Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Israel : Tanpa Yerusalem, Perdamaian Hanyalah Ilusi

E-mail Cetak PDF
YERUSALEM (Berita SuaraMedia) – Menteri luar negeri Israel mendeskripsikan perdamaian di Timur Tengah sebagai sebuah "ilusi", mengatakan bahwa hasil terbaik yang dapat diraih dalam pembicaraan damai adalah dengan mengakui Yerusalem sebagai milik Israel

Dalam sebuah pertemuan dengan delegasi anggota legislatif Demokrat AS, Avigdor Lieberman sekali lagi menetapkan sejumlah syarat awal untuk diadakannya pembicaraan damai, menolak semua permintaan Palestina, terutama mengenai penghentian pembangunan pemukiman.

"Kebijakan Israel harus didasarkan pada realita dan bukan ilusi sembari mempertahankan dialog antara kami dengan Palestina, meningkatkan kesepakatan keamanan dan kondisi ekonomi Palestina," ujar Lieberman.

"Ini adalah hasil maksimum yang dapat kita raih dalam beberapa tahun ke depan," tekannya.

Lieberman sangat menentang segala upaya untuk mewujudkan kesepakatan damai, menambahkan bahwa upaya sekeras apa pun akan "berakhir dengan kegagalan, kekecewaan, dan bahkan konfrontasi."

Pemerintahan Presiden Obama berusaha untuk mengembalikan pembicaraan damai di Timur Tengah. Washington telah berulangkali menyerukan penghentian pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Yerusalem Timur (Al Quds).

Pemerintah Israel menolak penghentian pembangunan perumahan ilegal dan bahkan akan meneruskan pembangunan tersebut di wilayah pemukiman yang telah ada, satu langkah yang memicu respon keras dari Washington.

Obama "ingin melihat dihentikannya seluruh pembangunan pemukiman Israel – bukan hanya beberapa pemukiman, pos penjagaan, atau pertumbuhan alamiah," ujar Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.

Mengutip pernyataan Lieberman, Menteri Dalam Negeri Israel, Eli Yishai, sekutu politik utama Netanyahu, mengatakan pada hari Senin bahwa Israel harus meneruskan rencananya memperluas pemukiman Yahudi di Tepi Barat terlepas dari adanya keberatan AS.

Ketidaksepakatan antara pemerintahan Obama dengan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperlihatkan semakin melebarnya jurang kesenjangan antara kedua sekutu tersebut.

Perbedaan antara kedua pihak semakin kentara hingga Konsul Jenderal Israel di Boston, Nadav Tamir, dalam sebuah memo yang bocor ke media, mengkritik keras kebijakan yang dianut oleh pemerintahan Netanyahu.

"Gambaran adanya konflik antara pemerintah Israel dengan pemerintahan Obama mencederai dukungan bagi Israel dalam opini publik," ujarnya.

Lieberman, sebaliknya, marah pada Tamir. "Siapapun yang tak sepakat dan merasa tak nyaman dengan kebijakan pemerintah dapat mengundurkan diri," ujar Lieberman.

Sementara Lieberman terus mengoceh mengenai kebijakan kerasnya, militer Israel kembali mengebom sebuah terowongan Gaza di sepanjang perbatasan Mesir dengan pesawat udara. Tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam serangan pada hari Senin yang mentarget sebuah terowongan di bawah kota Rafah itu.

Israel menuduh terowongan tersebut menjadi jalan untuk menyelundupkan bahan-bahan peledak dari Mesir ke Gaza.

Banyak orang Palestina yang mengatakan terowongan antara Gaza dan Mesir itu adalah jalur penting untuk pasokan kebutuhan pokok sehari-hari, yang telah semakin langka keberadaannya akibat blokade Israel.

Benjamin Netanyahu, perdana menteri Israel, berdalih bahwa serangan udara itu adalah balasan terhadap serangan mortir dan roket dari Gaza ke Israel.

"Kami tidak siap menerima roket ditembakkan ke arah komunitas kami," ujarnya.

Militer Israel mengatakan sekitar 700 roket dan mortir telah ditembakkan ke arah mereka sejak awal tahun ini, termasuk ketika terjadi serangan militer 22 hari oleh Israel pada bulan Desember dan Januari.

Sehari sebelumnya, dua mortir ditembakkan ke perbatasan Erez Israel dengan Gaza, meledak sekitar 300 meter dari perbatasan namun tidak melukai siapa pun.

Sebuah roket juga ditembakkan dari Gaza pada hari Sabtu, meledak di sebuah lahan terbuka di perbatasan sisi Israel.

Tidak jelas siapa yang menembakkan roket-roket itu, namun beberapa kelompok kecil pejuang di Gaza disebut-sebut  telah melakukan tindakan tersebut karena Israel memotong pengiriman bahan bakar dan makanan ke wilayah tersebut.

Israel sendiri telah seringkali menarget terowongan-terowongan yang digunakan untuk mengirimkan makanan dan obat-obatan dari Mesir ke Gaza dengan mendirikan blokade wilayah. Israel menuding bahwa sejumlah senjata juga diselundupkan melalui terowongan itu.

Namun, serangan semacam telah menjadi kebiasaan Israel sebagai upaya mereka mengurangi kekuatan Palestina dan menguasai wilayah tersebut.

Hamas telah menyerukan pada Israel untuk segera mencabut blokadenya dan membuka pintu perbatasan, namun Israel mengatakan Hamas harus melepaskan dulu prajurit Israel, Gilad Shalit, yang telah ditahannya selama tiga tahun. (rin/ptv/alj/bbc) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon