Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Terpilihnya "Tukang Jagal Gaza" Hebohkan Media Arab

E-mail Cetak PDF

TEL AVIV (Berita SuaraMedia) - Media outlet di dunia Arab melaporkan secara ekstensif pada hari Senin waktu setempat (23/8) mengenai pengangkatan Yoav Galant sebagai kepala staf pasukan Israel.

Beberapa situs menyebut kepala militer baru itu sebagai "penebang pohon", mengacu pada tugas Galant di Alaska pada tahun 1982.

Sebuah harian berbahasa Arab yang berbasis di London melaporkan Menteri Pertahanan Ehud Barak telah menunjuk "tukang jagal Gaza", tersebut, sebuah laporan yang sama juga dimuat di situs jaringan TV Al-Manar, yang melabeli Galant sebagai seorang "penjahat perang."

Pers Syiria berfokus pada peran Galant sebagai komandan Operasi Cast Lead, serangan ofensif Israel di Gaza yang menyebabkan13 tentara Israel dan lebih dari 1.300 warga Palestina tewas dalam tiga minggu.

Sementara itu media Israel berfokus pada hubungan bermasalah Galant dengan Gabi Ashkenazi, yang akan digantikannya. Harian Haaretz Israel mengutip sumber-sumber yang dekat dengan Galant yang mengaku bahwa Ashkenazi mencegah ia "menerima pujian yang tepat" untuk perannya dalam perang.

Situs berita Israel Ynet memuat editorial yang berjudul "Orang yang tepat untuk pekerjaan itu," yang memuji "ketelitian operasional" Galant.

Karakteristik  Mayor Jenderal Yoav Galant yang paling menonjol sebagai seorang militer adalah kecenderungannya untuk memilih serangan kekerasan atas pendekatan tempur lainnya, situs elektronik Ynet Israel memberitakan.

Menurut Ynet, "Jika Operasi Cast Lead dilakukan terserah dia, maka itu akan dilakukan setahun hingga satu setengah tahun lebih awal. Dia tidak akan menunggu sampai Desember 2009."

Galant juga berusaha meyakinkan Menteri Pertahanan Israel Barak, Kepala Staf Ashkenazi, dan rekan-rekannya di Markas Staf Umum untuk melaksanakan suatu rencana operasional yang jauh lebih luas dan lebih ambisius daripada yang dilakukan dalam Operasi Cast Lead. Rencananya sendiri adalah itu seharusnya tidak hanya mengakhiri berondongan roket yang diarahkan pada wilayah selatan yang diduduki, tetapi juga untuk mengakhiri pemerintahan Hamas di Gaza.

Namun proposal Galant itu ditolak, antara lain oleh menteri pertahanan Israel, dan rencana yang digunakan dalam operasi itu relatif "tipis" dan terbatas cakupannya.

Barak memilih Galant justru karena pendekatan ofensifnya tersebut. Kputusan menteri pertahanan Israel untuk merekomendasikan bahwa pemerintah menunjuk jenderal yang pendiam dan introvert sebagai kepala staf ke-20 dalam sejarah militer Israel menyampaikan pesan yang jelas dan tajam: "Negara Israel tidak berniat untuk tetap diam dan menunggu diserang oleh roket, rudal, dan senjata yang mungkin tidak konvensional. "

Jika salah satu ancaman strategis diwujudkan, atau hampir terwujud, maka tentara Israel akan dibentuk sebagai kesatuan yang ofensif, tegas dan dengan kekuatan penuh untuk mencegah atau meminimalkan ancaman itu. Pesan ini tidak hanya ditujukan untuk tentara Israel dan warga Israel, tetapi juga bagi negara-negara seperti Syiria dan Iran, untuk Hizbullah, dan untuk Amerika Serikat dan negara-negara Eropa juga.

Sebelum penunjukan Galant, sebuah sengketa telah meletus tentang siapa yang akan menggantikan kepala staf Israel Gabi Ashkenazi ketika ia mundur tahun depan di tengah klaim bahwa dokumen yang bertujuan untuk meningkatkan kesempatan salah satu calon penggantinya sebenarnya palsu.

"Perang jenderal" tersebut menjadi headline di banyak media Israel pada hari Minggu waktu setempat (8/8) dengan  banyak harian yang menuntut penyelidikan cepat dan menyeluruh untuk menentukan apakah dokumen tersebut itu asli.

Dokumen, yang diterbitkan oleh stasiun televisi swasta Channel 2 itu termasuk sebuah rekomendasi yang diduga dipasok oleh perusahaan hubungan masyarakat atas permintaan Jenderal Yoav Galant, komandan tentara untuk Israel selatan.

Rekomendasi itu tampaknya dirancang untuk meningkatkan peluang Galant untuk ditunjuk  menduduki jabatan itu dan untuk melemahkan kedua saingannya dan Ashkenazi sendiri, yang dipercayai untuk menentang pengangkatan Galant.

Namun, Eyal Arad, direktur agen PR dan mantan penasihat mantan perdana menteri Ariel Sharon,  menyangkal sebagai penulis dokumen atau bahwa perusahaannya telah terlibat dengan cara apapun dalam pencalonan kepala tentara baru. (iw/mn/alm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon