Sebuah pernyataan pejabat Syiria dipublikasikan pada Kamis waktu setempat. Pernyataan tersebut mengatakan: "Kami tidak membutuhkan saran Feltman karena Syiria menjalankan peranannya melalui sebuah keputusan independen untuk menyampaikan kepentingan rakyatnya dan untuk stabilitas dan keamanan kawasan tersebut."
AS telah mengusahakan ikatan yang lebih baik dengan Syiria sejak Presiden Barack Obama menjabat pada Januari tahun lalu, namun kedua pihak telah bertukar kata-kata kasar dalam beberapa hari ini.
Presiden Bashar Al-Assad mengatakan kepada kantor berita harian Al-Hayat dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pekan lalu bahwa AS "menciptakan kekacauan di setiap tempat yang AS masuki."
Dua hari kemudian duta besar AS untuk PBB, Susan Rice menuduh Damaskus menggabungkan kekuatan dengan Iran dan gerakan Syiah Libanon, Hizbullah untuk merusak Libanon.
Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Timur, Jeffery Feltman juga mengatakan kepada kantor berita harian Washington Post bahwa tidak akan ada kemajuan yang signifikan dalam ikatan dengan Syiria "selama teman-teman Syiria merusak stabilitas di Libanon," sebuah rujukan kepada Hizbullah.
Syiria mengakhiri kehadiran militernya di Libanon yang hampir tiga dekade tersebut, setelah kemarahan internasional atas pembunuhan mantan perdana menteri Libanon Rafik Al-Hariri pada tahun 2005.
Sebuah pengadilan yang didukung PBB diharapkan untuk mendakwa anggota Hizbullah atas pembunuhan tersebut. Hizbullah telah menyangkal adanya peranan dalam pembunuhan tersebut dan telah melangkahkan tekanan atas Perdana Menteri yang didukung AS, Saad Al-Hariri, anak dari negarawan yang terbunuh tersebut, untuk menolak penyelidikan tersebut.
Syiria juga mengisyaratkan bahwa pengadilan tersebut seharusnya dibubarkan, namun AS mengatakan pada Rabu (3/11) bahwa pihaknya dulu memberikan $10 juta untuk membantu keuangan kerja pengadilan tersebut.
Komentar-komentar kasar pekan lalu dari Rice, yang menuduh Syiria mempersenjatai Hizbullah dan menghina kedaulatan Libanon dengan segera ditolak oleh rekan Syiria-nya.
Sementara itu, gerakan Syiah Hizbullah, memboikot sebuah sesi dialog nasional Libanon untuk pertama kalinya, dalam sebuah tanda meningkatnya ketegangan atas penyelidikan PBB atas kasus Hariri.
Perdana Menteri Libanon dan sekutunya di pemerintahan persatuan Libanon menghadiri pertemuan di Baabda, di dekat Beirut, di kediaman Presiden Michel Suleiman.
Namun Hizbullah dan sekutu Kristen-nya, Michel Aoun, menjauh, mengatakan kepada koresponden kantor berita AFP pada acara tersebut.
Dialog nasional Libanon, duluncurkan pada September 2008 setelah perselisihan yang mematikan di Beirut, bertujuan untuk mempersatukan kamp saingan di balik sebuah strategi pertahanan umum dan mencapai kesepakatan tentang gudang senjata Hizbullah, yang masih berada di luar kendali negara.
Suleiman, dalan sebuah pernyataan, menyerukan sebuah sesi baru untuk 22 November.
Aoun memperingatkan pada Rabu (3/11) waktu setempat bahwa ia akan memboikot dialog nasional dalam memprotes penundaan pemerintah atas sebuah perdebatan ke dalam dugaan kasus-kasus testimoni palsu dalam penyelidikan PBB.
Hizbullah menuding pengadilan tersebut telah dipolitisasi dan bahwa tuduhan apapun terhadap anggotanya akan didasarkan pada testimoni semacam itu. (ppt/aby) www.suaramedia.com














