"Saya katakan pada Ehud Olmert si pecundang, bahwa Anda tidak akan bisa menghancurkan Hamas atau Hizbullah," tegas Nasrallah dalam peringatan hari Ashura, hari besar bagi kaum Muslim Syiah.
Ia mengancam bahwa semua kemungkinan terbuka untuk melawan Israel dan Israel harus siap menghadapi apa yang akan terjadi. "Kami siap mengorbankan jiwa kami, saudara laki-laki dan perempuan, anak-anak dan orang-orang yang kami cintai demi apa yang kami yakini," tukas Nasrallah.
Dalam pidatonya, pimpinan Hizbullah mengkritik keras Dewan Keamanan PBB yang gagal mengambil tindakan terhadap Israel dan membiarkan hampir 700 warga sipil Palestina gugur syahid. Nasrallah juga mengecam Mesir yang lebih berpihak pada Israel karena tidak mau membuka perbatasan dengan Gaza."Apakah Mesir menunggu lebih banyak lagi korban yang jatuh untuk membuka perbatasan Rafah, untuk membantu warga Gaza untuk meraih kemenangan? Saya cuma meminta agar perbatasan itu dibuka," tandasnya.
Nasrallah memuji tindakan Presiden Venezuela Hugo Chavez yang berani mengusir duta besar Israel dari negaranya. Ia mengatakan, semua negara termasuk negara-negara Arab harus meniru apa yang dilakukan Chavez.
"Pemerintahan negara-negara Arab harus belajar dari pemimpin Amerika Latin ini, dalam hal solidaritas terhadap bangsa Palestina. Negara-negara Arab harus memutus hubungan dengan Israel," tukasnya.
AS-Israel Ingin Menghapus Palestina
Pimpinan Hizbullah Hassan Nasrallah mengungkapkan analisa yang lebih mendalam tentang apa sebenarnya motif Israel melakukan agresi ke Jalur Gaza.
Menurut Nasrallah, motif Israel itu tidak lepas dari rencana besar AS untuk menghapus wacana tentang negara Palestina merdeka.
Nasrallah dalam pidatonya di depan massa Hizbullah di Beirut, Rabu (7/1) mengatakan, skenario besar AS itu terlihat dari pernyataan mantan duta besar AS di PBB, John Bolton.
"Apa yang kita dengar kemarin dari Bolton jelas mengindikasikan bahwa AS dan Israel sebenarnya ingin mengakhiri isu Palestina dengan cara lebih mengkonkritkan negara Israe, memberikan Gaza pada Mesir dan sisanya untuk Yordania," ungkap Nasrallah.
Untuk itu Nasrallah menyerukan agar semua faksi-faksi di Palestina bersatu karena Israel dan AS sebenarnya ingin menghapus wacana berdirinya negara Palestina yang merdeka dan independen. AS dan Israel, kata Nasrallah, bukan cuma ingin menghapus Hamas bahkan Fatah yang selama ini cenderung bersikap toleran pada AS dan Israel.
Pimpinan Hizbullah yang karismatik itu juga menyatakan bahwa alasan-alasan Israel bahwa mereka membela diri harus diakhiri. Serangan Israel ke Gaza menunjukkan bahwa Israel gagal mencapai ambisinya dan sudah putus asa dalam menghadapi perlawanan dari Hamas.
Nasrallah menegaskan, pilihan perlawanan bersenjata dengan niat yang suci berdasarkan keimanan dan tekad yang kuat seperti yang dilakukan Hamas, adalah bentuk perlawanan yang paling efektif untuk menghadapi pasukan-pasukan tirani di dunia ini.
Pidato Nasrallah mendapat sambutan meriah dari para pendukung Hizbullah. "Dunia sedang melihat kalian semua di Libanon. Kita tidak tahu seberapa besar rencana besar (Israel-AS) itu dan seberapa besar kolusi itu, itulah sebabnya, kita mengambil semua kemungkinan untuk kita pertimbangkan," tandas Nasrallah. Click video (erm/prstv/aljzr) http://www.suaramedia.com















