Portal Berita Dunia Islam & Indonesia Terbaru & Terkini Hari Ini

Persaudaraan Muslim Yordania Turun Tangan Untuk Al Aqsa

E-mail Cetak PDF

Polisi Israel menyerbu Masjid Al Aqsa di Yerusalam untuk membubarkan ratusan warga Palestina. Tak pelak, mereka membalas dengan serangan batu termasuk menyerang warga Yahudi yang sedang beribadah. (Foto: reuters)AMMAN (SuaraMedia News)- Ribuan warga Yordania berpartisipasi dalam unjuk rasa besar-besaran, yang diorganisir oleh Muslim Brotherhood (Ikhwanul Muslimin) Yordania, untuk mendukung Masjid Aqsa dan situs-situs suci lainnya.

Unjuk rasa itu digelar di perbatasan dengan Palestina di dekat makam sahabat Nabi Muhammad, Abu Obeida Amer Ben al-Jarrah.

Para peserta menyerukan pada negara-negara Arab dan Islam untuk bergerak cepat menyelamatkan Masjid Aqsa, memperingatkan bahwa kebisuan mendorong Israel untuk melaksanakan skemanya terhadap Masjid Aqsa dan memperluas pemukiman.

Dr. Hammam Said, pemimpin Muslim Brotherhood, menyerukan kepada kaum Muslim untuk mempertahankan Masjid Aqsa.

Ia menolak untuk kembali ke negosiasi dengan Israel karena negosiasi semacam itu hanya berfungsi menutupi kelanjutan Yahudisasi Yerusalem yang dilakukan Israel, dan menekankan bahwa bahasa kekerasan saja dapat memberikan hasil, mengembalikan hak-hak, dan melindungi tempat-tempat suci.

Duet Brown – Sarkozy “Serang” Sisi Proteksionisme AS

E-mail Cetak PDF

Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy, bersama Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown dalam sebuah pertemuan di Downing Street pada 12 Maret 2010. (Foto: Getty Images)LONDON (SuaraMedia News) - Pada hari Jumat (12/03), para pemimpin Inggris dan Perancis sama-sama menuding Amerika Serikat telah melakukan proteksionisme. Tudingan tersebut dilontarkan sehubungan dengan sebuah kontrak untuk membuat armada pesawat tanker untuk Angkatan Udara AS.

Sebuah konsorsium pimpinan Eropa pekan ini menarik diri dari tender untuk memperebutkan kontrak senilai $35 miliar tersebut karena menuding Pentagon memberikan prioritas terhadap perusahaan AS, Boeing, yang turut bersaing dalam tender tersebut.

"Bukan seperti ini cara Amerika Serikat memperlakukan para sekutu Eropanya," kata Presiden Perancis Nicolas Sarkozy.

"Jika mereka ingin menjadi ujung tombak upaya memerangi proteksionisme, maka mereka tidak seharusnya memberikan contoh yang salah mengenai proteksionisme," tambahnya. "Dalam hidup, ada hal yang dikatakan, dan ada yang dilakukan."

Perdana Menteri Gordon Brown mengaku kecewa dengan hal tersebut. "Kami mendukung perdagangan bebas, pasar terbuka, dan persaingan yang sehat," katanya.

AS Bantah Keterlibatan Militernya Dalam Konflik Somalia

E-mail Cetak PDF

Pasukan militer AS dalam sebuah intervensi di Somalia pada tahun 1992. Pemerintahan AS membantah bahwa mereka berencana melibatkan diri dalam pertempuran di Somalia. (Foto: AP)WASHINGTON (SuaraMedia News) - Pada hari Sabtu (13/03) Amerika Serikat membantah bahwa pihaknya menyusun rencana untuk melibatkan diri dalam pertempuran di Somalia dan mengirimkan pasukan militer. AS mengklaim bahwa dukungan yang diberikan kepada pemerintah
Somalia tidak termasuk pelatihan dan pendanaan sektor keamanan.

Laporan sejumlah media setempat menyebutkan bahwa korban jiwa yang jatuh di Somalia dalam perang selama empat hari di Mogadishu meningkat mendekati angka 200.

Johny Carson, wakil menteri luar negeri AS untuk urusan Afrika, mengatakan: "Kami mengawasi pertempuran Mogadishu karena masalah Somalia mempengaruhi seluruh wilayah Afrika, dan harus ada prioritas dalam menyelesaikan permasalahan Somalia, dan benua Afrika pada umumnya."

Carson menambahkan, "Tahun lalu, Washington mengucurkan bantuan sebesar $185 juta untuk mendanai pasukan perdamaian Afrika yang ditugaskan di negara tersebut. Bantuan tersebut juga dialirkan dlam upaya melatih pasukan Somalia di luar wilayah Somalia."

Hillary clinton: Rencana Israel Adalah Sinyal Negatif

E-mail Cetak PDF

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bersama dengan Menteri Luar Negeri AS, Hillary clinton dalam sebuah pertemuan di yerusalem pada 31 Oktober 2009. (foto: ap)WASHINGTON (SuaraMedia News) – Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menegur keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa rencana untuk memperluas pemukiman Yerusalem mengirimkan sinyal yang sangat negatif terhadap hubungan antara Israel dan AS.

Pada hari kamis (11/03), Israel mengumumkan dalam sebuah kunjungan resmi dari Wakil Presiden AS Joe Biden ke negara tersebut bahwa 1,600 perumahan baru akan dibangun di Yerusalem timur, yang didominasi oleh penduduk Arab.

Pengumuman itu memberikan sinyal yang sangat negatif atas pendekatan Israel terhadap hubungan bilateral dan bertentangan dengan semangat kunjungan Biden, ujar Clinton kepada Netanyahu melalui saluran telepon.

Juru bicara Departemen Luar Negeri, Philip Crowley, menambahkan bahwa Clinton menekankan aksi tersebut telah melemahkan kepercayaan dan keyakinan dalam proses perdamaian dan kepentingan Amerika.

Itu adalah teguran keras yang tidak biasanya dari AS untuk sekutu regional utamanya dan muncul saat Israel menutup Tepi Barat di tengah ketegangan Yerusalem atas rencana tersebut.

Abbas Tuding Iran Dalangi Kegagalan Rekonsiliasi Dengan Hamas

E-mail Cetak PDF

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dalam kunjungan selama tiga hari ke Tunisia yang dimulai pada 11 Maret 2010. (Foto: Getty Images)TUNIS (SuaraMedia News) - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam Iran pada hari saptu (13/02). Ia menyalahkan Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kegagalan proses rekonsiliasi antara gerakan sekuler Fatah dengan gerakan Islam Hamas.

"Iran tidak ingin Hamas menandatangani dokumen rekonsiliasi Kairo," kata Abbas dalam sebuah pertemuan yang dihelat di ibukota Tunisia.

Fatah dan Hamas berunding selama berbulkan-bulan untuk mencapai kata sepakat dan bersatu dengan Mesir sebagai penengah, namun upaya rekonsiliasi terakhir amnbruk pada penghujung tahun lalu, ketika Hamas menolak menyetujui proposal yang ditandatangani Fatah.

Abbas mengatakan, meski para pemimpin Hamas awalnya mengisyaratkan tanda-tanda setuju terhadap dokumen tersebut, mereka kemudian menyampaikan sejumlah alasan dan menolak menandatangani dokumen tersebut.

Pemimpin Fatah tersebut mengatakan, tujuan utamanya adalah "menghilangkan pengaruh Iran terhadap semua orang."

Hamas mengambil alih Jalur Gaza pada tahun 2007 setelah pertempuran sengit yang mematikan, satu tahun berselang setelah memenangkan pemilihan legislatif Palestina secara jujur.

Hal 1 dari 2