Letnan Kolonel Avital Leibovich, yang mengumumkan ke wartawan tentang pembunuhan itu pada Rabu (3/11) malam waktu setempat, mengatakan bahwa pernyataannya tidak dimaksudkan sebagai petunjuk bahwa Israel telah memberi Washington pemberitahuan awal tentang serangan itu.
"Saya tidak memberikan petunjuk dalam bentuk apapun," ujarnya mengklarifikasi bahwa alih-alih dia membicarakan kerjasama secara umum dan pembagian informasi dengan AS serta militer sekutu lainnya.
"Secara umum ada kerjasama dengan AS dan militer lainnya," ujar Leibovich, tapi menekankan bahwa dia tidak tahu apakah pembagian informasi semacam itu pernah terjadi sebelum pembunuhan atas Muhammad Jamal Nimnim.
Al Nimnim, anggota senior dari kelompok perlawanan itu, tewas ketika mobilnya meledak di luar markas polisi kota Gaza pada hari Rabu.
Israel menuding dia terlibat dalam merencanakan serangan terhadap target Israel dan Amerika di Semenanjung Sinai dan ditarget karena dia adalah "bom waktu", tanpa memberikan bukti.
Mengumumkan pada wartawan tentang pembunuhan itu pada hari Rabu, Leibovich mengatakan, "Tanpa masuk ke dalam detail secara spesifik, saya bisa memberitahu kalian bahwa ada kerjasama yang sangat bagus antara kita dan Amerika."
"Kita memiliki hubungan dengan Amerika dan pasukan lainnya dan dari waktu ke waktu kami saling menukar informasi."
Militer Israel mengklaim pembunuhan atas seorang pejuang Gaza beberapa jam setelah pemuda berusia 27 tahun itu tewas dalam sebuah ledakan yang menghancurkan mobil yang dikendarainya.
Militer Israel, yang awalnya menolak untuk berkomentar, mengatakan bahwa Muhammad Jamal Nimnim adalah pemimpin senior dalam kelompok Jaish Al Islam (Tentara Islam) dan telah terlibat secara personal dalam mengarahkan beberapa serangan terhadap target-target Israel beberapa tahun terakhir ini.
Nimnim terbunuh di mobilnya di Gaza dan seorang pria lain, yang para saksi mata katakan sebagai penumpang di dalam kendaraan itu, mengalami luka-luka dan dibawa ke rumah sakit.
Saksi mata dan keamanan Palestina mengatakan bahwa ledakan di dalam mobil itu disebabkan oleh sebuah bom yang dipasang di bawah kursi pengemudi.
Letnan Kolonel Avital Leibovich dari militer Israel mengatakan, "Saya tidak mau mengatakan tepatnya bagaimana ini terjadi, tapi dia ditarget dengan sebuah bom."
Saksi mata sebelumnya mengatakan bahwa ledakan itu adalah akibat bom yang dijatuhkan oleh pesawat tanpa awak Israel. Kementerian Dalam Negeri di Gaza juga sebelumnya melaporkan bahwa ledakan itu adalah hasil dari serangan drone.
Dalam pernyataannya yang mengklaim pembunuhan itu, militer Israel mengatakan bahwa Nimnim baru-baru ini membantu mengarahkan sebuah serangan teror terhadap target Amerika dan Israel di Semenanjung Peninsula, dalam kerjasama dengan unsur-unsur Hamas di Jalur Gaza. (rin/mn/sm) www.suaramedia.com














