Hal tersebut disampaikan Sabri dalam pernyataan kepada harian al Khalij, "Intifadhah rakyat menghadapi ketidakadilan dan penindasan tidak perlu berkonsultasi dengan siapapun." Dia menekankan bahwa praktik-praktik, serangan permusuhan dan pelanggaran terhadap rakyat Palestina dan al Quds secara khusus, bisa mendorong terjadinya ledakan.
Dia mengisyaratkan adanya rencana Zionis yang mengerikan terhadap al Quds. Di mana otoritas penjajah melaksanakannya secara bertahap selama dalam kondisi yang baik. Dia menyatakan bahwa upaya untuk mengusir warga Palestina dari al Quds dan meningkatnya gelombang peringatan untuk membongkar puluhan rumah di "Rasul Khamis dan perkampungan al Tur, Beit Hanina, Silwan dan Bustan, adalah dalam rangka pelaksanaan program ini.
Dalam pada itu, Imam dan Khatib Masjid al Aqsha, Dr. Yusuf Jum,ah memperingatkan bahwa rencana Zionis Israel terhadap al Aqsha telah sampai pada tahap akhir. Dia mengatakan, "Jika orang Arab tidak menggunakan potensi meteri dan politiknya, mereka akan terbangun di suatu hari dan menemukan masjid al Aqsha telah roboh karena penggalian Zionis Israel yang dilakukan di bawah masjid al Aqsha. Terlebih kelompok-kelompok agama Zionis Israel terhadap ratusan penduduk Muslim-Palestina di bilangan Silwan, Yerusalem Timur, menengarai jika negara Zionis itu hendak meyahudikan Yerusalem secara utuh dan membersihkannya dari segala hal yang berbau Arab dan Islam.
Imam besar dan khatib Masjid al-Aqsha yang sekaligus mantan Menteri Wakaf Palestina, Dr. Yusuf Salamah mengatakan pemerintahan Israel terus berupaya untuk meyahudikan Yerusalem. Hingga saat ini, Israel juga terus mengembangkan proyek pendirian Kuil Suci Yahudi Sulaiman Ketiga.
Kecaman serupa juga datang dari ulama kharismatik Dr. Yusuf al-Qardhawi. Ulama asal Mesir itu mengatakan srael menghendaki untuk membersihkan Yerusalem dari segala unsur yang berbau Arab-Islam, bahkan juga Kristen.
"Israel tengah berupaya membersihkan Yerusalem dari segala hal yang berbau Islam dan Arab, bahkan juga Kristen," kata al-Qardhawi sebagaimana dilansir Islamonline (24/5).
Sementara itu, sumber Uni Eropa yang dilansir surat kabar terkemuka Inggris The Guardian (25/5) menyatakan, jika Israel memang berniat mencaplok Yerusalem Timur.
"Apa yang dilakukan Israel berupa pengusiran pemukim Palestina, penggusuran rumah penduduk Palestina, sekaligus pembangunan ribuan unit pemukiman baru untuk penduduk Yahudi merupakan langkah-langkah nyata untuk menjadikan Yerusalem Timur sebagai bagian dari milik Israel," ungkap sumber tersebut.
Negara Zionis Israel sejatinya memang berniat untuk menjadikan seluruh wilayah Yerusalem sebagai ibu kota masa depan mereka. Sayangnya, terkait kasus ini, belum ada satu pemimpin Arab pun yang berani mengambil ketegasan sikap. (ifp/iol/) http://www.suaramedia.com














