Seperti diberitakan Reuters, Dalam blognya, seorang hacker (peretas) asal Rumania yang mengaku bernama TinKode mengklaim berhasil menjebol sistem keamanan situs http://www.royalnavy.mod.uk tersebut sejak Jumat lalu. Sampai berita ini ditulis, bahkan situs tersebut masih belum aktif kembali dan di halaman depan terdapat pesan bahwa situs tengah diperbarui dan silakan kembali lagi nanti.
"Kami bisa pastikan, memang benar ada serangan pada situs Royal Navy pada akhir pekan lalu," sebut pernyataan resmi angkatan laut Inggris.
Serangan itu disebutkan tak menyebabkan kerusakan.
"Tapi sebagai kehati-hatian, situs Royal Navy untuk sementara akan dimatikan. Tim security sedang menyelidiki (insiden ini)," tandas pernyataan itu.
Angkatan Laut Inggris pernah disebut-sebut sebagai armada yang paling ditakuti di dunia.
Angkatan ini merupakan yang paling tua di Inggris dibandingkan angkatan bersenjata lainnya.
Serangan pada situs Royal Navy terjadi hanya beberapa minggu setelah Inggris menguatkan program keamanan cyber nasionalnya. Program itu memiliki anggaran hingga 650 juta pound (sekitar Rp 9,3 triliun).
Bulan lalu, seperti dilansir Telegraph, lembaga analisis pertahanan Strategic Defence Review menyatakan bahwa serangan cyber merupakan salah satu ancaman serius di samping terorisme dan bencana alam. Bahkan, serangan di dunia maya bisa dimanfaatkan sebagai bentuk terorisme gaya baru. (ar/km/dt) www.suaramedia.com
- Terkait Insiden Salaman, Tifatul Jadi Bahan 'Sentilan' Facebooker
- Tuai Kontroversi, Facebook Ratu Inggris Hujan Kecaman
- Akali Pemblokiran Google, Facebook Siapkan Senjata Rahasia
- Insiden Salaman Tifatul-Michelle 'Curi' Perhatian Media Dunia
- Bandingkan Pidato Obama Dan SBY, Indonesia 'Berkicau' di Twitter














