Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Lieberman Preman Pasar, Tak Pantas Jadi Menteri

E-mail Cetak PDF

TEL AVIV (Berita SuaraMedia) – Jaksa Agung Israel, Menahem Mazuz melancarkan serangan tajam terhadap menteri luar negeri Israel, Avingdor Lieberman pada hari Senin kemarin, dia menyebut Lieberman tidak pantas menjadi seorang menteri, dan seharusnya memang tidak dipilih sejak awal.

"Sebuah negara yang beradab seharusnya tidak sampai menempatkan diri pada situasi seperti ini," kata Marzuz, merujuk pada penunjukan Lieberma sebagai menteri luar negeri dalam kabinet pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, meski ada banyak tuduhan kriminal terhadap Lieberman

Polisi mencurigai Lieberman mempergunakan rekening bank Siprus yang terdaftar atas nama putrinya untuk mencuci uang, kemungkinan juga dipergunakan untuk melakukan penipuan dan penyuapan.

Berbicara dalam konferensi pengacara di Eilat, Jaksa Agung Israel tersebut menekankan, "Jika saja langkah hukum akan mampu mencegah penunjukan semacam itu (Lieberman), maka saya pasti sudah melakukannya, sebagaimana apa yang telah saya lakukan dalam kasus-kasus lainnya."

"Penegakan hukum di Israel tidak benar-benar melaksanakan peranannya sebagaimana semestinya," lanjutnya. "Sektor pemerintahan Israel seolah tergagap dan hanya berbicara dalam dua suara. Ada orang-orang yang mengecam fenomena tersebut dan para pelanggar hukum. Namun para tersangka kasus kriminal dijadikan sebagai menteri dan seorang menteri yang bahkan telah dikenai tuduhan masih tetap menjadi menteri. Ini merupakan cacat bagi hukum Israel."

Mazuz mengacu pada kasus yangmenimpa mantan wakil perdana menteri dan menteri kehakiman, Haim Ramon, yang dikenakan tuduhan karena telah melakukan perbuatan yang tidak pantas dengan mencium seorang tentara wanita Israel. Dia mengatakan bahwa jika saja Ramon menyatakan bahwa semua itu merupakan salah paha belaka dan mendapatkan permintaan maaf, maka tidak akan perlu melibatkan proses hukum. "Namun ketika seorang menteri mennghadirkannya sebagai sebuah pernyataan apakah dirinya atau petugas itu yang berbohong, maka hal tersebut tidak dapat dibiarkan."

Mengenai kasus korupsi terhadap mantan perdana menteri Ehud Olmert Mazuz bersikeras bahwa sama sekali tidak terlintas keinginan untuk menggulingkan Olmert dan bahwa hukum yang berlaku tidak mengharuskannya berhenti dari jabatan.

Mengenai skandal Bank Leumi yang membawa-bawa nama Olmert, Mazuz mengatakan bahwa meski kasus tersebut telah ditutup, penyelidikan atas kasus tersebut sudah dibenarkan.

Berkat ambisi berlebihan Netanyahu, Israel dikendalikan oleh menteri luar negeri yang mempermalukan negara. Dengan banyaknya kasus kejahatan yang pernah melibatkan Lieberman, memang patut dipertanyakan keputusan pengangkatannya sebagai menteri luar negeri.

Pada tahun 2001, berdasarkan pengakuan yang keluar dari mulutnya sendiri, Lieberman dinyatakan bersalah karena memukuli seorang bocah laki-laki yang baru berusia 12 tahun. Sebagai bagian dari perjanjian untuk pembebasan dirinya, Lieberman dijatuhi denda sebesar 17.500 shekels dan harus berjanji tidak akan pernah memukuli anak-anak lagi.

Pada tahun 2004, putri Lieberman yang waktu itu berusia 21 tahun, Michal, mendirikan perusahaan konsultasi, yang menerima dana sebesar 11 juta shekel dari orang tak dikenal yang berada di luar negeri. Menurut keterangan polisi, Lieberman menerima lebih dari 2,1 juta shekel dari perusahaan tersebut setiap bulannya selama dua tahun lamanya. Menurut penyelidikan lain, dia juga menerima dana senilai ratusan ribu shekel pada tahun 2006 dan 2007 saat dia menjabat sebagai menteri negara urusan strategis dan wakil perdana menteri. Menurut hukum Israel, hal ini ilegal.

Lieberman adalah seorang mantan anggota partai Meir Kahane, Kach, yang dinyatakan bersalah dihadapan hukum karena mengusung landasan partai yang kental dengan rasisme. Namun demikian, pandangan Lieberman terhadap kaum Arab masih tidak berubah setelah bertahun-tahun lamanya. Pada tahun 2003, ketika menanggapi komitmen yang dibuat oleh perdana menteri Ariel Sharon untuk memberikan amnesti kepada 350 orang tahanan Palestina, Lieberman menyatakan bahwa, sebagai menteri transportasi, dia akan dengan senang hati menyediakan bus untuk mengangkut para tahanan dan kemudian ditenggelamkan di tengah lautan.

Pada bulan Januari 2009, dalam agresi Israel di Gaza, Lieberman bersikeras bahwa Israel harus terus melawan Hamas sepeti halnya yang dilakukan AS ketika melawan Jepang dalam Perang Dunia ke II. Dia juga menyatakan bahwa Israel tidak perlu menjajah Palestina, ucapannya tersebut merujuk pada dua bom atom yang dijatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima.

Lieberman juga ternyata tidak tinggal di Israel, berdasarka perbatasan internasional yang berlaku, namun dia tinggal di pemukiman Yahudi ilegal yang bernama Nokdim. Secara hukum, hal ini sangat tidak wajar. Hal tersebut akan seperti menteri luar negeri AS, Hillary Clinton, menetap di Meksiko, atau menteri luar negeri Inggris, David Miliband, tinggal di kepulauan Canary.

Namun perdana menteri Benjamin Netanyahu masih saja menunjuk seorang Lieberman. Hasrat Netanyahu akan kekuasaan membuatnya menunjuk seorang pria yang justru membahayakan Israel sendiri. Pesan-pesan yang dikeluarkan Lieberman dan gayanya bukan hanya mencerminkan perilaku berangasan seperti seorang preman pasar, namun juga rasis dan mengandung elemen fasisme ala Nazi.

Namun, politik tetaplah politik, kebanyakan pemimpin dunia Barat tidak akan berkeberatan beramah tamah dengan Lieberman, dan akan setuju untuk bertemu dan membahas kebijakan luar negeri dengannya. (dn/jp/cp) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon