Desa Parum berpopulasi 70 orang sepakat menandatangi petisi yang dialamatkan ke Federal Data Protection Officer Peter Schaar. Penduduk ingin desa mereka bersih dari Street View sebelum akhir tahun.
Jika petisi ini tak berpengaruh, 25 kepala keluarga berencana mendaftar ke Google untuk mengaburkan rumah mereka karena alasan privasi.
"Desa Parum bukanlah desa Google, kata pensiunan guru yang tinggal di desa itu," Wilhelm Meier.
Street View memungkinkan pengguna berjalan-jalan ke seluruh kota menggunakan foto yang diambil oleh kendaraan khusus yang telah online di 20 negara. Di Jerman, Street View mendapat tentangan dari banyak pihak.
Sebagai kelonggaran mengenai masalah ini, Google memberikan izin kepada orang untuk menghilang dari layanan.
Google menjanjikan untuk mengaburkan rumah mereka. Firma ini telah mengumumkan hal itu pada 21 Oktober lalu pada jutaan warga Jerman.
Selasa lalu, Google meluncurkan layanan Street View mereka di kota kecil Oberstaufen di Bavaria, selatan Jerman.
Google berencana meluaskan layanannya di 20 wilayah terbesar Jerman tahun ini, termasuk Berlin, Frankfurt, Munich dan Hamburg.(ar/inl/ok) www.suaramedia.com
Berita Lainnya:
- Dobrak Etika, Ratu Inggris Ikut 'Nyemplung' Ke Dunia Facebook
- RockMelt, Browser Unik Yang Bergelut di Zona Jejaring Sosial
- Berambisi Jadi Raja, Google Blokir Layanan Facebook
- Para Hacker Bahu-Membahu Bantu Korban Bencana Merapi
- Mozilla Tambah 'Persenjataan' FireFox 4 Beta
Berita Sebelumnya:














