Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Pasca-Mundur, Tentara AS Dihajar Gelombang Serangan

E-mail Cetak PDF

BAGHDAD (Berita SuaraMedia) - Tentara AS telah terlibat dalam tembak menembak di ibukota Baghdad beberapa hari setelah Washington secara resmi mengumumkan akhir dari operasi tempur di negara itu.

Pasukan AS menembak dua orang yang disangka sebagai militan yang diyakini telah memasuki komplek militer Irak di pusat ibukota.

Serangan itu terjadi di pagi hari di markas komando militer Rusafa, yang baru saja tiga minggu yang lalu ditabrak oleh bom bunuh diri yang menewaskan puluhan  pemuda yang mempersiapkan diri untuk mendaftar sebagai tentara.

Kisah tentang kejadian itu bervariasi antara saksi dan pasukan keamanan AS dan Irak, tetapi perintah keamanan ibukota mengatakan lima pembom telah mendekati kompleks itu dengan sebuah minibus.

Salah satunya ditembaki ketika ia keluar dari kendaraan dan meledakan rompi bunuh dirinya, komando operasi Baghdad mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Dua orang lain meninggalkan minibus dan melarikan diri ke gedung di dekatnya, sedangkan dua sisanya mengemudikan kendaraan ke arah tentara, menyalakan muatan mereka sebelum mereka bisa dihentikan.

Letnan Kolonel Eric Bloom mengatakan pasukan keamanan AS memberikan "tembakan peringatan" terhadap sebuah bangunan di mana dua militan itu bersembunyi.

"Mereka memberikan tembakan peringatan sementara tentara Irak mempersiapkan posisi untuk masuk (ke dalam bangunan) Ada beberapa tembakan balasan, para pemberontak menembak ke dalam kompleks," AFP mengutip perkataan Bloom.

"Itu berlangsung selama beberapa menit saja, semua itu berakhir sangat cepat."

Bloom menambahkan bahwa para pemberontak meledakkan rompi bunuh diri mereka sebelum prajurit tentara Irak sempat menangkap mereka.

Bloom tidak bisa mengatakan berapa banyak tentara Amerika yang terlibat dalam penembakan itu, tetapi mengatakan tidak ada yang terluka. Dia menambahkan bahwa militer AS telah memberikan dukungan penjinakan bom serta pengawasan dengan drone dan helikopter Apache.

Menurut ketentuan perjanjian keamanan bilateral, tentara Amerika diizinkan membalas tembakan untuk pertahanan diri, dan ambil bagian dalam operasi jika diminta oleh mitra Irak mereka.

Lebih dari selusin orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan itu.

Tentara menolak untuk mengizinkan orang-orang melewati lokasi serangan, melaporkan adanya aliran tembakan tunggal yang terus-menerus di daerah tersebut, yang mereka gambarkan sebagai tembakan oleh penembak jitu.

Markas militer Rusafa, bertanggung jawab atas keamanan di sisi timur Baghdad, telah digunakan sebagai pusat rekrutmen tentara pada tanggal 17 Agustus ketika seorang pembom bunuh diri meledakkan muatannya, menewaskan 59 orang.

Ledakan pada hari Minggu merupakan yang terbesar yang terjadi di Baghdad sejak serangan pada pusat rekrutmen dan terjadi empat hari setelah pasukan Amerika secara resmi mengubah peran mereka di Irak dari yang awalnya adalah misi tempur menjadi operasi "menyarankan dan membantu".

Washington mengatakan ribuan pasukannya akan tetap ditempatkan di Irak sampai sebelum akhir tahun depan untuk tujuan pelatihan dan konsultasi.

Sementara hampir 50.000 tentara AS tetap ditempatkan di Irak, Wakil Presiden AS, Joe Biden meluncurkan misi baru saat mengunjungi Baghdad pekan lalu, membuka fase baru dalam tujuh tahun penyebaran yang telah memakan korban jiwa lebih dari 4.400 pasukan Amerika.

Dia mengatakan dalam sebuah pidato pada pekan lalu bahwa kekerasan di Irak sekarang di tingkat terendah sejak perang, tapi di hari yang sama statistik resmi mengatakan 426 orang tewas dalam kerusuhan bulan lalu, menggarisbawahi kemampuan pemberontak dalam melakukan serangan.

Analis memiliki keraguan serius terhadap klaim penarikan tersebut, dengan alasan bahwa kehadiran militer AS di Irak akan berguna bagi kepentingan Washington, mengingat investasi skala besar mereka yang ada di sana. (iw/pv/afp) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon