Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Bela Pidato, Lieberman Katakan "Hanya Ungkap Fakta"

E-mail Cetak PDF

TEL AVIV (Berita SuaraMedia) – Menteri Luar Negeri Israel menanggapi kritikan yang ditujukan terhadap dirinya setelah pidato di PBB, ia mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Ehud Barak menyerukan pembelahan Yerusalem dalam kemungkinan kesepakatan damai, namun tidak ada yang menyalahkan Barak karena bertentangan dengan posisi pemerintah.

Lieberman menyampaikan pidato kontroversial di Majelis Umum PBB pada hari Selasa lalu, menekankan bahwa selama tidak ada terobosan dalam negosiasi dengan Palestina, maka tidak ada yang bisa mencegah dirinya menyampaikan pendapat. Komentar Lieberman disampaikan dalam wawancara dengan Israel Radio, Rabu.

Lieberman khususnya menanggapi pendirian Menteri Pertahanan Ehud Barak yang beranggapan bahwa komentar-komentar sang menteri luar negeri di Majelis Umum PBB tidak memperlihatkan sikap pemerintah Israel.

Lieberman mengatakan bahwa Barak pekan lalu menyatakan bahwa Yerusalem sebaiknya dibagi dalam kemungkinan kesepakatan damai dengan Palestina, namun, Lieberman mengatakan bahwa tidak ada protes meski pandangan menteri pertahanan tidak sejalan dengan pemerintah.

Sang menteri luar negeri mengatakan bahwa pandangan-pandangan pribadinya amat jelas, konsisten, dan diketahui semua pihak, serta tidak bertentangan dengan dasar posisi pemerintah.

Pada hari Selasa, Barak menyatakan bahwa komentar Lieberman tidak mencerminkan posisi pemerintah Israel dan sudah pasti tidak sejalan dengan sikap Partai Buruh.

"Penting untuk mencapai perdamaian dengan Palestina dan tidak melakukan yang diinginkan musuh-musuh Israel," kata Barak.

Menteri Buruh untuk Urusan Minoritas Avishay Braverman pun mengimbau Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memecat sang menteri luar negeri.

"Lieberman telah merendahkan perdana menteri, dan Netanyahu harus memecatnya karena hal itu. Pidato penuh khayalan Lieberman direncanakan dengan baik dan memang diniatkan untuk memanaskan atmosfer dan menghancurkan proses perdamaian. Hal ini semakin menambah daftar panjang upaya Lieberman melawan perdana menteri," tambahnya.

Sebelumnya pada Selasa malam, Lieberman berbicara kepada tayangan berita Channel 2 dan mengklaim bahwa Palestina tidak tertarik untuk berdamai, ia juga mengatakan sudah waktunya bagi Israel berhenti menyalahkan diri sendiri karena gagal mencapai perdamaian.

Menteri luar negeri tersebut juga mempertahankan komentar yang disampaikannya Selasa siang lalu di Majelis Umum PBB.

Dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum, Lieberman mengatakan kepada para pemimpin internasional bahwa dirinya yakin Israel harus mencapai kesepakatan sementara dengan Palestina. Ia menambahkan, perdamaian hanya dimungkinkan setelah beberapa dekade, dan bahwa kesepakatan akhir mengharuskan adanya pertukaran populasi dan tanah.

Dalam wawancara dengan Channel 2, sang menteri luar negeri juga membela pidatonya dengan mengatakan bahwa di PBB dirinya hanya berbicara mengenai fakta-fakta dan memperlihatkan "pendapat mayoritas rakyat Israel" mengenai isu kesepakatan damai.

Ia mengatakan, semua orang menginginkan perdamaian dan "mungkin waktunya telah tiba untuk mengubah arah negosiasi."

"Perdamaian harus terjadi secara alami, sama seperti kelahiran prematur. Jika terlalu awal maka bisa membahayakan," kata Lieberman.

Kantor Perdana Menteri Netanyahu menjaga jarak dari pernyataan-pernyataan Lieberman dengan hampir secara langsung memberitahu media bahwa pidato Lieberman disampaikan tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan Netanyahu.

Partai oposisi, Kadima menuding perdana menteri telah gagal menjaga koalisi yang bersatu mengenai kebijakan luar negeri.

"Perdana Menteri 'A' Netanyahu berbicara mengenai kesepakatan final dan dua negara, Perdana Menteri 'B' Lieberman berbicara mengenai kesepakatan sementara dan pertukaran populasi, sementara Perdana Menteri 'C' (Eli) Yishai tidak percaya pada kesepakatan," ejek anggota Knesset Yoel Hasson (Kadima).

"Pemerintahan Netanyahu punya banyak suara, dan tampaknya Perdana Menteri Netanyahu hanya berbicara mewakili sudut pandang pribadinya. Ini memperlihatkan kelemahan Netanyahu karena ia tidak mampu mencapai kemajuan di antara para menteri dan mitra koalisinya. Ini adalah sebuah pemerintahan tanpa kepala, tanpa pemimpin, dan tanpa arah," tambahnya. (dn/jp) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon