Pernyataan yang ditujukan kepada suku Awlaki itu dituliskan di sebuah situs radikal, Selasa malam. Pernyataan itu tidak menyebutkan plot mengirimkan dua bom parsel dari Yaman ke Amerika Serikat yang terungkap pekan lalu dan diyakini ditulis oleh sayap regional gerakan itu di Yaman, Al Qaeda di Jazirah Arab.
Pekan lalu, pemerintah mencapai kesepakatan dengan para anggota suku dari ulama Anwar al-Awlaki untuk membantu aparat keamanan menyingkirkan al-Qaeda di provinsi kelahiran gerakan itu di Shabwa.
Al-Awlaki menjadi buron Washington karena memiliki hubungan dengan al-Qaeda dan kini menjadi buronan dan persidangan in absentia (tanpa kehadiran terdakwa), kedua-duanya diluncurkan pemerintahan pada hari Selasa waktu setempat setelah plot bom parsel mengakibatkan peringatan keamanan global.
Negara melarat di Jazirah Arab tersebut dihadapkan pada tekanan internasional yang semakin deras untuk menindak para militan yang beroperasi di wilayahnya, dan Kementerian Transportasi pada hari Rabu juga mengatakan bahwa pihaknya mengembangkan unit keamanan bandara yang baru.
"Siapa pun yang memutuskan berpihak pada mereka (Barat dan pemerintah Yaman) dan tunduk pada perintah-perintah mereka harus berhati-hati dengan hukuman dari Tuhan," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.
"Dukung kami dalam perang melawan musuh-musuh Tuhan, Amerika dan agen-agennya, dan jauhkan diri kalian dari hal-hal yang membuat senang para penyembah salib di antara para penguasa Gedung Putih," tambah al-Qaeda.
Pada hari Selasa, Yaman menggelar operasi keamanan untuk menangkap seorang pembuat bom Saudi yang dituding berada di balik plot bom yang gagal. Mereka juga bertujuan menangkap al-Awlaki.
Sejumlah orang yang diduga anggota al-Qaeda meledakkan sebuah jaringan pipa minyak, agaknya untuk membalas tindakan itu.
Pemerintahan di seluruh dunia memperketat keamanan penerbangan setelah ditemukan dua parsel berisi bahan peledak dalam pesawat kargo dari Yaman menuju AS yang dihentikan di Inggris dan Dubai pekan lalu.
Kementerian Transportasi Yaman mengatakan bahwa unit bandara baru tersebut bertujuan untuk menutup celah keamanan dalam muatan internasional yang dimanfaatkan para perancang bom parsel.
Unit itu ditugasi memeriksa semua parsel dengan tangan sebelum melewati alat pendeteksi bom dan mesin sinar-x.
Kepala lembaga AS yang ditugasi mengawasi keamanan kargo mengadakan rapat dengan para pejabat di Sana’a, Rabu, untuk membahas hal itu.
John Pistole, kepala Transportation Security Administration (TSA), bertemu dengan Deputi Perdana Menteri Yaman Rashad al-Alimi dan para pejabat di bidang penerbangan. Ia juga diajak berkeliling sebuah fasilitas kargo di Sana’a.
"Kita berhadapan dengan musuh yang ulet, yang memodifikasi tindakan-tindakan mereka dan mencari celah dalam keamanan," kata Pistole. "Saya senang para inspektur TSA bisa bekerja sama dengan para pejabat di Yaman untuk meningkatkan praktik pengamanan kargo" tambahnya.
TSA, yang bertanggung jawab atas keamanan kargo dan penerbangan AS, mendapat sorotan setelah upaya bom itu. Sejumlah anggota dewan meminta lembaga itu meningkatkan pengawasan terhadap barang muatan.
Sementara itu, Inggris pada hari Rabu juga memperingatkan bahwa al-Qaeda di Jazirah Arab berusaha melakukan serangan di Inggris dan menjadi ancaman yang terus meningkat.
Menteri Dalam Negeri Theresa May mengatakan ada seorang tersangka yang tarkait al-Qaeda yang ditangkap di Inggris tahun ini terkait rencana kelompok itu melancarkan serangan di Inggris.
Ia menyebut kelompok itu kini memiliki kemampuan operasional yang besar di Yaman. Ia merujuk pada serangan bom bunuh diri terhadap duta besar Inggris untuk Yaman bulan April lalu dan sebuah serangan roket terhadap konvoi diplomatik Inggris bulan lalu. (dn/ms) www.suaramedia.com
- Bingkisan Bom, Wujud Ancaman Teror Eropa
- Ratusan Warga Irak Tuntut Penyelidikan "Penyalahgunaan" Inggris
- Militer Israel Bantah Lisensi Pembunuhan Gaza Dari AS
- Syiria Sangkal Tuduhan AS Soal Kekacauan Libanon
- Ahmadinejad: Perang Afghan – Irak Tunjukkan Wajah Asli AS














