Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Zionis Israel Gunakan Bom Beracun Hadapi Palestina

E-mail Cetak PDF

YERUSALEM TERJAJAH (Berita SuaraMedia) – Konferensi yang membahas mengenai penyelidikan terhadap bom-bom yang dipergunakan para prajurit Israel dalam menghadapi pengunjuk rasa Palestina serta pengunjuk rasa lain pekan lalu di Yerusalem terjajah digelar oleh komite pertahanan Silwan dan Pusat Informasi Quds, Rabu.

Sejumlah unjuk rasa bermunculan pekan lalu setelah seorang pemukim ekstremis Israel menembak dan membunuh pria Palestina, Samer Sarhan, serta melukai sejumlah lainnya yang diduga melempar batu ke arah kendaraannya. Sang tertuduh kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Para peserta pertemuan membeberkan bukti bahwa pasukan Israel menggunakan gas kedaluwarsa dan granat kejut, yang menimbulkan dampak langsung seperti rasa lelah, sesak napas, serta muntah-muntah, dan bisa menimbulkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan sekitar.

Sheikh Ikrema Sabri, kepala Mahkamah Agung Islam, mengatakan, "Israel melanggar semua norma dan hukum internasional yang melarang penggunaan gas dan senjata beracun."

Fakhri Abu Diyab, anggota Komite Pertahanan Silwan mengatakan, "Kami mengumpulkan sejumlah granat yang dilemparkan untuk menentukan jenisnya, dan kami menemukan bahwa granat-granat itu sudah kedaluwarsa selama setahun atau setidaknya enam bulan. Pada dokter menyatakan bahwa gas yang terdapat di dalamnya telah teroksidasi dan dapat menyebabkan kerusakan serius terhadap manusia dan lingkungan hidup."

Direktur Pusat Informasi Quds Mohammed Sadiq menyerukan dilakukannya investigasi internasional terhadap jenis-jenis senjata yang dipergunakan di Yerusalem saat terjadi unjuk rasa.

Sadiq berkata, "Yerusalem telah berubah menjadi laboratorium untuk melakukan uji coba senjata, gas, dan peluru. Yerusalem juga menjadi arena untuk menggunakannya tanpa pandang bulu."

Rajih Horin, wakil presiden federasi paramedis Arab, mengutip keputusan yang dikeluarkan pengadilan sentral Tel Aviv pada 2005 yang mengklasifikasikan gas air mata sebagai substansi yang amat beracun jika dipergunakan terhadap orang-orang dengan maksud melukai mereka dengan sengaja. Mahkamah Agung Israel mengakui bahwa gas air mata merupakan zat kimia beracun pada 2006, tambahnya.

Dalam perkembangan terpisah, terjadi bentrokan di Distrik Isawiya, Yerusalem, saat tentara Israel menyerbu dan melakukan penangkapan di distrik tersebut.

Para penduduk setempat mengatakan pasukan Israel menangkap tiga orang pria setelah menyerbu kediaman mereka di Isawiya. Orang-orang tersebut kemudian dikirimkan ke lokasi lain yang tidak diketahui.

Polisi Israel dan penjaga perbatasan sering melakukan kampanye penangkapan terhadap warga Palestina di Yerusalem karena dugaan pelemparan batu ke arah mobil-mobil milik pemukim ilegal Israel dan berpartisipasi dalam demonstrasi dan arak-arakan menentang penjajahan Zionis dan kelanjutan penghancuran rumah-rumah Palestina di kota suci.

Para peneliti yang menyelidiki permasalahan yang dialami para tahanan Palestina, pada bulan Februari kemarin menuding Israel telah mempergunakan ribuan orang tahanan sebagai kelinci percobaan.

Mereka mengatakan bahwa ada bukti yang menghubungkan "eksperimen" Israel tersebut dengan menjangkitnya wabah kanker terhadap para tahanan.

Abdel Nasser Farawana, peneliti yang merupakan mantan tahanan politik Palestina, mengatakan: "Ada lebih dari 5.000 kasus uji coba obat-obatan terhadap para tahanan, hal itu tentunya membahayakan nyawa mereka."

Farawana menuding Kementerian Kesehatan Israel telah memberikan lampu hijau untuk melakukan uji coba klinis obat-obatan berbahaya ke tubuh para tahanan. Ia menambahkan bahwa Israel telah mendirikan penjara dan pusat penahanan di gurun Negev untuk menjadikan para tahanan Palestina sebagai kelinci percobaan terhadap cuaca dan efek dari reaktor nuklir Israel, Dimona, demikian halnya dengan dampak dari endapan racun yang terkubur di wilayah tersebut terhadap manusia.

Farawana menambahkan, "Dalia Itzik, pimpinan Knesset dan mantan menteri lingkungan Israel yang berasal dari Partai Kadima, pada bulan Juli 1997 telah melakukan ribuan penelitian obat-obatan setiap tahunnya terhadap para tahanan Palestina dan Arab." (dn/pi/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon