Saverin lebih lancar dan lebih berhasil dalam kuliah dibandingkan Zuckerberg yang dikenal pendiam tapi ambisius.
Menurut Mezrich, lahirnya Facebook itu tak lepas dari ulah Zuckerberg yang mabuk karena alkohol karena diputuskan cintanya oleh wanita.
Dia berulah dengan menghacking server asrama Harvard, dan mendownload foto-foto mahasiswi. Untuk kemudian membuat Facemash, sebuah situs di mana user dapat membandingkan dua foto dan memilih siapa yang paling cantik.
Situs Facemash Zuckerberg semakin popular dikalangan mahasiswa dan menyebabkan jaringan kampus menjadi macet. Zuckerberg diminta meimatikan situs tersebut, namun ia mendapat hukuman peringatan dari universitas karena melanggar privacy individu mahasiswi.
Kenakalan lain dilakukan oleh tiga mahasiswa Harvard, Divya Narendra dan si kembar Cameron dan Tyler Winklevoss. Mereka menunjuk seorang programmer untuk membuat situs jejaring sosial dan perkencanan yang disebut Harvard Connection.
Akhirnya mulai berjalan meski tidak sampai terselesaikan. Hal itu disebabkan Zuckerberg dengan dukungan keuangan dari Saverin membuat situs sendiri yang bernama the facebook.com.
Namun kini Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg dituduh telah meretas (hacking) akun email pesaing dan wartawan. CEO situs jejaring sosial populer yang memiliki 400 juta pengguna itu dianggap sedikitnya melakukan dua pelanggaran.
Itu terungkap dalam laporan investigasi yang ditulis oleh BusinessInsider.com pada 5 Maret 2010. Setelah melakukan dua tahun investigasi, majalah itu mengklaim memiliki bukti peretasan oleh pendiri Facebook itu pada 2004.
Pertama adalah ketika Zuckerberg menemukan bahwa reporter dari koran Harvard "The Crimson" yang berniat menulis berita buruk tentang dirinya pada 2004. Dia menggunakan data login Facebook reporter untuk meretas akun mereka.
Kedua, BusinessInsider menuding Zuckerberg telah meretas akun pesaingnya di Harvard yang menuduhnya telah mencuri ide mereka untuk media jejaring sosial. Dia kemudian melakukan sabotase atas media jejaring sosial saingan yang tengah dibangun.
Sengketa itu bermula dari tuduhan tiga seniornya di Harvard, yakni Cameron Winklevoss, Tyler Winklevoss, dan Divya Narendra. Mereka menuding Zuckerberg bertujuan menyesatkan mereka bahwa dia akan membantu membangun jejaring sosial, HarvardConnection.com. Yang terjadi sebaliknya, Zuckerberg memakai ide mereka untuk membuat produk saingan.
Setelah Zuckerberg meluncurkan TheFacebook.com pada Februari 2004, Cameron, Tyler dan Divya merekrut sejumlah developer untuk membuat HarvardConnection. Pada pertengahan Mei 2004, ketiganya siap meluncurkan HarvardConnection yang kemudian berubah menjadi ConnectU.
Kemudian, editor "The Crimson" menerima email di inbox mereka dari Cameron Winklevoss, salah satu pendiri ConnectU. Email itu menyatakan bahwa TheFacebook.com yang dibuat oleh Zuckerberg telah menipu tim ConnectU.
Atas klaim mereka, reporter Crimson kemudian mengkonfirmasikan kepada Zuckerberg tentang tuduhan tersebut. Dia rupanya dapat meyakinkan kepada media tersebut bahwa jejaring sosial itu berbeda dengan rencananya membangun HarvardConnetion.com yang lebih fokus pada website untuk kencan.
Setelah berita itu muncul, tampak cemas bahwa "The Crimson" akan meneruskan kisah itu. Zuckerberg kemudian berhasil meyakinkan media kampus tersebut soal tuduhan negatif itu, sehingga "The Crimson" tak meneruskan berita tentang ini.
Namun, Winklevoss bersaudara kemudian mengirimkan pesan lagi kepada "The Crimson" bahwa di Harvard ada korban lain. Namanya, John Thomson yang juga mengaku bahwa Zuckerberg telah mencuri ide tampilan miliknya untuk TheFacebook yang disebutnya sebagai "Visualize Your Buddy.". Dari berbagai sumber www.suaramedia.com.














