Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Bebaskan Tahanan, Israel - Libya Jalin Kesepakatan Rahasia

E-mail Cetak PDF

TEL AVIV (Berita SuaraMedia) – Melalui serangkaian negosiasi kompleks dan rahasia, akhirnya Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman dan otoritas Libya mencapai kesepakatan yang dramatis pada hari Minggu waktu setempat (10/07), yakni pembebasan seorang warga Israel yang "menghilang" sejak bulan Maret lalu dari penjara Libya.

Rafael (Rafram) Haddad, yang sebelumnya aktif dalam upaya pelestarian sejarah Yahudi Libya, tiba di Vienna pada hari Minggu malam setelah selama lima bulan mendekam di balik jeruji besi.

Situs berita Israel Jerusalem Post mengatakan bahwa Haddad bertmu dengan Lieberman di Vienna, versi surat kabar dari situs tersebut menerbitkan foto kedua pria itu.

Haddad yang memiliki dua paspor, Israel dan Tunisia, dijadwalkan tiba di Israel pada hari Senin waktu setempat (11/07).

Segalanya berawal bulan Maret lalu, saat Haddad tiba di Libya untuk memotret bangunan-bangunan yang dulu dihuni komunitas Yahudi. Saat memotret salah satunya, ia ditangkap aparat keamanan Libya dan kemudian diserahkan kepada badan intelijen setempat karena dicurigai sebagai mata-mata.

Peristiwa itu dirahasiakan sejak bulan Maret.

Menurut keterangan seorang pejabat senior pemerintahan, saat ditangkap, Haddad berhasil menelepon kerabatnya di Tunisia, yang menjadi tempat tinggalnya selama bertahun-tahun setelah pindah dari Israel. Kerabat Haddad kemudian mengontak Kementerian Luar Negeri Israel yang lalu menghubungi Libya melalui jalur-jalur rahasia.

Israel kemudian mendekati sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Perancis, dan Italia untuk menjadi penengah dalam negosiasi dengan Libya. Israel meminta mereka menekankan bahwa Haddad bukan mata-mata, hanya seorang warga sipil.

Badan intelijen Italia memainkan peranan penting dalam upaya awal pembebasan Haddad setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan pendekatan terhadap PM Italia Silvio Berlusconi. Sejumlah kelompok Yahudi AS juga diyakini turut terlibat dalam negosiasi tersebut.

Namun, upaya yang dilakukan melalui jalur resmi mengalami kegagalan. Akhirnya, dua bulan lalu Menlu Avigdor Lieberman memutuskan menggunakan kontak-kontak pribadi yang dekat dengan pemerintahan Libya untuk mengupayakan kesepakatan.

Lieberman kemudian mendekati sejumlah koleganya di negara-negara Eropa Tengah dan Eropa Timur, termasuk pengusaha Austria, Martin Schlaff, kawan dari Saif al-Islam Gadhafi, putra sang pemimpin Libya.

Schlaff kemudian kembali dan memberitahukan penawaran kesepakatan dari Libya. Israel kemudian memperbolehkan kapal bantuan Libya masuk ke Gaza, ditukarkan dengan pembebasan Haddad.

Kepada kantor berita Associated Press, sejumlah sumber Israel mengatakan bahwa sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Israel memperbolehkan lewatnya sebuah kapal yang membawa bahan bangunan menuju Gaza setelah kapal tersebut sempat dialihkan ke Mesir.

Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman yang saat itu menunggu Haddad di Vienna mengatakan kepada para wartawan, "Pembebasan tahanan adalah mitzvah (firman/hal baik) yang terbaik."

Selain Italia, yang memiliki hubungan baik dengan Libya, Perancis, dan AS, kantor kepresidenan Tunisia dan Kementerian Luar Negeri Libya terlibat dalam negosiasi tersebut.

Lieberman mengunjungi Moldova sejak hari Kamis lalu. Ia mendapat pemberitahuan dari Schlaff dan kemudian menuggu kedatangan Haddad di Vienna.

Otoritas Austria setuju dan memperbolehkan Haddad mendarat di negara tersebut meski dokumen pribadinya dicabut oleh Libya. (dn/hz/sh/yn) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon