Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Presiden Venezuela Kecam Kebebasan Internet

E-mail Cetak PDF

CARACAS (Berita SuaraMedia) - Presiden Venezuela Hugo Chavez mulai geram dengan kebebasan tanpa batas yang ada di internet.

Bahkan ia mengumumkan akan membuat regulasi terkait kebebasan di dunia maya.

"Internet tidak bisa lagi menjadi media yang terbuka. Semua negara harus memiliki peraturan dan norma tersendiri," ujar Chavez seperti diberitakan oleh Reuters.

Bahkan, lanjut Chavez, salah satu pemimpin negara yang memiliki ketakutan yang sama terhadap internet adalah pemimpin Jerman Angel Merkel.

Kegeraman Chavez ini berawal dari pemberitaan yang dimuat selama dua hari di sebuah media online bernama Noticierodigital. Dalam berita tersebut tertulis bahwa salah satu menteri di era Chavez, Diosdado Cabello telah mati dibunuh. Ini juga merupakan isu yang telah lama digembar-gemborkan para politikus di Venezuela, khususnya dari pihak oposisi.

"Kami harus segera bertindak dan akan meminta bantuan pihak hukum untuk menyelesaikannya. Pemberitaan ini bisa dibilang sebagai sebuah kejahatan. Bahkan saya mendengar kabar bahwa situs ini juga membuat berita secara periodik yang mengarah pada kudeta. Ini tidak bisa dibiarkan," papar Chavez.

Tidak hanya situs berita, jejaring sosial macam Facebook dan Twitter pun cukup populer digunakan oleh para oposisi Venezuela sebagai media protes atas kebijakan pemerintah yang dianggap tidak sesuai. Chavez pun mempermasalahkan fungsi situs dan jejaring sosial yang selalu digunakan untuk menyebar rumor.

Setelah pengumuman Chavez ini, banyak pendapat yang menngkhawatirkan Cuba akan berubah seperti Cuba, China dan Iran. Namun sayangnya, Chavez sendiri belum memberikan secara detil peraturan yang akan dibuat

Namun Di saat Venezuela masih sibuk membuat peundag-undangan tentang internet, China malah sudah melakukan tindakan-tindakan pengamanan mulai dari situs porno sampai kejahatan di Internet Sejak tahun lalu.

Contohnya pada tahun 2009 lalu, pemerintahnya telah berhasil memblokir lebih dari 15.000 situs yang menghadirkan konten pornografi. Pemblokiran ini merupakan upaya dari kebijakan perlindungan warga dan anak-anak dari bahaya konten negatif di internet.

"Tahun lalu, lebih dari 1,5 juta konten cabul telah berhasil kami hilangkan dari internet," ujar Wakil Direktur Badan Sensor dan Larangan Publikasi China (GAPP) Mao Xiaomao, seperti diberitakan oleh kantor berita AFP.

Pengadilan China sendiri dikabarkan sedang memproses 1,273 kasus yang berkaitan dengan kejahatan internet, khususnya pornografi, yang melibatkan sekira 1,580 orang pelaku pada tahun lalu.

Tahun ini, pemerintahan China akan semakin memperketat kebijakan beraktivitas di dunia maya, sebagai bagian dari upaya pertahanan dan keamanan negara China.

Sebelumnya, pada 31 Desember 2009, China mengumumkan telah menangkap 5.000 orang yang diduga sebagai pelaku internet pornografi. Bahkan China menganugerahi uang senilai USD1.466 kepada seorang pelajar yang telah melaporkan sebuah situs pornografi yang ada di internet.

Segala macam aksi sensor yanng dilakukan oleh pemerintah China sempat menuai protes karena dianggap mengganggu kebebasan berpendapat di negara tersebut. Bahkan operasional beberapa perusahaan internet dunia seperti Google dan Microsoft sempat terancam karena aksi sensor yang superketat ini.

Akibat aksi sensor tersebut, China dijuluki sebagai 'Great Firewall of China'. (z2k) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon