dan memperluas pemukiman.
Dr. Hammam Said, pemimpin Muslim Brotherhood, menyerukan kepada kaum Muslim untuk mempertahankan Masjid Aqsa.
Ia menolak untuk kembali ke negosiasi dengan Israel karena negosiasi semacam itu hanya berfungsi menutupi kelanjutan Yahudisasi Yerusalem yang dilakukan Israel, dan menekankan bahwa bahasa kekerasan saja dapat memberikan hasil, mengembalikan hak-hak, dan melindungi tempat-tempat suci. Lihat Video (al/pic/sm) Berita www.suaramedia.com
- Kelompok Garis Keras Iran Serbu Kediaman "Agen Mossad"
- Pengkhianatan Fatah Berbuah Penangkapan Pejabat Hamas
- Gandeng Interpol, Iran Razia Organisasi Cyber Dukungan Bush
- Pemberontak Syiah Serahkan Gunung Merah Kepada Yaman
- Roket Dalam Pertempuran Sengit Irak Tewaskan Tentara AS
- Keluarga Yahudi Iran Selundupkan Belasan Kilo Opium Ke Israel
- Persaudaraan Muslim Yordania Turun Tangan Untuk Al Aqsa
- Abbas Tuding Iran Dalangi Kegagalan Rekonsiliasi Dengan Hamas
- Gunakan Anak-Anak Palestina Sebagai Tameng, Pasukan Israel Terancam
- Terusik Berita Palsu, Yaman Sita Perlengkapan Ilegal Al Jazeera - Al Arabiya














