Militer Libanon mengatakan bahwa pada hari Rabu, ada sekitar 16 pesawat Israel terbang melakukan pengintaian melintasi wilayah udara Libanon.
Sementara itu, pihak militer Israel tidak menyangkal ataupun membenarkan klaim Libanon, namun, seorang pejabat mengatakan, "Israel memiliki hak untuk terus mengawasi daerah yang mengancam keamanan dalam negeri." Bunyi pernyataan pada hari Kamis.
Petugas tersebut menambahkan, "Hizbullah terus menyelundupkan senjata, hal itu melanggar resolusi 1701, hal tersebut memaksa Israel untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengawasi wilayah tersebut." Untuk diketahui, resolusi 1701 mengakhiri perang Hizbullah dengan Israel pada 2006.
Dalam sebuah pidato di bulan Maret, pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah mengecam keras tindakan Israel yang terbang melintasi wilayah udara Libanon, dia menambahkan bahwa pasukannya memiliki alasan untuk menggempur mereka (Israel).
Pasukan penjaga perdamaian PBB di Libanon ( UNIFIL) berulangkali memprotes pelanggaran udara yang dilakukan Israel dan mendesak Israel untuk mematuhi resolusi PBB.
Rabu malam lalu, pihak militer Libanon menyatakan bahwa pesawat-pesawat tempur Israel melintasi wilayah udara Libanon selama lebih dari satu jam dan hal tersebut jelas melanggar resolusi 1701. dalam pernyataan tersebut, disampaikan juga bahwa ada 10 pesawat jet Israel yang terbang berkelompok melintasi kota dan desa perbatasan di selatan lalu terbang ke utara.
Ada lagi informasi yang mengatakan enam pesawat tempur Israel terbang berkelompok melintasi Mediterania diluar kota penghasil batubara Sidon, melintasi kota Jounieh, dan kota Byblos di utara sebelum bermanuver ke timur.
Sebuah informasi lain menyebutkan terdapat delapan pesawat tempur Israel terbang melintasi kota di selatan, Rmeish, lalu menuju ke utara, ke arah Beirut, pegunungan Chouf, sebelah tenggara ibu kota, dan Hermel sebelum aknhirnya terbang kembali menuju wilayah jajahan (baca:Israel). Hal itu berlangsung selama sekitar satu jam.
Belum dilaporkan adanya tembakan dari darat kepada rombongan pesawat tersebut. Kejadian pelanggaran wilayah udara semacam itu pernah menimbulkan serangan dari pasukan Libanon saat Israel melanggar gencatan senjata dalam perang Israel-Hizbullah pada Agustus 2006.
Pelanggaran penerbangan oleh Israel biasanya memang sengaja dilakukan untuk mengumpulkan data intelijen. Militer Israel menggunakan informasi yang dihimpun dari foto udara di perang Libanon kedua pada 2006, dimana saat itu Israel bertempur dengan pejuang Hizbullah.
Seorang pejabat angkatan udara Israel pernah mengatakan jika Hizbullah memasang perlengkapan anti pesawat tempur, maka pihaknya akan menghentikan pelanggaran udara tersebut.
Dia menambahkan bahwa Israel berhasil mengatasi ancaman yang serupa di lokasi lain, maka Israel pasti mampu mengatasinya di Libanon. (dn/ds/ylb/hrz) Dikutip oleh SuaraMedia.com
ini bukti <> Pembantaian Penduduk Yahudi Terhadap Palestina Gunakan Hukum Rimba














