KABUL (Berita SuaraMedia) – Lebih dari seperempat penerjemah yang bertugas mendampingi prajurit AS di Afghanistan ternyata gagal dalam ujian kemahiran berbahasa, tapi mereka tetap saja dikirimkan ke medan perang. Hal itu diungkapkan oleh seorang mantan karyawan perusahaan yang dikontrak hingga $1,4 miliar untuk memasok tenaga penerjemah untuk pasukan AS.
"Saya menduga ada seseorang – dan saya tak tahu siapa kala itu – yang mengubah nilai-nilai (tes) dari nol hingga memenuhi syarat kelulusan," kata Paul Funk, yang dulu bertugas mengawasi penyebaran ahli bahasa Afghanistan untuk Mission Essential Personnel (MEP), kontraktor yang berbasis di Columbus, Ohio. "Banyak peserta yang gagal dinyatakan lulus."
Ketika ditanya mengenai dugaan tersebut, para perwira militer AS mengatakan kepada kantor berita ABC News bahwa mereka tengah menyelidiki perusahaan tersebut.
Funk mengemukakan klaimnya dalam tuntutan hukum pembocoran rahasia awal tahun ini terhadao Mission Essential Personnel, ia mengatakan bahwa perusahaan tersebut menutup mata terhadap kecurangan ujian bahasa yang dilakukan via telepon dan mempekerjakan orang-orang yang tidak memenuhi standar bahasa yang ditetapkan militer AS dan tidak mengungkapkannya dalam kontrak perusahaan.



KOPENHAGEN (Berita SuaraMedia) – Perusahaan Boeing mengumumkan bahwa pihaknya telah berhasil menyelesaikan program kerja sama industri yang ada hubungannya dengan kelanjutan dukungan terhadap sistem persenjataan Harpoon untuk Angkatan Laut Kerajaan Denmark.
TEHERAN (Berita SuaraMedia) – Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad mengatakan bahwa klaim Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terhadap Iran dibuat berdasarkan tekanan dari AS.
JERICHO (Berita SuaraMedia) – Pimpinan Organisasi Pembebasan Palestina (Palestinian Liberation Organisation – PLO) Saeb Erekat mengeluarkan sebuah pernyataan yang menduga pidato televisinya kepada Israel yang meminta bahwa mereka bisa menjadi "rekan damainya" telah diubah.
BAGHDAD (Berita SuaraMedia) - Pasukan Amerika dan Irak membuka investgasi setelah dua tentara Amerika ditembak jatuh oleh seorang rekan Irak setelah perdebatan tentang pertandingan olah raga.