Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

China Pancing USA Perang Dunia Cyber

E-mail Cetak PDF

NEW YORK  (Berita SuaraMedia) - China dinilai terus memancing terjadinya perang cyber, terutama dengan negara-negara barat seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa.

Sepanjang tahun 2009 tingkat serangan terus mengalami peningkatan bahkan mencapai 1,6 miliar serangan per bulan ke sistem-sistem sentral milik AS.

Uni Eropa dan NATO mengingatkan agar setiap negara anggotanya memperkuat keamanan sistem jaringannya, terutama memperketat keamanan untuk data-data intelijen.

Seorang sumber Times dari NATO, Rabu (10/3/2010), mengatakan China telah menjadi negara paling aktif untuk urusan serangan cyber, terutama sejak 12 bulan terakhir.

"Kami secara reguler telah mengingatkan sejumlah negara untuk memperkuat keamanan internalnya," kata sumber tersebut.

Sasaran utama para penyerang dari China adalah sistem jaringan institusi pemerintahan dan Militer AS. China dinilai punya kepentingan untuk menyerang AS terutama untuk mengumpulkan data-data rahasia intelijen.

Inggris sendiri telah membentuk pasukan khusus untuk menghalau setiap serangan di dunia maya, kemungkinan tim tersebut akan beroperasi mulai Maret 2010.

Inggris sengaja membentuk tim khusus, mengingat kedua negara tersebut sering berbagi informasi intelijen sehingga kemungkinan menjadi target serangan. Jonathan Evans, Director-General of MI5 mengatakan, sejumlah negara pernah mendapatkan serangan pada tahun 2007. Namun ia tak menyebutkan secara rinci negaa mana saja yang mendapatkan serangan. Tapi disinyalir serangan tersebut berasal dari China.

Sementara itu menanggapi hal itu,  Indonesia tengah mempersiapkan sistem teknologi informasi terpadu untuk mengantisipasi perang melalui dunia maya (cyber war) tersebut, yang telah dirintis sejumlah negara.

"Perang informasi, perang teknologi menjadi tantangan global saat ini. Karenanya kita tidak mungkin untuk mengabaikannya, kecuali membangun sistem teknologi informasi yang memadai, kuat dan solid," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta.

Ia menjelaskan, salah satu komponen yang akan diperkuat adalah peran, fungsi dan teknologi media untuk menjadi sarana untuk mengantipasi perang informasi dan teknologi, perang melalui dunia maya.

"Media merupakan salah satu komponen pertahanan non militer yang dapat diberdayakan untuk mendukung sistem pertahanan negara yang kuat, salah satunya dengan memberdayakan media untuk mengantisipasi perang melalui dunia maya, perang teknologi informasi," tutur Sjafrie.

Terkait itu Kementerian Pertahanan akan mengadakan lokakarya yang melibatkan pengusaha dan pelaku media untuk merumuskan sistem teknologi informasi terpadu dalam menghadapi perang teknologi informasi melalui dunia maya.

Sjafrie menegaskan, selain perang konvensional yang harus tetap diantisipasi dengan pergelaran kekuatan militer memadai, ancaman perang inkonvensional seperti perang teknologi informasi, dunia maya, juga harus diantisipasi dan dikelola dengan baik.

"Kami memang belum bisa memodernisasi alat utama sistem senjata yang ada dengan maksimal, karena keterbatasan anggaran namun itu akan tetap kami lakukan bertahap, sambil mengantisipasi ancaman perang inkonvensional, sesuai perkembangan lingkungan strategis yang ada," katanya. (zk/an) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon