Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

"GCC Butuh Rencana Perangi Bencana Akibat Teroris"

E-mail Cetak PDF

DUBAI (Berita SuaraMedia) – Kepala polisi Dubai meminta negara-negara GCC untuk menyusun rencana mengatasi bencana lingkungan akibat serangan teroris.

"Kami tahu kawasan ini tengah dalam ancaman dan insiden kapal tangki Jepang menegaskan hal ini," ujar Letnan Jenderal Dahi Khalfan Tamim, merujuk pada M Star, yang dirusak di Selat Hormuz pada tanggal 28 Juli.

Komentar Tamim itu menyusul pengumuman pada hari Senin (27/9) waktu setempat oleh petinggi keamanan di Otoritas Infrastruktur Nasional Kritis di ibukota bahwa Uni Emirat Arab akan mulai menyediakan pengawalan bersenjata bagi kapal tangki di Abu Dhabi.

Penyidik insiden M Star menemukan bahwa kapal yang mengangkut 270,000 ton minyak dari pelabuhan al Ruwais ke Tokyo itu menjadi subyek serangan teroris dan ditabrak oleh sebuah perahu kecil  sarat dengan bahan peledak.

"Ancaman itu, terutama terhadap kapal tangki yang melalui Teluk Arab, bisa berasal dari kelompok teroris atau bahkan perbatasan Utara kami," ujarnya.

Seruan Tamim untuk sebuah susunan rencana muncul dalam lokakarya tentang peran polisi untuk melindungi lingkungan.

Meskipun kerusakan yang dialami M Star tidak menimbulkan tumpahan minyak, Tamim mengatakan bahwa kawasan tersebut kekurangan program terkoordinasi untuk mengatasi tumpahan minyak atau bencana lingkungan lainnya.

"Kita perlu memiliki rencana untuk mengatasi bencana lingkungan di masa depan yang mungkin akan timbul dari serangan semacam itu. Kita tidak bisa menunggu sampai bencana itu terjadi untuk mulai memikirkan solusinya. Kita perlu memilikinya sekarang."

"Harus ada tim khusus yang dibekali dengan pelatihan yang tepat dan peralatan yang mampu bertindak cepat dan efisien di dalam krisis," tambahnya.

Pada bulan Agustus, Direktur Green Line Environmental Group (GLEG), Khaled al Hajri mengatakan pada koran Kuwait, al Watan, bahwa pemerintah Kuwait adalah kaki tangan pemerintah Iran dalam bencana lingkungan dan kesehatan, dengan mengatakan bahwa pemerintah telah menugaskan orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang lingkungan yang berarti bahwa pemerintah telah menunjuk orang-orang tanpa pengetahuan tentang bagaimana mengatasi isu lingkungan yang pada akhirnya akan membahayakan kehidupan banyak orang.

Al Hajri menambahkan bahwa kepemimpinan lingkungan di negara itu tidak tahu bagaimana mengatasi bencana yang berasal dari pabrik nuklir Bushehr Iran.

Kuwait mengekspresikan kekhawatirannya tentang bencana lingkungan tepat setelah Teheran mengisi bahan bakar pabrik nuklir Bushehr di bulan Agustus.

Iran mengatakan pada hari Rabu (29/9) bahwa virus komputer Stuxnet tidak mengenai stasiun nuklir Bushehr.

Awal bulan ini, para menteri luar negeri dari Dewan Kerjasama Teluk (GCC) mengecam upaya untuk merusak keamanan dan stabilitas Bahran dan mendesak Inggris serta negara lainnya untuk mengeluarkan unsur-unsur teror dari wilayahnya.

Sesi ke-116 dari Dewan Kementerian, yang dihadiri oleh menteri luar negeri dari negara-negara anggota, menegaskan dukungannya pada Bahrain yang baru-baru ini membongkar sebuah jaringan teror. Para menteri menjanjikan dukungan penuh pada langkah apapun yang mungkin diambil Bahrain untuk menghadapi terorisme.

Para menteri memuji pidato Raja Hamad bin Isa Al Khalifa dari Bahrain di mana dia menegaskan tekad negaranya untuk berjalan di lajur pembangunan dan reformasi berdasarkan nilai-nilai Islam, yang menganjurkan toleransi, cinta, persaudaraan, belas kasih, perdamaian, kerjasama dan kesederhanaan, serta seruannya untuk melawan terorisme dalam segala bentuk.

Sebelumnya Bahrain menuntut 23 aktivis oposisi dengan tuduhan membentuk jaringan teror.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Kuwait Dr Sheikh Mohammed Sabah Al Salem Al Sabah, dalam pernyataan pembukanya di rapat bersama Dewan Kementerian dan perwakilan dari Dewan Penasihat Dewan Agung GCC, mengecam rencana serangan terhadap keamanan dan stabilitas Bahrain, dan memberikan ucapan selamat pada kepemimpinan, pemerintah, dan rakyat negara itu atas pengungkapan aksi kejahatan tersebut.

Dewan menyampaikan doanya pada presiden UEA, Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, yang baru-baru ini menjalani pemeriksaan kesehatan. Delegasi UEA dipimpin oleh Dr Anwar Mohammed Gargash, menteri negara untuk urusan luar negeri. (rin/aby/kt) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon