Minggu, 14 Maret 2010

Headlines:

Polri Siap Antisipasi Keamanan Demi Kedatangan Obama

E-mail Cetak PDF
Jakarta (SuaraMedia News) - Jaringan teroris di Indonesia diduga berencana melakukan serangan kepada Presiden Amerika Serikat, barack Obama yang rencananya akan berkunjung ke Indonesia November mendatang.

Juru Bicara Polri, Inspektur Jenderal Nanan Soekarna tak membenarkan informasi tersebut.

"Kalau ada pengamat yang mengatakan seperti itu, silakan saja tanya kepada yang bersangkutan. Tapi meski demikian, itu juga menjadi bagian dari informasi yang dikembangkan tim di lapangan," kata dia di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat  21 Agustus 2009.

Ditanya soal dugaan teroris akan menggunakan sniper untuk menembak Obama, Nanan juga mengaku tak tahu. "Tanya saja pengamat, tapi itu jadi masukan bahwa itu perlu diantisipasi kepolisian," tambah dia.

Sebelumnya, Pengamat intelijen, Dynno Chressbon mengatakan indikasi rencana penembakan atas Obama tersebut terkait dua buron teroris Ario Sudarsono dan Mohamad Syahrir, yang diduga telah dilatih khusus untuk menyerang Obama.

"Mereka berencana menyerang konvoi Obama di sekitar bandara, menggunakan MK-III (senjata)," kata Dynno seperti dimuat laman Times Online.

MK-III adalah senjata buatan Rusia dan biasa digunakan kelompok Taliban di Afganistan dan di wilayah konflik di Filipina Selatan.

Dua sniper tersebut diduga telah mendapatkan pelatihan di sebuah lokasi di Filipina Selatan.

Sementara itu, Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) RI Teuku Faizasyah mengatakan bahwa belum ada pembatalan rencana kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia.

"Sejauh ini kita tidak mendengar ada berita pembatalan, belum ada perubahan sikap, kunjungan masih on," kata Faiza di Ruang Palapa, Gedung Deplu, Jakarta, Jumat, terkait rencana kunjungan Obama pada akhir 2009.

Menurut dia, bahkan setelah peristiwa ledakan dua buah bom di dua hotel berbintang di Jakarta Juli lalu, belum ada informasi perubahan sikap dari pihak Gedung Putih.

Saat ditanya mengenai adanya pemberitaan media yang menyebutkan bahwa kunjungan Obama akan menjadi salah satu target serangan kelompok teroris asal Malaysia Noordin M Top, Faiza mengatakan bahwa Deplu belum dapat memastikan apakah informasi itu bersumber dari fakta atau analisa.

"Kami juga mengikuti dari media terbuka tentang skenario itu... tapi kami secara optimal menyiapkan kedatangan (setiap tamu negara) termasuk pengamanannya," ujarnya.

Indikasi kunjungan Obama ke Indonesia telah terlontar dalam beberapa kesempatan sebelum kemudian dikemukakan dalam pernyataan resmi oleh pihak Gedung Putih.

Setelah mengikuti pertemuan puncak Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Singapura, November 2009, Obama direncanakan mengunjungi negara-negara di kawasan Asia. Negara-negara yang akan dikunjungi Obama diperkirakan antara lain adalah Korea Selatan, China, Jepang dan Indonesia.(vvn/ant) www.suaramedia.com
blog comments powered by Disqus