Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kamis kemarin dan dikutip Press TV, roket-roket Hamas mengenai target pangkalan Angkatan Udara Hatzerim y ang terletak sebelah barat luar Beersheba di kawasan padang pasir Negev.
Menurut Hamas, Hatzerim merupakan basis pangkalan Angkatan Udara terbesar Israel di selatan. Dari pangkalan tersbut, jet-jet tempur Israel yang menyerang ke Gaza dipersenjatai dan diberangkatkan.
Sementara bridage Al Quds yang merupakan sayap militer dari Jihad Islam mengatakan, pihaknya juga menembakkan dua roket yang diklaim mendarat di dua pemukiman Yahudi, yaitu Sderot dan Kfar.
Selama tujuh dari penyerangan Israel ke Gaza sudah 417 korban tewas dan lebih dari 2.000 lainnya luka. Pasukan Israel juga menyiagakan tank-tank di perbasatan. Pemerintah juga menyetujui tambahan 9.000 pasukan untuk melakukan operasi serangan darat.
Hamas: Israel Ingin Bantai Bangsa Palestina
Perdana Menteri Palestina dari faksi Hamas Ismail Haniya mengatakan, perang yang dilakukan Israel terhadap Gaza Pelestina benar-benar brutal. Pasukan Israel sudah tidak mengacu pada Konvensi Jenewa.
"Ini perang tanpa aturan. Mereka (pasukan Israel) menggunakan seluruh jenis senjatanya dan mengincar target apa pun. Perang ini bukan hanya ditujukan kepada Hamas, tapi bangsa Pelestina," kata Haniya dalam sebuah wawancara dengan sebuah stasiun televisi dan dikutip Press TV.
Israel menembakkan misil-misilnya ke arah rumah sakit, gedung sekolah, pemerintah, dan fasilitas umum lainnya. Haniya menambahkan,anak-anak dan wanita banyak yang menjadi korban. "Ini merupakan pembantian etnik oleh Israel," tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Haniya juga menyambut rekonsiliasi dengan Fatah yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas.
Serangan udara Israel sejak Sabtu pekan lalu telah menewaskan 397 orang dan melukai 1.900 lebih lainnya. Sementara serangan roket dan mortir Hamas telah menewaskan enam orang Israel dan 16 luka. (ton/okz) http://www.suaramedia.com Visit here Kehancuran Israel Telah Tiba?














