Rincian kunjungan Lieberman tersebut terdapat dalam dokumen-dokumen WikiLeaks mengenai Israel yang dipublikasikan Haaretz.
Menurut kawat yang dikirimkan dari Kedutaan Besar AS di The Hague, para pejabat Belanda kabarnya merasa "sangat terperanjat" dengan kelakuan Lieberman. Dalam sebuah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Belanda Maxime Verhagen, Lieberman berbicara selama 20 menit non-stop tanpa sekali pun memberikan kesempatan kepada sang pejabat Belanda untuk melakukan dialog atau saling bertukar pendapat.
Akhirnya, Verhagen pun berkata kepada Lieberman, "Kau butuh teman," dan menekankan persahabatannya, namun Verhagen mengatakan bahwa Belanda tidak bisa membela Israel jika Israel sendiri tidak melakukan tindakan yang membantu.
Verhagen juga merasa terkejut kala Lieberman sama sekali tidak memberi tahu dirinya – baik dalam kunjungan itu maupun saat menelepon sesudahnya – mengenai rencana membangun rumah-rumah bari di kawasan pemukiman Gilo di Yerusalem.
"Lieberman tidak mengambil langkah mengenai isu kesepakatan damai, dia pesimistis dan sinis terhadap setiap warga Palestina, termasuk (Mahmoud) Abbas dan mengatakan bahwa bola yang dimainkan ada di kaki Palestina karena ‘masalahnya bukan pada kami (Israel),’," katanya.
Kala itu, Belanda bersama Amerika Serikat dan empat negara lain memberikan suara menentang kecaman terhadap Israel dalam pembantaian Gaza.
Pertemuan Lieberman dengan Verhagen dilakukan di guest house Kementerian Luar Negeri Belanda.
Lieberman tiba di The Hague sebagai bagian dari kunjunngan resminya ke Denmark dan Belanda.
Ia memulai kunjungannya dengan bertemu dengan para perwakilan komunitas Kristen pendukung Israel di Belanda dan para anggota Yahudi dari Keren Hayesod, yayasan bantuan Israel.
Dalam konferensi pers sesudah pertemuan itu, Verhagen mengatakan bahwa dirinya mendesak Lieberman untuk menghentikan ekspansi permukiman Yahudi di tanah terjajah dan meminta Israel memperbolehkan bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza.
Belanda adalah satu dari sedikit negara di Eropa yang masih menyambut kedatangan Lieberman.
Sebelumnya, Lieberman merusak upaya AS menghidupkan kembali proses perdamaian Timur Tengah saat ia mengatakan tidak ada peluang tercapai solusi lebih awal dalam konflik Israel-Palestina dan meminta orang-orang "belajar menerima hal itu."
Seperti dilansir Volkskrant, Lieberman kala itu makan malam dengan politikus anti-Islam Belanda, Geert Wilders, di sebuah lokasi rahasia.
"Hubungan antara partainya (Lieberman) dengan partai saya bisa lebih kuat," kata Wilders. "Kami akan membicarakan itu dan mengenai kebijakan luar negeri." (dn/hz/dtn/yn) www.suaramedia.com













