Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

ElBaradei Tuduh Rezim Mesir Dalangi Penyebaran Foto Putrinya

E-mail Cetak PDF

KAIRO (Berita SuaraMedia) - Mohamed ElBaradei, mantan kepala nuklir PBB yang sekarang menjadi pembaharu Mesir, menuduh pemerintah menerbitkan foto putrinya dalam baju renang dan pada sebuah acara di mana ada alkohol yang disajikan, sebuah surat kabar melaporkan.

Tetapi Partai Demokrasi Nasional yang berkuasa dengan keras mengutuk publikasi gambar-gambar tersebut di sebuah kelompok Facebook.

Pemenang Nobel itu, yang kembali ke Mesir awal tahun ini untuk mendorong reformasi, mengatakan kepada harian independen Al -Dustor bahwa gambar-gambar, yang juga ditampilkan oleh beberapa surat kabar Mesir, adalah "respon biasa" pemerintah.

Mereka menunjukkan gambar-gambar putrinya Laila, seorang pengacara investasi yang memiliki praktek di London, dalam baju renang dan gambar di pernikahannya, di mana alkohol disajikan.

"Kampanye seperti itu adalah respon yang biasa dan satu-satunya cara yang dilakukan oleh rezim (Mesir) terhadap siapa pun yang menuntut demokrasi, yang merupakan satu-satunya cara untuk kebebasan dan reformasi ekonomi dan keadilan sosial," kata ElBaradei kepada harian tersebut.

Seorang juru bicara NDP mengatakan penerbitan gambar-gambar itu "tidak terhormat".

"Kami di Partai Demokrat Nasional tidak setuju dengan ini. Sengketa politik tidak boleh berubah menjadi serangan pribadi. Hal ini adalah sesuatu yang tidak terhormat," kata Ali Eldin Helal.

"Ini bukan bagian dari budaya Mesir. Budaya kami adalah budaya yang menghormati privasi keluarga."

Gambar-gambar yang berisi sindiran minuman beralkohol yang dilarang oleh Islam dan perkawinan Laila dengan seorang bankir di London dengan nama non-Muslim bisa mengerutkan kening orang-orang di Mesir yang konservatif, di mana sebagian besar wanita Muslim berpakaian sopan dan tidak bisa menikah laki-laki non-Muslim.

Foto-foto di  Facebook itu adalah serangan pribadi yang tidak biasa pada dirinya dan keluarganya.

Lebih dari 30 foto diposting di bawah judul: "Rahasia Keluarga ElBaradei." Beberapa menunjukkan putrinya dalam pakaian renang di pantai dan duduk di depan apa yang tampaknya seperti sebuah botol alkohol.

Kelompok dalam situs Facebook itu juga mengatakan putrinya menikah dengan seorang Kristen dan menampilkan gambar dari apa yang diklaim sebagai profilnya yang sesungguhnya dari situs jejaring sosial tersebut yang mana status agamanya ditulis sebagai agnostik.

Situs Facebook juga menuduh ElBaradei sendiri sebagai seorang atheis dan berusaha untuk menipu orang Mesir dengan foto-foto tur di Masjid dan ketika sedang sholat.

Terkait dengan itu, seorang pejabat senior Ikhwanul Muslim berkomentar gerakan oposisi Islam yang berpengaruh itu tidak tertarik pada kehidupan pribadi ElBaradei itu.

"Kami tidak mendukung kehidupan pribadi siapapun pada khususnya. Kami setuju pada tuntutan reformasi dan merupakan bagian dari koalisi yang terdiri dari orang-orang dari berbagai aliran, termasuk liberal," kata anggota politbiro Ikhwanul, Essam Erian.

"Tentu saja mereka akan memiliki agenda dan kehidupan mereka sendiri," katanya. "Prioritas kami adalah reformasi."

ElBaradei tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar.

Mantan kepala Badan Tenaga Atom Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa menggembleng para oposisi negara itu setelah ia kembali pada bulan Februari. Kampanyenya mengatakan ia telah mengumpulkan puluhan ribu tanda tangan untuk petisi reformasi.

Dihormati secara internasional dan tak tersentuh oleh korupsi yang telah mengotori banyak rezim Mesir, ElBaradei menyatukan sebuah koalisi aktivis muda dan kelompok oposisi untuk mendorong perubahan.

Pada hari Rabu (01/09), ia meminta Mesir untuk memboikot pemilu parlemen tahun ini. Dalam postingannya di Twitter, ia mengatakan boikot "total pemilu dan menandatangani petisi adalah langkah pertama untuk membuka kedok demokrasi yang memalukan ini."

Dia awalnya menerima sambutan keras dan bermusuhan dari pers pemerintah, dengan sebuah surat kabar terkemuka menuduh dia memiliki kewarganegaraan Swedia dan mendapat dukungan asing.

ElBaradei, 68, tidak berupaya untuk mengikuti pemilihan presiden tahun depan kecuali konstitusi, yang menempatkan pembatasan pada calon independen, direformasi.

Presiden Hosni Mubarak, 82, belum mengatakan apakah ia akan mengikuti pemilu lagi, tetapi secara luas diyakini mempersiapkan anaknya, Gamal, untuk suksesi.

Mubarak telah memerintah sejak tahun 1981, dan diizinkan untuk melakukan reformasi politik terbatas selama dekade terakhir. Dia memenangkan pemilihan presiden multi- kandidat pertama negara itu pada tahun 2005 dengan mulus. (iw/td/gn) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon