Juru bicara pemberontak Houthi, Mohammed Abdul Salam mengatakan, "Sabtu siang ini, Gunung Merah dibebaskan kepada kami oleh para militan dan diserahkan kepada Komite Teknis yang mengawasi implementasi prosesnya."
Gunung tersebut menjadi saksi dari bentrokan berdarah dalam Perang Keenam yang terjadi antara pasukan Yaman dan Houthi bulan Agustus lalu dan berakhir dengan pengumuman gencatan senjata bulan lalu.
Konflik yang meletus di tahun 2004 itu menewaskan ribuan orang dan menelantarkan sekitar 250,000 penduduk.
Sebelumnya Abdul Salam telah menyatakan bahwa Houthi akan menarik diri dari beberapa lokasi untuk mengimplementasikan persyaratan gencatan senjata, termasuk kota Saada.
"Langkah ini menegaskan komitmen kami terhadap perdamaian, stabilitas, dan keamanan kawasan dan keinginan kami untuk tidak terlibat lagi dalam perang, sebuah indikasi bahwa kami tidak ingin bersembunyi," bunyi klaim tersebut.
Di bawah kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada tanggal 12 Januari lalu, para pemberontak harus mengaplikasikan enam persyaratan yang diajukan oleh Komite Keamanan Tinggi Yaman.
Persyaratan yang mengikat dalam kesepakatan gencatan senjata itu antara lain: mengembalikan keamanan di jalan-jalan, menyerahkan lokasi pegunungan yang dikuasai, tidak ikut campur dalam urusan pemerintah lokal, mengembalikan semua peralatan militer dan publik yang dirampas dalam penyanderaan, membebaskan tahanan sipil dan militer Yaman dan Arab Saudi, , serta mematuhi konstitusi dan tertib hukum.
Bentrokan antara kedua pihak sepanjang tahun 2009 dimulai pada bulan Juni. Sembilan warga negara asing diculik pada bulan itu saat sedang berpiknik di provinsi Saada. Mayat tiga dari mereka, seorang guru dari Korea Selatan dan dua perawat Jerman, ditemukan. Lima warga Jerman, termasuk tiga anak-anak, dan seorang warga Inggris masih hilang dan status mereka belum diketahui.
Belum jelas siapa yang berada di balik penculikan itu. Pernyataan awal dari pemerintah mengatakan bahwa kelompok wisatawan itu diculik oleh pemberontak Syiah Houthi. Namun, kantor berita Yaman kemudian melaporkan bahwa Houthi menuduh kartel narkoba yang menculik mereka dan membunuh tiga di antaranya. Selain itu, seorang juru bicara pemberontak menuduh suku-suku lokal yang berada di balik penculikan dan pembunuhan tersebut.
Sebuah komite pemerintah mengkritik para pemberontak Syiah Houthi karena tidak mematuhi kesepakatan yang mengakhiri permusuhan pada bulan Juli 2008. Selama bulan Juli dan awal Agustus 2009, pejabat setempat mengatakan bahwa pejuang Houthi telah mengambil alih provinsi Saada dari pasukan pemerintah. Mereka merampas sebuah pos tentara penting di dekat ibukota Saada di sebuah jalan tol strategis yang menghubungkan ibukota Sana dengan Arab Saudi setelah pertempuran sengit selama 12 jam.
Pasukan Yaman meluncurkan serangan dengan kode Operation Scorched Earth (operasi bumi hangus) terhadap markas-markas pemberontak Houthi di utara Yaman pada bulan Agustus 2009. (rin/im/wp) Berita www.suaramedia.com
- Oren: Hubungan AS – Israel Pada Titik Terburuk Selama 35 Tahun
- Merasa Strategi Berhasil, Yaman Kembali Serbu Al Qaeda
- Kelompok Garis Keras Iran Serbu Kediaman "Agen Mossad"
- Pengkhianatan Fatah Berbuah Penangkapan Pejabat Hamas
- Gandeng Interpol, Iran Razia Organisasi Cyber Dukungan Bush
- Roket Dalam Pertempuran Sengit Irak Tewaskan Tentara AS
- Bukairat: Al Aqsa Adalah Keberingasan Kampanye Yahudisasi Israel
- Keluarga Yahudi Iran Selundupkan Belasan Kilo Opium Ke Israel
- Persaudaraan Muslim Yordania Turun Tangan Untuk Al Aqsa
- Abbas Tuding Iran Dalangi Kegagalan Rekonsiliasi Dengan Hamas














