Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Abbas Ancam Mundur Jika Israel Teruskan Pembangunan Ilegal

E-mail Cetak PDF

BETLEHEM (Berita SuaraMedia) - Kepala Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas mengatakan ia akan meninggalkan pembicaraan langsung dengan Israel, seandainya ia harus diminta untuk mundur pada tuntutan Palestina.

Negosiasi langsung tersebut dimulai di Washington pada 2 September setelah terhenti pada pergantian tahun 2009, ketika serangan Israel di Jalur Gaza menewaskan lebih dari 1.400 warga Palestina.

Tel Aviv melaksanakan pembekuan pada konstruksi permukiman Yahudi ilegal di wilayah Palestina yang diduduki pada bulan November 2009. Akan tetapi, pembekuan parsial pada pembangunan pemukiman ini akan berakhir pada tanggal 26 September, mengancam negosiasi.

"Ini diperjelas untuk Presiden Barack Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan saya mengatakan padanya 'Anda harus tahu bahwa jika Anda tidak melanjutkan dengan menghentikan pembangunan pemukiman, kami akan meninggalkan negosiasi ini," ujar Abbas seperti yang dikutip oleh surat kabar Mesir, Al-Ayyam, kantor berita Ma'an Palestina melaporkan.

"Saat ini pembekuan pemukiman sedang terjadi, dan ada ketakutan bahwa pembekuan ini akan dibatalkan ketika sekarang kita telah melanjutkan pembicaraan, ada ketakutan bahwa pembangunan permukiman akan dilanjutkan di mana-mana. Kita mengatakan bahwa jika pembekuan pemukiman dilanjutkan, maka kami akan melanjutkan perundingan, tetapi jika pembekuan berakhir, maka tidak ada yang bisa memaksa kita untuk melanjutkan perundingan," tambahnya.

Telah ada banyak laporan ketidak kepatuhan Israel pada moratorium.

Sesuai dengan tantangan itu, pemukim Yahudi mengumumkan rencana untuk memulai konstruksi baru hanya beberapa jam sebelum dimulainya kembali perundingan.

"Saya tidak akan menyerah pada salah satu dari konstanta dan jika mereka meminta saya untuk membuat konsesi atas hak-hak pengungsi untuk kembali ke tanah air mereka. Saya akan pergi," kata Abbas.

Statistik dari Komisaris Umum Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina 'menunjukkan bahwa pada tahun 1950, dua tahun setelah Israel mengklaim keberadaan 'negaranya' dengan menduduki wilayah Palestina dan bentangan luas tanah Arab lainnya, hanya ada 711.000 pengungsi Palestina. Jumlah itu meningkat menjadi 4.620.000 termasuk keturunan mereka di tahun 2008 menurut perkiraan tersebut.

Kepala PA lebih lanjut mengatakan, dia tidak akan mundur pada permintaan Palestina bahwa Israel harus menarik melewati perbatasan 1967. Pada tahun itu Israel menduduki dan kemudian menganeksasi wilayah Palestina di Tepi Barat dan kemudian menentang penolakan masyarakat internasional untuk mengakui tindakan itu sebagai sesuatu yang legal.

Isu utama dalam putaran pertama pembicaraan bilateral, ia menjelaskan, adalah
untuk menekankan fakta bahwa Palestina bersedia untuk melakukan pembicaraan. Sementara melanjutkan pembicaraan, ia menjelaskan kepada sebuah surat kabar Mesir, "kita harus mulai dengan masalah perbatasan dan keamanan. Perbatasan pada dasarnya adalah apa yang menjadi perhatian kita dan  keamanan merupakan perhatian mereka (Israel)."

Abbas mengatakan pendekatannya terhadap perbatasan akan dimulai dengan garis tahun 1967 dan yang membatasi negara Palestina dari sana. "Setelah kita memiliki batas yang ditetapkan, kita dapat menemukan solusi untuk Yerusalem, pengairan dan pemukiman," dia  mengatakan, menambahkan bahwa masalah pengungsi akan ditangani di babak berikutnya.

Mengenai keamanan, presiden melanjutkan, akan mudah untuk Palestina. "Kami tidak akan menerima kehadiran sipil atau militer Israel di tanah Palestina " sebagai titik akhir status final, ia menjelaskan.

"Saya mengatakan kepada mereka bahwa jika mereka ingin jaminan untuk keamanan mereka, kita akan menerima kehadiran pihak ketiga untuk jangka waktu terbatas, seperti apa yang terjadi di Sinai, kami tidak keberatan memiliki adanya pihak asing dengan syarat bahwa itu bukan Israel. Itu akan berarti kelanjutan dari pendudukan dan kita menentang ini."

Menjawab pertanyaan mengenai peran Amerika Serikat dalam mediasi
pembicaraan, Abbas mengatakan bahwa "tentu saja AS bias terhadap Israel; mereka
tidak menjadi sekutu kami sejak 1993, tetapi kami bekerja sama dengan mediator Amerika yang mengatakan bahwa mereka adalah sekutu Israel dan kita harus berurusan dengan kenyataan itu." (iw/pv/imr) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon