Portal Berita Dunia Islam & Indonesia Terbaru & Terkini Hari Ini

Penerjemah AS Ternyata Tak Bisa Bahasa Afghan

E-mail Cetak PDF

Seorang tentara AS mencoba berbicara dengan beberapa warga Afghanistan yang tengah berada di lahan opium. Lebih dari seperempat penerjemah yang bertugas mendampingi prajurit AS di Afghanistan ternyata gagal dalam ujian kemahiran berbahasa. (Foto: Getty Images)KABUL (Berita SuaraMedia) – Lebih dari seperempat penerjemah yang bertugas mendampingi prajurit AS di Afghanistan ternyata gagal dalam ujian kemahiran berbahasa, tapi mereka tetap saja dikirimkan ke medan perang. Hal itu diungkapkan oleh seorang mantan karyawan perusahaan yang dikontrak hingga $1,4 miliar untuk memasok tenaga penerjemah untuk pasukan AS.

"Saya menduga ada seseorang – dan saya tak tahu siapa kala itu – yang mengubah nilai-nilai (tes) dari nol hingga memenuhi syarat kelulusan," kata Paul Funk, yang dulu bertugas mengawasi penyebaran ahli bahasa Afghanistan untuk Mission Essential Personnel (MEP), kontraktor yang berbasis di Columbus, Ohio. "Banyak peserta yang gagal dinyatakan lulus."

Ketika ditanya mengenai dugaan tersebut, para perwira militer AS mengatakan kepada kantor berita ABC News bahwa mereka tengah menyelidiki perusahaan tersebut.

Funk mengemukakan klaimnya dalam tuntutan hukum pembocoran rahasia awal tahun ini terhadao Mission Essential Personnel, ia mengatakan bahwa perusahaan tersebut menutup mata terhadap kecurangan ujian bahasa yang dilakukan via telepon dan mempekerjakan orang-orang yang tidak memenuhi standar bahasa yang ditetapkan militer AS dan tidak mengungkapkannya dalam kontrak perusahaan.

Boeing Rampungkan Kerja Sama Peluru Kendali Denmark

E-mail Cetak PDF

Perusahaan Boeing mengumumkan bahwa pihaknya telah berhasil menyelesaikan program kerja sama industri yang ada hubungannya dengan kelanjutan dukungan terhadap sistem persenjataan Harpoon untuk Angkatan Laut Kerajaan Denmark. (Foto: Wired)KOPENHAGEN (Berita SuaraMedia) – Perusahaan Boeing mengumumkan bahwa pihaknya telah berhasil menyelesaikan program kerja sama industri yang ada hubungannya dengan kelanjutan dukungan terhadap sistem persenjataan Harpoon untuk Angkatan Laut Kerajaan Denmark.

Boeing merampungkan kerjanya sebelum jadwal yang diharuskan selama enam tahun sejak Oktober 2004, hal itu memperlihatkan kelanjutan keberhasilan perusahaan tersebut untuk memenuhi komitmen kerja sama industrinya.

Boeing menggarap lebih dari 100 proyek potensial dengan lebih dari 45 perusahaan dan institusi Denmark untuk mengenalkan teknologi baru dalam bidang pertahanan dan dirgantara kepada Denmark.

Peluang-peluang tersebut akan diperluas hingga melampaui bidang luar angkasa dan proyek penelitian serta kerja sama teknologi untuk  mempercepat pertumbuhan secara signifikan di berbagai bidang industri Denmark.

Perusahaan Denmark, Terma A/S memberikan simulator peluru kendali Harpoon kepada Boeing, sementara Danish Aerotech A/S mengikat kontrak dengan Boeing untuk mengirimkan struktur peluncur aluminium pendukung untuk menembakkan Harpoon dari pesawat.

Sistem persenjataan Harpoon memberikan panduan jarak jauh yang akurat untuk mendukung misi serangan darat dan antipesawat.

Ahmadinejad: Pernyataan IAEA Disetir Tekanan AS

E-mail Cetak PDF

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad tiba untuk menggelar pertemuan dengan duta besar negara-negara Arab di Doha, Qatar pada 5 September 2010. Dalam pertemuan itu, para pemimpin Arab sepakat bahwa serangan apapun terhadap Kerajaan Islam akan berdampak pada kehancuran Israel. (Foto: AP)TEHERAN (Berita SuaraMedia) – Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad mengatakan bahwa klaim Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terhadap Iran dibuat berdasarkan tekanan dari AS.

"Pernyataan yang dirilis ketua IAEA terhadap negara kami dibuat berdasarkan tekanan dari pemerintah AS, dan pada saat bersamaan (IAEA) menolak memberikan bukti kepada kami. Oleh karena itu, komentar-komentar semacam itu hanyalah retorika politik yang tidak punya legalitas," kata Presiden Ahmadinejad dalam wawancara dengan Nova TV dari Belanda yang dirilis pada hari Rabu.

"Sudah jadi rahasia umum bahwa IAEA disetir oleh tekanan politik dari negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, dan hal ini dilakukan sebagai alasan karena IAEA telah gagal melucuti negara-negara bersenjata nuklir dan mencegah pemanfaatan senjata nuklir," tambahnya.

Menurut Ahmadinejad, AS menggunakan pengaruhnya di IAEA dan Dewan Keamanan PBB untuk menumpuk tekanan terhadap Iran terkait program nuklir negara tersebut.

Ahmadinejad mengatakan bahwa peraturan yang ada tidak memungkinkan AS, sebagai anggota Badan Energi Atom Internasional, menyampaikan klaim melawan Iran.

Presiden Iran tersebut menegaskan, kerja sama Iran dengan IAEA telah dilakukan melampaui kewajiban hukum yang diharuskan.

Pidato "Rekan Damai" Erekat Telah Direkayasa Israel

E-mail Cetak PDF

Pimpinan Organisasi Pembebasan Palestina, Saeb Erekat mengeluarkan sebuah pernyataan yang menduga pidato televisinya kepada Israel yang meminta bahwa mereka bisa menjadi rekan damainya telah direkayasa. (Foto: AFP)JERICHO (Berita SuaraMedia) – Pimpinan Organisasi Pembebasan Palestina (Palestinian Liberation Organisation – PLO) Saeb Erekat mengeluarkan sebuah pernyataan yang menduga pidato televisinya kepada Israel yang meminta bahwa mereka bisa menjadi "rekan damainya" telah diubah.

Pejabat negosiasi mengatakan tentang video tersebut bahwa "Sayangnya, pernyataan saya diubah dan dikontekskan seakan-akan saya meminta maaf kepada Israel. Hal ini berkebalikan dengan apa yang saya katakan, saya tidak mengatakan semua hal tersebut sama sekali. Saya berbicara sebagai seorang negosiator dan yang saya maksudkan bahwa sebagai negosiator Palestina dan Israel kita telah tidak dapat muncul dengan sebuah solusi setelah bertahun-tahun."

Ia melanjutkan, "Saya tidak pernah bermaksud untuk mengatakan maaf kepada Israel, merekalah yang seharusnya meminta maaf atas apa yang mereka telah lakukan kepada orang-orang Palestina dan tindakan-tindakan yang telah menghina negara kita. Warga Palestina adalah Negara yang patut menerima sebuah permintaan maaf."

Video tersebut, disingkirkan dari YouTube namun masih tersedia pada website yang mensponsori organisasi tersebut, adalah bagian dari serangkaian pejabat Palestina dalam jumlah yang besar, dalam sebuah upaya untuk "menciptakan sebuah konsensus dengan publik Israel dan kemudian menggerakkan kepemimpinan dan menciptakan sebuah rekan perdamaian yang sebenarnya," Direktur Umum dari Inisiatif Jenewa Palestina, Nidal Foqaha mengatakan kepada kantor berita Ma’an.

Pertikaian Olah Raga Irak Tewaskan 2 tentara AS

E-mail Cetak PDF

Beberapa tentara AS melewati akademi kepolisian di Basra pada 8 September 2010. Sekitar 50.000 pasukan AS masih berada di Irak setelah penarikan pasukan di bawah mandat Presiden Barack Obama. (Foto: Reuters)BAGHDAD (Berita SuaraMedia) - Pasukan Amerika dan Irak membuka investgasi setelah dua tentara Amerika ditembak jatuh oleh seorang rekan Irak setelah perdebatan tentang pertandingan olah raga.

Penembakan itu, yang juga melukai sembilan tentara Amerika lainnya, menghasilkan kematian militer Amerika pertama di Irak setelah Washington mengumumkan penghentian resmi atas operasi perang di Irak minggu lalu.

Serangan itu terjadi hari Selasa sore di Pangkalan Udara Al-Saadiq, Irak, dekat kota Tuz Khurmatu di propinsi Salahuddin sementara perusahaan militer Amerika mengunjungi pasukan keamanan lokal, ujar pejabat resmi Amerika dan Irak.

"Tentara Irak dan penasihat militer Amerika sedang berolah raga ketika pertengkaran terjadi antara tentara Irak dan seorang warga Amerika," juru bicara kementrian pertahanan Mayor Jenderal Mohammad Al-Askari mengatakan pada Kantor Berita AFP.

"Tentara Irak memulai tembakan pada mereka," ujar Askari, dengan menyebut nama penembak, Soran Rahman Saleh Wali.

"Tentara Amerika membunuh tentara Irak. Kami telah membuka penyelidikan tingkat tinggi terhadap persoalan ini."

Sebuah pernyataan dari militer Amerika Serikat mengatakan: "Sebelas tentara Amerika terlibat dalam serangan tembak kecil, dua orang tewas dan sembilan luka-luka, di dalam lokasi komando militer Irak."