Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Dobrak Udara, Taktik Baru Kirimkan Bantuan Gaza

E-mail Cetak PDF

BETHLEHEM (Berita SuaraMedia) - Setelah serangan berdarah Israel pada konvoi yang sedang berlayar menuju ke Gaza, sebuah badan yang berbasis di AS memperkenalkan rencana untuk mengirimkan pesawat yang sarat bantuan ke wilayah pantai tersebut.

Gerakan Bebaskan Palestina telah merencanakan untuk mengirimkan pesawat ringan ke Jalur Gaza pada musim semi tahun berikutnya, kantor berita Palestina, Ma'an News, melaporkan.

"Kami berniat untuk mengirim pesawat terbang ke Gaza dengan cara yang sama sebagaimana jika menggunakan kapal, yaitu tanpa melalui wilayah udara Israel atau Mesir," kata Paul Larudee dari gerakan yang bermarkas di California dan memiliki kelompok kerja baik di dalam dan di luar Amerika Serikat .

Pihak berwenang di Gaza mendukung inisiatif tersebut dan sedang bekerja untuk menemukan situs yang dapat digunakan sebagai landasan, Larudee berkata. Bandara internasional Gaza Yasser Arafat yang sekarang tidak berfungsi tidak diperhitungkan, katanya kepada Ma'an News.

Sementara itu, pejabat Gerakan Bebaskan Palestina akan mencari pesawat yang dirancang untuk melakukan pendaratan dan lepas landas kasar seperti yang digunakan di Alaska dan wilayah lokal lainnya yang kurang fasilitas penerbangan yang tepat, Larudee berkata. Rencananya adalah mengirimkan pesawat ringan yang dilengkapi dengan bahan-bahan bantuan sekitar musim semi tahun 2011, setelah perjalanan laut berikutnya.

"Mematahkan blokade melalui udara mungkin lebih layak daripada laut. Sebuah pesawat udara tidak bisa dinaiki sementara sedang dalam penerbangan, dan pesawat yang tepat dapat mendarat hampir di mana saja di Gaza," kata sebuah pernyataan di situs kelompok tersebut.

Pada bulan Mei, organisasi pro-Palestina IHH mengirimkan armada kapal yang berlayar ke Gaza dengan membawa perbekalan. Angkatan Laut Israel mencegat kapal-kapal tersebut, hingga menimbulkan bentrokan di atas salah satu kapal yang mengakibatkan kematian sembilan aktivis Turki.

Gerakan Bebaskan Palestina yang mensponsori penerbangan itu telah dikaitkan dengan IHH, Channel 2 melaporkan Minggu, menambahkan bahwa penyelenggara penerbangan telah menghabiskan setahun untuk menggalang dana yang diperlukan untuk menyewa pesawat, yang dapat mendarat di tempat-tempat di mana tidak terdapat bandara.

Inisiatif saat ini untuk mengirim sebuah pesawat ke Gaza menimbulkan tantangan keamanan unik karena akan sulit bagi pasukan Israel untuk mencegat pesawat tanpa menimbulkan korban. Namun, tekanan diplomatik masih bisa menggagalkan misi tersebut.

Blokade Israel diberlakukan pada pertengahan Juni 2007 ketika Hamas berkuasa, setelah memenangkan pemilu demokratis tahun sebelumnya.

Mengklaim bahwa mereka sedang menindak gerakan perlawanan Palestina, Tel Aviv mengabaikan legitimasi Hamas untuk memerintah Gaza dan menemukan kesempatan untuk memaksakan penderitaan lebih lanjut kepada 1.5-juta penduduk di pesisir pantai  Palestina itu.

Serangan pada tanggal 31 Mei ketika pasukan Israel menyerbu Freedom Flotilla, menarik kritik dan kutukan dari dunia internasional terhadap Israel dan berlanjut dalam seruan global untuk penyelidikan internasional atas insiden ini.

Blokade militer yang berlangsung lama terhadap Gaza diberlakukan oleh Mesir dan Israel. Israel mengatakan pengepungan itu mencegah senjata memasuki daerah kantong tersebut, tetapi warga Palestina, serta PBB dan kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa blockade itu meningkat menjadi sebuah hukuman kolektif terhadap penduduk sipil di samping Hamas. (iw/pv/hz/mn) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon