"Memperluas ruang lingkup kerjasama antara Iran dan Qatar, dengan pejabat dari kedua negara tetap waspada, dapat menetapkan keamanan yang bertahan lama di wilayah tersebut dan mengurangi ancaman dari luar," kata Mahmoud Ahmadinejad dalam pertemuan dengan para pejabat senior di Doha pada hari Minggu.
Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani menyambut seruan tersebut, menekankan bahwa hubungan bilateral lebih menguntungkan bagi kedua negara, website presiden Iran melaporkan.
Ahmadinejad menambahkan tindakan militer terhadap Republik Islam akan mengakibatkan runtuhnya hegemoni AS di seluruh dunia.
Dia menekankan bahwa setiap tindakan militer terhadap Iran juga akan menyebabkan penghapusan Israel dari "geo-politik" dunia. Ia juga menyatakan, setiap serangan terhadap Iran akan mengakibatkan penghancuran Israel.
"Amerika dan entitas Zionis tidak akan mampu memukul Iran sekarang. Ini adalah sebuah harapan ... Setiap serangan Israel terhadap Iran berarti penghapusan entitas Zionis dari peta dunia," katanya dalam konferensi pers di Doha. Dia berbicara dalam bahasa Persia melalui seorang juru bahasa Arab.
Ahmadinejad, selama berbicara di Qatar sering menyebut untuk runtuhnya negara Yahudi tersebut. Iran tidak mengakui Israel, yang disebutnya sebagai rezim Zionis.
Israel, diyakini menjadi satu-satunya negara bersenjata nuklir di Timur Tengah, menganggap program nuklir Iran sebagai ancaman terhadap keberadaannya dan tidak mengesampingkan tindakan militer untuk mencegah Iran mengembangkan bom atom.
Presiden kemudian terus menenkankan bahwa kekuatan tertentu sedang ingin memulai perang baru di Timur Tengah, tetapi militer Iran secara efektif menangkis efek serangan apapun.
Kedua pejabat setuju bahwa keamanan kawasan Teluk Persia akan dipertahankan melalui kerjasama sepenuhnya dalam bidang ekonomi, budaya, dan pertahanan.
Sebelumnya pada bulan Februari, Iran dan Qatar telah menandatangani kesepakatan pertahanan selama kunjungan Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi ke Doha.
Sementara itu, Deputi Menteri Keamanan Dalam Negeri Ali Abdollahi, yang akan mendampingi presiden dalam perjalanan itu, mengatakan kepada IRNA bahwa kedua belah pihak telah menyetujui pelaksanaan Nota Pemahaman (MOU) terbaru pada keamanan regional.
Abdollahi membuat komentar tersebut dalam pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Qatar Sheikh Nasser bin Abdullah bin Khalifa Al Thani pada hari Minggu.
MOU itu membahas kerjasama dalam memfasilitasi prosedur visa untuk pelaku bisnis Iran dan mengambil langkah-langkah tegas untuk memerangi perdagangan narkotika di perbatasan.
Sebelumnya, Duta Besar Iran untuk Qatar, Abdullah Sohrabi dan Menteri Lingkungan Hidup Qatar, Abdullah bin Mubarak bin al-Midhadi Aaboud membahas cara-cara untuk meningkatkan kerjasama yang saling menguntungkan pada lingkungan.
Selama pertemuan yang diadakan di Doha pada hari Selasa, kedua pejabat membahas kemungkinan kerjasama, dan menekankan perlunya perluasan kerjasama kedua negara di wilayah lingkungan.
Sohrabi menunjuk ke arah hubungan bilateral yang baik di bidang politik dan kunjungan timbal-balik oleh pejabat kedua negara, khususnya oleh menteri lingkungan Qatar dan kepala Departemen Lingkungan Iran, serta sebuah protokol yang ditandatangani oleh kedua belah pihak pada kerjasama lingkungan, dan menekankan bahwa kunjungan ini menunjukkan hubungan bilateral Iran-Qatar yang mendalam dan pejabat kedua negara bertekad untuk memperluas hubungan antara kedua negara.
Para diplomat Iran juga mengatakan bahwa keragaman lingkungan Iran dan kedekatannya adalah dua faktor utama menarik wisatawan, khususnya dari negara-negara regional, ke Iran. (iw/pv/fn) www.suaramedia.com














