Dalam pidato yang disampaikan selama berkumpul untuk berbuka puasa di Nabateye, Qaouk menunjukkan bahwa bukti-bukti ini terlalu kuat untuk diabaikan atau terabaikan. Oleh karena itu, bukti-bukti itu memberi kemungkinan besar untuk mengarahkan ulang jalur penyelidikan itu.
Selanjutnya, Qaouk menganggap bahwa penelantaran apapun dari bukti yang ada akan disebut sebagai dukungan kepada proyek hasutan oleh Israel.
Sebagai kesimpulan, pejabat Hizbullah di Libanon Selatan itu mengatakan bahwa mereka yang bersikeras untuk tidak memasukkan asumsi Israel sebagai pelaku mengungkapkan siapa diri mereka yang sebenarnya dan memperdalam isolasi mereka karena setelah melihat bukti-bukti ini, Israel adalah tersangka yang pertama dan terakhir.
"Namun, jika ingin mengabaikan bukti-bukti tersebut, ini berarti bahwa seseorang mempersiapkan sebuah hasutan proyek Israel," ia menambahkan, meyakinkan bahwa satu-satunya cara untuk menghindari proyek ini adalah untuk memanggil pejabat Israel yang mengoperasikan jaringan spionase
dan menguasai OEX atas langit Beirut, dan saksi palsu sekaligus dengan operator mereka.
Bukti-bukti tersebut disajikan oleh Hassan Nasrallah, pada sebuah konferensi pers pada hari Rabu (25/08). Bukti-bukti tersebut termasuk rekaman yang katanya diambil dari Israel Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang memantau Hariri sebelum pembunuhan.
Dia juga mengatakan bahwa mata-mata Israel hadir di TKP satu hari sebelum pembunuhan yang terjadi pada 14 Februari 2005.
Jaringan Televisi Al-Manar Libanon menayangkan pidato yang disertai pengungkapan bukti yang merupakan rekaman yang menunjukkan rumah Hariri sebelum sebuah bom mobil besar-besaran menewaskan dirinya dan merenggut nyawa 22 orang lainnya.
Jaringan itu menunjukkan video, diambil oleh drone yang memantau rute yang biasa digunakan Hariri setiap harinya.
Menteri Pertahanan Libanon laporan menunjukkan pesawat tempur dan pesawat pengintai Israel terbang di atas wilayah di mana Hariri dibunuh pada saat kejadian, kata Nasrallah.
Al-Manar juga menyiarkan rekaman film yang menunjukkan agen spionase Israel mengakui peran mereka dalam pembunuhan itu.
Salah satu operatif Israel, Ahmad Hussein Nasrallah "Memberi informasi palsu kepada mantan Perdana Menteri Rafik Hariri melalui seseorang yang bekerja dengan Hariri di bidang keamanan," ungkap narator Al-Manar, dan menambahkan, "Dia mengatakan bahwa Hizbullah ingin membunuh Rafik Hariri."
Setelah itu Al-Manar menunjukkan bahwa agen tersebut mengakui tipu muslihatnya.
Syiria dituduh berada di balik komplotan yang membunuh Hariri. Hal ini telah merusak hubungan rapuh antara Damaskus dan Beirut dan akhirnya mengakibatkan penarikan pasukan Syiria dari Libanon.
Pemimpin Hizbullah mengatakan Nasrallah Ahmed telah berusaha menakut-nakuti mendiang Perdana Menteri Libanon dengan tuduhan tersebut sebagai bagian dari rencana yang lebih besar untuk mengusir Syiria keluar dari Libanon.
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pembunuhan itu dimaksudkan untuk memicu perang sektarian dan agama di Libanon, menambahkan bahwa jika pengadilan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyelidiki kasus ini gagal untuk mempertimbangkan bukti baru, hal itu akan menunjukkan bahwa penyelidikan tersebut telah dipolitisir.
Pengadilan khusus untuk kasus tersbut diadakan oleh PBB pada tanggal 1 Maret 2009, untuk mengadili para tersangka yang merencanakan, memfasilitasi dan melaksanakan pembunuhan Hariri di Beirut.
Namun anggota parlemen dari blok Change and Reform Salhab Salim mengatakan kepada televisi lokal bahwa informasi yang diungkapkan Nasrallah akan memiliki dampak politik dan hukum dalam waktu dekat.
Sementara itu, Anggota parlemen dari blok Development and Liberation Hani Qobeissy mengatakan kepada stasiun radio Voice of Libanon (VOL) bahwa berdasarkan informasi yang diungkapkan oleh Nasrallah, Israel mungkin bertanggung jawab atas pembunuhan yang terjadi di Libanon sejak tahun 2005.
"Informasi Nasrallah harus dipertimbangkan dalam rangka untuk menyelidiki apakah Israel terlibat dalam pembunuhan (berikutnya)," kata Qobeissy.
Libanon harus menghindari rencana Israel yang menyebabkan penghasutan di negeri ini, ia menambahkan.
Sementara itu, juru bicara dari STL Fatima Issawi sedang mempersiapkan respon terhadap presentasi yang dibuat Nasrallah. (iw/abn/xn/hd) www.suaramedia.com














