Kepala polisi Esmaeil Ahmadi Moghaddam mengatakan bahwa unit polisi anti kejahatan cyber beroperasi di ibukota Tehran.
Lalu setiap kantor polisi menyusul akan mendapatkan unit antikejahatan cyber-nya masing-masing. Demikian seperti yang diberitakan The Age, Rabu (22/06/2011).
Ahmad Moghaddam mengatakan bahwa unit antikejahatan cyber akan mengejar kelompok-kelompok antirevolusioner yang menggunakan situs jejaring sosial pada tahun 2009 yang memicu protes menentang pemilihan ulang dari presiden Mahmoud Ahmadinejad.
"Melalui situs jejaring sosial di negara kami, kelompok-kelompok antirevolusi melakukan koordinasi dengan negara lain dan memicu kerusuhan," ujar Ahmad Moghaddam.
Pernyataan tersebut merujuk pada gerakan protes anti-Ahmadinejad yang memicu kerusuhan di Tehran, menyebabkan beberapa orang tewas.
Pendukung dari kandidat pesaing menggunakan internet dan situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter untuk menyadap informasi dan mengkoordinasikan protes menentang Ahmadinejad setelah pemilihan ulangnya.
Pemerintah Iran juga beberapa kali melakukan pemblokiran internet yang membuat akses internet cukup sulit di negara tersebut. (ar/z2k) www.suaramedia.com
Berita Lainnya:
- Pengelola Domain '.com' Angkat Hacker Jadi 'Polisi Internet'
- Wah!! Pemerintah Semakin Kekang Kebebasan Berinternet
- FBI Getol Uber Para Hacker Pendukung Wikileaks
- Facebook Akan Jadi Bulan-Bulanan Para Penjahat Cyber di 2011
- Google Buka 'Kedai' Surat Kabar Digital di Dunia Maya
Berita Sebelumnya:














