Jumat, 24 Mei 2013

Headlines:

Tak Hiraukan AS, Iran Tetap Dukung Hamas-Hizbullah

E-mail Cetak PDF
TEHERAN (Berita SuaraMedia) - Seorang pejabat senior Iran mengatakan Teheran dengan bangga mengatakan akan membela gerakan perlawanan di wilayah Timur Tengah, yaitu Hamas dan Hizbullah, tanpa memperhatikan apa yang dilabelkan AS terhadap mereka.


"Kami bangga untuk membela Hamas dan Hizbullah. Kami tidak mencoba untuk menyembunyikannya. Mereka pejuang di jalan Allah, dan Anda dapat memanggil mereka apa yang anda inginkan," Juru bicara Parlemen, Ali Larijani mengatakan di Teheran.

"Hizbullah bukan kelompok teroris, mereka membela kehormatan Islam. Hamas bukanlah teroris, mereka ada di sana untuk mempertahankan Palestina di sana," tambahnya.


Larijani kemudian melanjutkan bahwa pemikiran bahwa Iran meninggalkan dua gerakan perlawanan hanyalah mimpi AS belaka.

Dalam pengantar yang jelas, Presiden Barack Obama mengirimkan pesan video ke Iran pada saat Nowruz (Tahun Baru Iran).

Dalam pesan tersebut, ia mengangkat pemicaraan mengenai dukungan Iran terhadap gerakan Hizbullah Libanon dan pemerintah Palestina yang dipilih secara demokratis, Hamas. Obama secara tidak langsung meminta Pemerintah Iran mengakhiri hal tersebut.

Dalam Pidatonya pada hari Senin, yang juru bicara parlemen Iran menyatakan bahwa AS-lah yang sebenarnya telah menciptakan organisasi teroris di wilayah tersebut.

"Anda adalah orang yang mengadakan pertemuan rahasia dengan para pelaku kekerasan di Irak, di bawah kesan bahwa kita tidak akan mengetahuinya. Anda menawarkan dukungan mereka jika mereka sepakat untuk mengarahkan senjata mereka terhadap kaum Syiah dan Iran," katanya.

Sudah sangat dikenal bahwa apa yang menjadi kelompok yang kemudian dikenal sebagai al-Qaeda dan Taliban di Afghanistan telah dibuat, dipersenjatai dan didanai secara finansial oleh Amerika Serikat dan beberapa sekutu Arab mereka, terutama Arab Saudi. Sementara Saudi juga tidak pernah menyangkal tuduhan tersebut.


Komentar yang dibuat oleh Menlu AS, Hillary Clinton, baru-baru ini di sebuah sidang ikhtisar kongres, juga mengkonfirmasi bahwa Washington dulu mendukung pejuang Arab melawan Uni Soviet yang akhirnya menjadi berubah menjadi Al-Qaeda. Dia juga mengatakan bahwa Washington telah terlibat langsung dalam membuat dan mempromosikan Taliban di tahun 1990-an dalam mengejar kesepakatan antara Islamabad dan Washington, dengan Afganistan sebagai korban 

Sebuah artikel pada tahun 2006 yang diterbitkan oleh The New Yorker juga menunjukkan bahwa militer Amerika Serikat dan Israel memberikan separatis PJAK (cabang kelompok internasional dari Kurdistan Workers' Party atau PKK), dengan peralatan, pelatihan dan intelijen untuk membuat rusuh di Iran.

Selain itu, Iran berusaha menekankan pada Hamas untuk tidak menerima usulan Mesir untuk gencatan senjata dengan Israel, seorang pejabat pemerintah Mesir mengatakan hal tersebut pada hari Minggu.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa dua pejabat senior Iran yang baru-baru ini mengunjungi Damaskus memperingatkan pemimpin Hamas untuk menerima proposal perdamaian.

Pernyataannya tersebut keluar saat pertemuan di Kairo antara wakil Hamas dengan Kepala Intelijen Mesir Omar Suleiman dan ajudannya untuk membahas cara-cara mengakhiri peperangan di Jalur Gaza.

Perwakilan Hamas mengulangi pertentangan mereka terhadap gencatan senjata yang tidak termasuk pembukaan ulang semua perbatasan penyebrangan ke Jalur Gaza, ujan juru bicara Hamas pada hari Minggu.

Juru bicara Hamas tersebut berkata bahwa mereka menunjukan perlawanan mereka yang kuat dengan konsep menempatkan tentara internasional di dalam Jalur Gaza.

Para pejabat Mesir mengatakan bahwa dua utusan Iran, Ali Larijani, Pembicara dari Parlemen Iran, dan Said Jalili dari Iran Intelligence Service, bertemu di ibukota Syria dengan pemimpin Hamas, Khaled Mashaal dan Sekretaris Jenderal Jihad Islam, Shallah Ramadhan.

"Segera setelah Iran mendengar tentang inisiatif gencatan senjata dari Mesir, mereka mengirimkan dua pejabat ke Damaskus dalam misi penting untuk memperingatkan Palestina agar tidak menerima itu,"ujar seorang dari pemerintahan Mesir.

"orang-orang Iran diancam untuk menghentikan pasokan senjata dan dana kepada golongan Palestina jika mereka sepakat untuk gencatan senjata dengan Israel. Iran ingin memerangi Israel dan Amerika Serikat secara tidak langsung. Mereka melakukan hal ini melalui Hamas di Palestina dan Hizbullah di Libanon".

Pejabat tersebut menyatakan bahwa Iran telah menerapkan "standar ganda" mengenai konflik saat ini - di satu sisi, mereka mendorong relawan Iran bersama untuk berjuang bersama Hamas, di sisi lain, pemimpin spiritual Iran, Ali Khamenei, kepada relawan bahwa mereka tidak akan diizinkan untuk bergabung memerangi Israel. (iw/ptv/jp) dikutip oleh www.suaramedia.com

Sejarah Islam

Husen Bin Salam, Pendeta Yahudi Dengan Panggilan Islam Dihatinya
Ketika pertama kali mendengar kedatangan Nabi, H...More »

Berita Gadget Terkini

Apple Ingin Lepas Ketergantungan Terhadap Samsung
Dilansir BGR, analis teknologi dari firma RBC Ca...More »

Keajaiban Dunia

Sejarah Seribu Satu Malam Terancam Serangan Turis
Benteng tersebut membuka sejarah Irak ribuan tah...More »

Otomotif Terbaru

Zoe, Mobil Cantik Besutan Perusahaan Kosmetik
Sistem sirkulasi udara pada mobil tersebut, memb...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon