Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Arafat Restui Hamas Serang Israel Jika Dialog Gagal

E-mail Cetak PDF

JALUR GAZA (Berita SuaraMedia) - Almarhum pemimpin Palestina Yasser Arafat mendesak Hamas untuk melakukan serangan di Israel ketika ia merasa pembicaraan damai gagal, seorang pemimpin senior Hamas mengatakan dalam sambutannya yang dipublikasikan kemarin.

"Arafat memberikan isyarat kepada gerakan Hamas untuk melakukan sejumlah operasi militer di jantung zionis Israel ketika ia merasa bahwa negosiasi dengan pemerintah pendudukan telah gagal," kata Mahmoud Zahar selama pertemuan dengan anggota parlemen Hamas, menurut harian Falasteen yang terkait dengan Hamas.

Ia berbicara pada peringatan ke-10 pecahnya intifadah Palestina kedua yang melanda wilayah-wilayah pendudukan beberapa bulan setelah gagalnya pembicaraan damai Camp David tahun 2000. Komentarnya datang sementara pembicaraan antara Israel dan Palestina yang baru saja diperbaharui kembali tampaknya mulai memasuki ambang keruntuhan dalam menghadapi sengketa atas permukiman Israel. Hamas menentang pembicaraan baru tersebut.

Pada puncak dari perlawanan pada tahun 2002 ketika para pejuang Palestina melancarkan serangan balik di kota-kota Israel sementara Israel melakukan serangan mematikan di Tepi Barat dan Jalur Gaza, mengorbankan ribuan warga sipil.

Arafat selalu mengatakan bahwa perlawanan itu adalah reaksi spontan terhadap pendudukan Israel dan bahwa dia tidak memiliki kontrol atas Hamas, saingan lama gerakan Fatah

Dia secara terbuka mengecam serangan yang menargetkan penduduk sipil di Israel, termasuk yang dilakukan oleh Brigade Syuhada Al Aqsa, sayap bersenjata Fatah.

Arafat meninggal karena sebab misterius di sebuah rumah sakit di Paris pada bulan November 2004 setelah telah dikepung di markasnya di kota Ramallah, Tepi Barat selama hampir tiga tahun.

Penggantinya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang kini telah habis masa baktinya, selalu menentang militerisasi dan mengakhirinya ketika dia berkuasa.

KTT Israel - Palestina pada Februari 2005 secara luas melihat itu sebagai sinyal meredanya perlawanan, meskipun kekerasan terus berlangsung. sekitar 4.700 orang telah tewas pada saat itu, sekitar 80 persen dari mereka adalah warga sipil Palestina.

Dalam menandai ulang tahun ke-10 perlawanan Palestina kedua itu Hamas juga menyerukan  untuk melakukanperjuangan bersenjata lanjutan terhadap Israel - dan juga meminta Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk meninggalkan pembicaraan perdamaian dengan negara Yahudi tersebut.

"Peringatan ini, dan setelah 10 tahun, gerakan Hamas masih berdiri untuk melakukan resistensi dan masih mempertahankan prinsip-prinsip nasional yang ditinggalkan oleh para perunding Palestina," kata seorang juru bicara dari faksi Palestina yang berkuasa di Jalur Gaza itu, Ismail Radwan.

"Pada Peringatan ini, kami memberitahu para perunding, kembali menuruti kehendak hati rakyat, yang menolak negosiasi ini, yang mendorong musuh untuk melakukan kejahatan lebih jauh terhadap bangsa kami," katanya kepada Press-Agency Jerman.

Intifadah meletus menyusul kebuntuan dalam perundingan damai pada tanggal 28 September 2000, dengan kerusuhan Palestina di Yerusalem melawan pasukan keamanan Israel.

Pemicunya adalah kunjungan kontroversial oleh pemimpin oposisi Israel saat itu Ariel Sharon ke kompleks Haram Al-Sharif, yang merupakan lokasi Masjid Al-Aqsa yang merupakan situs suci baik bagi Muslim dan Yahudi.

Segera semua siklus kekerasan mematikan yang  tak terbendung meletus, ditandai dengan serbuan kasar militer Israel yang menghujani Palestina dengan tembakan dan serangan bom.  (iw/pq/et) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon