Minggu, 14 Maret 2010

Headlines:

Gara-gara Facebook, Suami Tega Bunuh Istri

E-mail Cetak PDF

LONDON (SuaraMedia) Seorang pria tega membunuh mantan istrinya. Penyebabnya hal sepele, yakni setelah mengetahui kalau mantan istrinya tersebut telah mengubah status 'single' di Facebooknya.

Edward Richardson, pria asal London, Inggris, diputuskan bersalah dan dihukum penjara selama 18 tahun. Dia terbukti telah menikam mantan istrinya, Sarah, hingga tewas.

Richardson berdalih, dia tega melakukan itu semua karena kesal melihat status Facebook istrinya, berganti dari 'married' menjadi 'single'.

"Richardson marah karena melihat status mantan istrinya telah diubah di Facebook. Dan itu yang membuatnya gelap mata," terang juru bicara pengadilan Fiona Cortesse, seperti yang dilansir AFP, Sabtu (24/1/2009).

Padahal, baik Ricahrdson maupun Sarah telah lama berpisah karena sering mengalami cekcok. Kendati demikan, meskipun telah berpisah Richadson tidak rela kalau Sarah mengubah statusnya di situs jejaring sosial."Pengadilan telah memutuskan untuk menghukum penjara selama 18 tahun. Ini menjadi pelajaran buat dia," imbuh Cortesse.

Para hacker ( peretas) terus melakukan aksinya dengan menggunakan banyak cara, kali ini mereka 'menerobos' akun Facebook orang lain untuk menipu.

Inilah yang terjadi di sejumlah pengguna Facebook di Australia, mereka mengaku kalau para peretas tersebut, berhasil membobol akun miliknya. Peretas itu menggunakan akun Facebook untuk mengirimkan sebuah berita bohong, yang ujung-ujung meminta sejumlah uang.

Facebook Mulai Disisipi Penipu

Seperti yang dilaporkan,Sydney Morning Herald, bahwa ada salah seorang pengguna Facebook bernama Michaella Solar, yang ditelpon temannya mengenai keadaan dirinya pasca kecelakaan. Terang saja, itu membuatnya bingung.

Setelah diselidiki, ternyata akun miliknya digunakan oleh peretas untuk mengirim pesan ke sejumlah temannya di Facebook, peretas itu mengabarkan cerita bohong kalau dirinya mengalami kecurian di London, dia pun meminta sejumlah uang untuk pulang ke Australia.

"Dua hari sebelum saya meninggalkan untuk berlibur di luar negeri, peretas masuk ke dalam akun saya dan memulai menghubungi orang-orang di daftar persahabatan saya. Dia mengakui saya kecurian di london setelah dirampok, dan meminta teman saya uang," ketus Michaella Solar.

Saat ini Solar, meminta agar pengembang jejaring sosial tersebut untuk meningkatkan lagi keamanannya. Karena sampai saat ini, peretas tersebut masih belum diketahui rimbanya, dan kemungkinan besar akan memakan korban yang lebih banyak.  (okz) http://www.suaramedia.com


blog comments powered by Disqus