Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Ungkap Kejahatan Mossad, Kepala Polisi Dubai Diancam Mati

E-mail Cetak PDF

DUBAI (Berita SuaraMedia) - Kepala polisi Dubai mengatakan ia telah menerima ancaman kematian dari badan intelijen Israel Mossad terkait dengan perannya dalam mengungkap rincian pembunuhan seorang pemimpin senior Hamas, kata sebuah laporan Kamis (30/9).

Harian berbahasa Arab Al-Ittihad mengutip Dahi Khalfan yang mengatakan ia telah "menerima dua ancaman kematian berdasarkan kasus pembunuhan anggota Hamas Mahmoud al-Mabhouh di sebuah hotel di Dubai pada 20 Januari lalu.

Kepala polisi mengatakan bahwa Mossad berada di belakang kedua ancaman tersebut, harian milik negara itu menambahkan.

Ancaman pertama datang beberapa hari setelah Khalfan merilis gambar pembunuh yang dicurigai dan pada saat yang sama mengatakan Mossad terlibat dalam pembunuhan itu.

"Lindungi diri Anda jika Anda mampu berbicara lebih banyak," kata pesan itu, sesuai dengan laporan dari harian tersebut.

Para ahli di Uni Emirat Arab telah melacak sumber pesan ini, Khalfan berkata kepada koran itu.

Khalfan pada pertengahan Februari lalu merilis nama dan foto-foto dari 11 tersangka pembunuhan yang telah memasuki Dubai dengan paspor Eropa - enam dari Inggris, tiga dari Irlandia, satu dari Jerman dan satu dari Perancis.

Ancaman kedua, lapor surat kabar itu, merupakan telepon ke salah satu kerabat Khalfan, seorang  pejabat pensiunan Emirat, dari orang "Barat dengan paspor ganda", katanya, telah meminta "keluarga saya untuk menasihati saya untuk tetap diam. "

Ia kemudian membuktikan bahwa penelepon adalah seorang agen pensiunan Mossad, ia menambahkan.

Khalfan, menurut laporan, juga mengungkapkan bahwa pihak berwenang dari "negara Barat" telah menangkap seorang tersangka yang terlibat dalam pembunuhan Mabhouh "dua hari yang lalu".

Orang yang ditangkap itu adalah salah satu di antara sejumlah tersangka yang mana pemberitahuan internasional telah dikeluarkan oleh Interpol atas nama Uni Emirat Arab, ia menambahkan, tanpa memberikan rincian negara atau orang yang terlibat.

UEA sedang meminta ekstradisi tersangka, harian itu menambahkan.

Para pejabat Israel tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar pada hari Kamis karena hari libur Yahudi Simchat Taurat.

Israel tidak membenarkan atau membantah peran dalam pembunuhan Mabhouh. Warga Israel dengan nama yang sama sebagai tersangka, memegang kewarganegaraan ganda, berkata identitas mereka tampaknya telah dicuri.

Mabhouh, salah satu tokoh penting Hamas, ditemukan tewas di kamarnya di hotel Al Bustan Rotana dekat bandara Dubai pada tanggal 19 Januari. Dengan menggunakan rekaman pengawasan, polisi Dubai mengidentifikasi 11 tersangka yang terlihat mengikuti Mahbouh dan yang meninggalkan negara itu tak lama setelah kematiannya.

Dua belas paspor Inggris, enam Irlandia, empat Prancis, satu Jerman dan tiga Australia digunakan oleh 26 orang diyakini terkait dengan pembunuhan itu, menurut polisi Dubai.

Dalam banyak kasus, dokumen perjalanan tampaknya telah dipalsukan atau diperoleh secara ilegal. Negara-negara yang paspornya digunakan semuanya memanggil utusan Israel untuk melakukan pembicaraan.

Inggris mengumumkan di bulan Maret bahwa mereka adalah mengusir seorang diplomat Israel sementara Australia mengumumkan pada bulan Mei bahwa mereka adalah mengusir seorang pejabat dari kedutaan Israel.

Israel bersikeras tidak ada bukti yang mengaitkan Mossad pada pembunuhan itu, meski faktanya menunjukkan hal sebaliknya. (iw/meo/yn) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon