Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Google Merilis Perangkat Baru Pencarian Data Publik

E-mail Cetak PDF

SAN FRANSISCO (Berita SuaraMedia) - Google tengah membangun kerjasama dengan World Bank dan lembaga pusat data statistik lainnya agar bisa menghadirkan data visual dalam Google Labs.

Perangkat baru yang dinamakan Google Public Data Explorer itu mulai diperkenalkan awal pekan ini. Seperti dilansir Cnet, Selasa (9/3/2010), situs tersebut menyimpan data publik berkaitan dengan sekolah, populasi, kejahatan,  bahkan nama-nama untuk membangun peta dan grafik yang membantu mengilustrasikan sebuah tren.

Google juga merilis daftar istilah yang paling dicari, yang dapat dijawab dengan data publik, berdasarkan analisa pencarian data anonim.

Data mengenai perbandingan sekolah dan pengangguran masuk kedalam daftar pertanyaan yang paling dicari, disusul kemudian data mengenai populasi, pajak penjualan dan gaji.

Daftar hasil pencarian yang disediakan dapat diubah kedalam bentuk grafik atau tabel bergerak selama periode waktu tertentu.

Selain mengajak World Bank, Bureau of Labor Statistics dan Census Bureau sebagai partnernya Google juga menambah partner lain yaitu Organization for Economic Co-Operation and Development, California Department of Education, Eurostat, Center for Disease Control, dan Bureau of Economic Analysis untuk bergabung menjadi penyedia data di hasil pencarian Gogole

Namun disisi lain Perseteruan antara Google dengan Pemerintah China hingga kini belum menemui titik terang penyelesaian. Pemerintah China menegaskan kembali, bila Google berharap masih bisa beroperasi di China maka raksasa mesin pencari itu wajib mengikuti aturan main yang berlaku di negeri tirai bambu tersebut.

Pernyataan tersebut diungkapkan, menteri Industri dan teknologi informaasi China, Li Yizhong seperti dilansir AsiaOne.

"Jika Google ingin tetap beroperasi di China mereka harus tunduk pada aturaan yang berlaku," tegas Li Yizhong.

Ketika ditanya tentang pertemuan antara Google dengan Pemerintah untuk menyelesaikan perseteruan tersebut Li enggan untuk menjawab secara rinci.

"Untuk masalah ini, Google tahu apa yang terbaik untuk perusahaannya sendiri," tandas Li.

Seperti diketahui, pada 18 Januari lalu, Google melontarkan pernyataan tentang rencana kepergiannya dari China. Selain, serangan hacker ke mesin pencari-nya, Google juga merasa gerah dengan kebijakkan pengawasan internet yang berlaku di China. (z2k) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon