Iring-iringan rombongan kendaraan jenazah lancar masuk ke rumah duka. Begitu sampai, jasad Gus Dur langsung dikeluarkan dari mobil jenazah dan dibawa ke dalam rumah. Semua berjalan lancar karena situasi di rumah Gus Dur dibuat steril. Wartawan dan warga biasa tak boleh masuk sampai ke halaman rumah duka.
Sementara sejumlah tokoh masyarakat terus berdatangan ke rumah duka, di antaranya Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri berserta suami, Taufik Kiemas, mantan Presiden B.J. Habibie dan istri, bekas Wakil Presiden Tri Sutrisno, dan Adnan Buyung Nasution.
Menurut Bang Buyung--demikian Adnan Buyung disapa--Gus Dur adalah tokoh besar dan cendekiawan paling hebat. Almarhum adalah pejuang hak asasi manusia yang tak ada tandingannya.
"Beliau mampu menempatkan agama pada tempat yang amat rasional dan proporsional," ujar pendiri Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, ini.
Inayah Wahid, putri bungsu KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan doa, perhatian dan dukungan, dari sejak awal ayahnya sakit sampai wafatnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rabu sekitar pukul 18.45 Waktu Indonesia Barat.
Dalam keterangan persnya, Kamis (31/12) dini hari, Inayah menyatakan, semua perhatian dan dukungan itu menurutnya adalah buah yang selama ini telah ayahnya lakukan untuk semua.
"Insya Allah pukul 07.00 WIB jenazah diberangkatkan dari Bandara Halim Perdana Kusuma ke Surabaya. Dari Surabaya terus ke Jombang, tempat kelahiran Bapak," terang Inayah.
Rencananya jenazah Gus Dur akan dimakamkan berdekatan dengan kakeknya KH Hasyim Asyari, ayahnya KH Wahid HAsyim, dan ibunya Solihah Wahid HAsyim.
"Insya Allah beliau berada di tempat yang sebaik=baiknya, karena berada di antara makam orang-orang yang dikagumi dan disayangi," lanjut Inayah.
Gus Dur sampai akhir hayatnya menurut Inayah tidak meninggalkan pesan-pesan khusus. "Bapak biasa saja. Hanya saat di Jombang, bapak pernah mengatakan dirinya merasa dipanggil KH Hasyim Asyari," terang Inayah.
Di mata anak-anaknya, Gus Dur adalah sosok ayah yang demokratis, tidak pernah mengekang. Yang penting anak-anaknya bertanggung jawab atas apa yang menjadi pilihannya.
Gus Dur juga tidak takut dengan perbedaan. "What you see, what you get. Apa yang dilihat itulah Gus Dur sebenarnya," ujar Inayah. LIHAT VIDEO (mv2/sm) www.Suaramedia.com











