Kesaksian tersebut diungkapkan dalam hari kedua sidang dengar pendapat mengenai kasus tersebut. Persidangan tersebut dipimpin oleh hakim Iddo Rusin di pengadilan Beersheba.
Deri, yang merupakan saudara dari mantan ketua partai Shas, aryeh Deri, tidak memberikan kesaksian dalam sidang dengar pendapat dikarenakan terbatasnya waktu persidangan.
Jemaat Nachlat Yeshua Messianic adalah satu dari tujuh jemaat Yahudi-Kristen di kota tersebut.
Menurut isi tuntutan hukum yang dilayangkan, ratusan orang Yahudi ortodoks dinilai bersalah karena telah menggelar demonstrasi tanpa ijin. Para Yahudi Ortodoks tersebut kemudian merangsek masuk ke dalam bangunan gereja, lalu menyerang para jemaat gereja, menghancurkan perabotan, lalu mengadakan upacara doa Yahudi. Para pengunjuk rasa dengan sengaja terus menguasai gereja dalam waktu tiga jam sebelum akhirnya petugas kepolisian menggiring mereka keluar. Karena banyaknya jumlah pengunjuk rasa Yahudi ortodoks yang datang, polisi sampai harus memanggil pasukan tambahan untuk membantu mereka.
Para anggota jemaat juga mengatakan bahwa para pengunjuk rasa Yahudi ortodoks memukuli para jemaat dan mengelilingi seorang pria asal Korea, menendang engkel kakinya, lalu meneriakkan kata-kata, "Pergi sana, kembali kau ke Thailand, dasar pekerja Thai kotor!"
Deri dituding dengan sengaja telah mengerahkan para pengunjuk rasa ke gereja tersebut setelah mendapatkan informasi dari Yad LAchim bahwa ada sepuluh bus yang dipenuhi oleh anak-anak Yahudi akan dibawa ke gereja tersebut untuk dibaptis, kata pastor Howard Bass pada tahun 2008.
Klaim tersebut, menurutnya, terlalu dilebih-lebihkan. Bass mengatakan, "Hanya ada dua orang yang hendak dibaptis pada hari itu. Keduanya berusia diatas 18 tahun dan hanya mengambil hak mereka seperti tertuang dalam hukum negara Israel."
Ketika didatangi tiba-tiba oleh ratusan orang Yahudi ortodoks, Howard Bass awalnya mengatakan bahwa kelompok Yahudi ortodoks tersebut dipersilahkan untuk masuk dan menghadiri misa, namun tidak lama kemudian, para Yahudi tersebut mulai berkeliaran, menari, bernyanyi, lalu membalikkan kursi-kursi dan meja-meja altar.
Seorang jemaat Kristen non-Yahudi yang mencoba untuk merekam kejadian tersebut dipaksa oleh polisi untuk menghentikan apa yang dia lakukan setelah para demonstran berteriak-teriak memprotes bahwa merekam video dilarang pada hari Shabbat (Sabbath, hari suci Yahudi). Seorang anggota wanita jemaat tersebut mengatakan bahwa dirinya terkejut oleh ucapan penuh kebencian yang diterimanya dari anak-anak muda Yahudi ketika dirinya hendak memasuki bangunan gereja. Para Yahudi muda tersebut berkata bahwa orang-orang Kristen sama dengan Nazi, oleh karena itu semua orang Kristen pantas ditembak kepalanya.
Orang-orang yang menghadiri misa mingguan Beersheba, yang dihelat dalam bahasa Ibrani, hampir seluruhnya adalah Yahudi Messiah dan Kristen.
Dua orang yang dibaptis adalah remaja wanita yang berusia diatas 18 tahun. Salah satunya berasal dari keluarga Yahudi Messiah dan keduanya adalah jemaat Messiah di Arad. Namun, keduanya tidak hadir di Beersheba ketika peristiwa kerusuhan itu terjadi.
Tiga orang demonstran langsung ditahan malam itu juga, namun mereka sama sekali tidak dijatuhi hukuman.
Jemaat tersebut menggugat Deri dan organisasi Yad LAchim dalam berbagai hal, termasuk melukai perasaan keagamaan, penyekapan tanpa sebab, membobol dan menyebabkan kerusakan pada bangunan (gereja).
Menurut Kevork Nalbandian, seorang pengacara jemaat tersebut, Deri lah yang merupakan dalang dari serangan tersebut.
Tidak seperti Yahudi Ortodoks, Yahudi Messiah meyakini Yesus sebagai Messiah, oleh karena itu sebagia besar dari Yahudi Messiah menyebut Yesus dengan nama Yahudinya, Yeshua. Meski tidak berjumlah besar, Yahudi Messiah adalah kelompok yang vokal, mereka juga menuntut untuk tetap dipandang sebagai Yahudi. Mereka juga meyakini Torah dan seluruh praktik kebudayaan dan ajaran Yahudi. (dn/jp/bnl) www.suaramedia.com














