"Ini adalah wilayah teritori Yahudi," ujar Savir, seorang pemukim yang menjalankan sebuah sekolah agama di pionir Havat Gilad yang terdiri yang terdiri dari beberapa gubuk-gubuk kecil dan trailer yang kusam dimakan cuaca, beberapa kuda dan ayam dan beberapa rongsokan mobil.
"Ini rumah kami," ujarnya, melakukan menunjuk ke permukiman Yahudi yang mendominasi perbukitan terdekat, untuk menunjukkan yang dimaksudnya adalah seluruh Tepi Barat.
Havat Gilad, yang oleh 100 keluarga disebut rumah, merupakan pelopor liar, yang berarti tidak seperti pemukiman skala penuh, mereka tidak diizinkan oleh pemerintah Israel.
Masyarakat internasional menganggap semua permukiman ilegal, baik di Tepi Barat atau di Yerusalem Timur, dan masalah tersebut adalah salah satu duri dalam upaya perdamaian dengan Palestina.
Dengan tekanan yang semakin keras dari AS, Israel dapat segera memenuhi janjinya untuk merobohkan beberapa lusin pionir-pionir tersebut.
Dalam kasus Havat Gilad, mereka tidak akan menjadi yang pertama.
Dibangun oleh Moshe Zar, seorang mantan anggota gerakan bawah tanah Yahudi yang pernah menanam bom di dalam mobil walikota Arab, yang mana bangunan pionirnya dirubuhkan Israel setelah sekelompok remaja mendirikan tenda yang pertama di tahun 2002. Namun, pembangunan tersebut dimulai kembali pada hari berikutnya.
Menurut Savir "sudah menjadi hak yang tertulis di kitab bahwa orang-orang Yahudi seharusnya tinggal di sini," klaim dia, ketika diwawancara di karavannya yang sekaligus dijadikan sekolah agama, dikelilingi oleh siswa-siswa yang berpenampilan khas pemukim yang religius, rambut yang dikepang panjang, topi rajutan, pakaian longgar dan sandal.
Savir tidak mau menyebut kata "Orang Palestina" karena menurutnya tidak ada yang namanya "orang Palestina".
"Orang-orang Arab itu," katanya "harus mencari tempat lain untuk hidup."
Sebagian besar dari 280.000 orang Yahudi yang tinggal di 120 permukiman Tepi Barat yang dilegalkan Israel, telah dipindahkan karena faktor ekonomi. Tetapi extremis memiliki pandangan sama dengan Savir bahwa orang-orang Yahudi diberikan hak oleh Tuhan mereka atas tanah tersebut, sangat vokal dan kadang melakukan kekerasan.
Rabbi Savir yakin warga masyarakat Havat Gilad, seperti orang lain yang tinggal di pionir serupa, "akan berjuang untuk setiap milimeter. Tidak ada seorangpun yang akan meninggalkan rumahnya."
Israel pada tahun 2003 sepakat untuk membekukan semua aktivitas pemukiman dan meratakan pionir-pionir liar tersebut tetapi belum diikuti dengan komitmen pada janji tersebut hingga kini.
Pionir-pionir tersebut, yang biasanya terletak beberapa ratus meter dari pemukiman yang dilegalkan oleh pemerintah, termasuk dari beberapa gubuk-gubuk kecil hingga ke komunitas dengan beberapa lusin rumah semi permanen, terhubung dengan listrik dan jaringan air.
Banyak di antara 100 atau lebih pionir yang dibangun di perbukitan Tepi Barat oleh remaja, yang dikenal sebagai " pemuda perbukitan," dengan tujuan untuk penanaman bibit-bibit baru permukiman.
Laporan komisi pemerintahan tahun 2005 mengatakan bahwa dalam beberapa kasus pejabat berwenang melegalkan perampasan tanah Palestina dari swasta untuk dijadikan hunian pionir, dan memfasilitasi mereka untuk sambungan air dan listrik Induk.
Palestina melihat hunian pionir tersebut sebagai bagian dari perebutan tanah dan skema untuk mengkonsolidasikan kontrol Israel di atas Tepi Barat, yang sebenarnya merupakan milik Palestina dan rumah bagi 2,4 juta orang Palestina.
Presiden AS Barack Obama mengatakan kepada Netanyahu selama 18 Mei di Gedung Putih bahwa ia mau kegiatan pembangunan pemukiman harus dibekukan.
"Tidak ada pemukiman, tidak pionir, tidak ada pertumbuhan alami yang dijadikan alasan," Menlu Hillary Clinton mengatakan, menjelaskan tuntutan mereka.
Namun, Perdana Menteri Netanyahu telah bersumpah untuk melanjutkan bangunan pemukiman yang ada meskipun mengatakan dia akan membongkar hunian liar di Tepi Barat.
Polisi Israel memang telah merobohkan Maoz Ester, utara Tepi Barat di ibukota politik Ramallah, pada 8 Mei, tetapi hal tersebut dianggap sebuah langkah yang tidak berguna oleh media Israel. Pionir tersebut hanya terdiri dari tujuh gubuk timah dan kayu lapis.
Satu minggu setelah pembongkaran, satu demi satu rumah baru sudah dibangun lagi tanpa ada halangan dari pihak berwenang.
"Kami harus menetap di sini, Tuhan telah memerintahkan kita untuk hidup di negeri ini," kata Daniel Landesberg, 20, karena ia dan sekelompok remaja menyebar semen yang dituangkan dari sebuah truk besar beton untuk membentuk dasar dari sebuah rumah baru .
Landesberg percaya dalam taktik "dua kali lipat" yang digunakan oleh pemukim ekstremis.
"Mereka menghancurkan tujuh rumah, kami akan membangun 14," ujarnya, tersenyum.
Hal tersebut tentu saja bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan yang menetapkan: "bahwa kebijakan dan praktek dalam membangun permukiman Israel di tanah wilayah Arab dan Palestina yang diduduki sejak 1967 tidak memiliki hukum yang berlaku dan merupakan halangan serius untuk mencapai perdamaian yang komprehensif, adil dan kekal di Timur Tengah "
Wilayah-wilayah yang diduduki termasuk Tepi Barat, Jalur Gaza dan Dataran Tinggi Golan milik Syria.
Sikap pemukim Israel yang keras kepala tersebut membawa dampak buruk dalam kemajuan usaha perdamaian. Pejabat Israel mengatakan Minggu bahwa ketegangan membayangi hubungan Israel-Amerika dikarenakan permintaan AS bahwa Israel harus menghentikan kegiatan di Tepi Barat yang mereka duduki. Ketegangan tersebut meningkat setelah gagalnya pembicaraan antara utusan AS, George Mitchell dan pejabat Israel di London pekan lalu.
"Kami sangat kecewa", seorang pejabat Israel mengatakan, "seluruh pemahaman kita yang tercapai dengan mantan presiden, George Bush, tidak berarti apa-apa bagi pemerintahan yang baru".
Israel juga khawatir dengan pidato Obama yang akan disampaikan di Kairo minggu depan, di mana dia bermaksud untuk berbicara dengan negara-negara Arab dan Muslim.
Selama pembicaraan di London berlangsung, utusan Israel berusaha untuk meyakinkan utusan Amerika untuk membolehkan pelaksanaan janji-janji yang dibuat oleh mantan presiden AS, Bush, yang "setuju" jika Israel terus membangun pemukiman di Tepi Barat.
Tapi sekarang, pemerintahan Obama menekan Israel untuk menghapus semua pioner ilegal dan membekukan pembangunan dan perluasan permukiman yang diduduki di Tepi Barat.
Seorang pejabat Israel mengatakan bahwa hal ini akan menyebabkan gagalnya pemerintah koalisi sayap kanan Netanyahu.
Surat kabar Israel, Haaretz, melaporkan bahwa para pejabat Israel di Inggris mengaku terkejut atas "penolakan untuk mengakui janji dari Bush dan pemerintahannya" oleh Mitchell dan tim-nya.
Mereka juga mengatakan bahwa permintaan untuk membekukan kegiatan permukiman adalah "kejam, tidak praktis dan tidak akan pernah diakui oleh Mahkamah Agung".
Netanyahu memiliki koalisi dari ekstremis sayap kanan dan pemukim dalam kabinet, koalisi ini menolak solusi dua negara dan dan menyetujui pembangunan permukiman di
Yerussalem Timur dan Tepi Barat.
Koalisi ini bisa runtuh akibat konflik pada masalah-masalah utama seperti kesepakatan perdamaian, penarikan atau evakuasi dari permukiman, dan Yerusalem.
Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, akan pergi ke Washington dalam upaya untuk meyakinkan AS untuk menerima posisi Israel.
Barak akan berusaha untuk meyakinkan AS untuk menerima apa yang digambarkan Israel sebagai "pertumbuhan permukiman alami".
Selain rencana pertemuan dengan Robert Gates, menteri pertahanan AS, dia juga berniat untuk bertemu dengan James Jones, Penasehat Keamanan Nasional, utusan AS untuk Timur Tengah, George Mitchell, dan pejabat lainnya. Barak juga akan bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon. (iw/meo/ime) www.suaramedia.com














