Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Demi Manfaatkan Fasilitas Negara, IDF Halalkan Dusta

E-mail Cetak PDF
TELAVIV (Berita SuaraMedia) – Dua hari setelah seorang jenderal IDF (pasukan pertahanan Israel) mengundurkan diri setelah berbohong mengenai sebuah kecelakaan mobil, seorang personil IDF lainnya dijatuhi skors pada hari Rabu (12/8) karena dengan sengaja memberikan ijin kepada istrinya sendiri untuk mengemudikan mobil dinasnya tanpa seijin pihak militer Israel.

Kolonel Yisrael Danieli, nama petugas tersebut, diskors dari jabatannya sebagai deputi komandan Divisi 80, yang bertugas untuk melindungi perbatasan Israel dengan Mesir, perbatasan tersebut dinyatakan sebagai pebatasan yang rawan oleh Israel.

Danieli dinyatakan bersalah karena telah membawa pulang perlengkapan militer untuk dipergunakan secara pribadi. Lebih tepatnya, Danieli dituding dengan sengaja membiarkan orang lain untuk mengemudikan kendaraan dinasnya pada saat dirinya tidak berada dalam kendaraan yang sama.

Danieli, yang diduga kuat mempersilahkan kawan-kawan dan kerabatnya mempergunakan perlengkapan militer, diskors selama 60 hari, hukuman tersebut dijatuhkan atas rekomendasi dari mayor jenderal Avi Zamir.

Kasus tersebut terbongkar setelah mantan pasangan dari kolonel Danieli menyampaikan keluhan kepada IDF, di dalamnya disebutkan bahwa Danieli membiarkan para anggota keluarga dan kerabatnya untuk mempergunakan kendaraan dinas IDF. Sementara Danieli membela diri dan mengatakan bahwa keluhan tersebut disampaikan sebagai sebuah upaya balas dendam karena dirinya telah memutuskan hubungan dengan sang wanita. Pengacara Danieli, Prina Guy, sempat mengatakan kepada Haaretz bahwa kasus tersebut melibatkan perseteruan pribadi dengan pihak yang melayangkan keluhan dan ketika proses investigasi selesai dilakukan, maka dirinya yakin sekali bahwa kliennya akan dinyatakan tidak bersalah.

Pada awal minggu ini, berkas penyelidikan dari kasus yang melibatkan Danieli dikirimkan kepada pengacara militer, brigadir jenderal Avichai Mendelbit, yang mengatakan bahwa ada bukti-bukti yang menyatakan bahwa memang terjadi pelanggaran. Danieli kemudian dipanggil untuk menghadiri sebuah sidang dengar pendapat di hadapan kepala direktorat prajurit IDF, mayor jenderal Avi Zamir. 

Kepala staf jenderal IDF, letnan jenderal Gabi Ashkenazi menghukum Danieli setelah dirinya menerima rekomendasi hukuman dari penasihat hukum jenderal, brigadir jenderal Avichai Mandelbit dan mayor jenderal Avi Zamir.

Berdasarkan regulasi IDF, pasangan dari seorang perwira militer hanya dipergolehkan untuk mengemudikan kendaraan dinas militer hanya jika perwira yang bersangkutan turut berada di dalam kendaraan tersebut.

Dalam sebuah upacara kelulusan yang diperuntukkan bagi para komandan senior pada hari Rabu pagi, Ashkenazi mengatakan, "Saya sama sekali tidak memiliki secuilpun toleransi untuk kasus-kasus seperti ini," katanya.

"Keburukan (kasus-kasus tersebut) mengharuskan kita untuk sadar dan mengawasi diri kita sendiri, menangani permasalahan tersebut dalam tingkatan apapun."

Ashkenazi juga menyatakan bahwa para komandan pasukan harus menekankan kepada para prajurit yang dibawahinya bahwa melaporkan penyimpangan militer bukanlah sebuah tindakan mengadu, namun sebuah tugas yang harus dilakukan oleh setiap anggota dan staf militer, sebuah tugas yang dapat meningkatkan kredibilitas unit-unit militer yang bersangkutan.

Dia menambahkan, "Segala macam kelalaian dan perilaku yang tidak layak (yang dilakukan oleh para perwira IDF) harus dihapuskan dan diberantas sampai ke akar-akarnya."

Pada bulan Juni, mantan komandan divisi Gaza, mayor jenderal Moshe Tamir dijatuhi sanksi dan diturunkan pangkatnya menjadi kolonel setelah dirinya kedapatan berbohong dalam sebuah laporan kecelakaan mobil, dia mengatakan bahwa dirinyalah yang mengemudikan kendaraan dinas padahal kendaraan tersebut dikemudikan oleh putranya yang baru berusia 14 tahun.

Sumber-sumber di IDF mengatakan bahwa kasus-kasus tersebut tidak menandakan adanya peningkatan korupsi dalam tubuh militer Israel, namun lebih kepada sebuah bagian dari upaya baru untuk menyingkirkan perilaku yang tidak baik.

"Para perwira harus tahu bahwa tindakan-tindakan semacam itu tidak dapat diterima dan mereka harus membayar mahal atas apa yang mereka lakukan," kata seorang staf militer. (dn/jp/hrz) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon