Yaman berada dalam tekanan berat AS untuk membongkar sempalan al Qaeda di negara itu setelah sebuah skema untuk mengirimkan bom melalui paket pos yang dialamatkan ke AS berhasil digagalkan satu minggu lalu. Kelompok yang dikenal dengan nama al-Qaeda di Semenanjung Arab mengklaim bertanggung jawab atas plot tersebut pada hari Jumat (5/11).
Anwar Al Awlaki, yang lahir di New Mexico dari orangtua Yaman dan merupakan salah satu radikal berbahasa Inggris paling terkemuka. Ceramah-ceramahnya yang menganjurkan perlawanan melawan AS telah mempengaruhi militan yang terlibat dalam beberapa serangan atau upaya serangan atas tanah AS.
Pemerintah Yaman mengatakan bahwa Awlaki mungkin telah merestui rencana bom surat itu, sementara tidak mengambil bagian aktif dalam pelaksanaannya.
AS sudah memberikan wewenang pada CIA untuk menangkap atau membunuh Awlaki.
Awlaki diperkirakan bersembunyi di pegunungan wilayah Yaman selatan, menikmati perlindungan keluarga dan sukunya, sementara menghadapi upaya setengah hati oleh pemerintah Yaman untuk menangkap atau membunuhnya.
Dengan sidang mendadak dan perintah penangkapan atas dirinya, Yaman tampaknya berusaha untuk menunjukkan ke sekutu Amerikanya bahwa mereka menganggap sang ulama sebagai ancaman serius.
Hakim Mohsen Allwan memerintahkan Awlaki untuk ditangkap dengan paksa, hidup atau mati, setelah dia tidak hadir dalam pembukaan sidangnya di Yaman pada hari AS Selasa (2/11).
Minggu lalu dia didakwa sebagai rekan terdakwa dalam sebuah pengumuman mengejutkan sebagai bagian dari persidangan atas seorang pria lain, Hisham Assem, yang dituduh membunuh seorang warga negara Perancis dalam serangan tanggal 6 Oktober terhadap sebuah lingkungan perusahaan minyak.
Nama Awlaki dan sepupunya, Othman al Awlaki, ditambahkan sebagai terdakwa in absentia.
Menurut tuntutan, Othman al Awlaki telah menaruh Assem secara tak langsung dalam kontak email dengan Anwar al Awlaki.
Dalam sesi pengadilan hari Selasa, Assem membantah semua dakwaan dan mengklaim bahwa dirinya telah disiksa di dalam tahanan untuk membuat pengakuan palsu. Dia mengulangi klaim itu pada hari Sabtu (6/11). (rin/dn) www.suaramedia.com














