China takut gambar-gambar tank di Kairo akan mengingatkan pada tragedi berdarah Tiananmen 1989.
Kata kunci pencarian ‘Mesir’ diblokir dan situs berita asing yang melaporkan kerusuhan pun telah dimatikan dan tetap tak bisa diakses.
Dalam agenda rutin, juru bicara Kementrian Luar Negeri China menolak mengomentari sensor online tersebut dan tetap ‘terjebak’ untuk menjawab bahwa internet di China masih terbuka.
Juru bicara Hong Lei hanya akan mengatakan, menanggapi pertanyaan lain, China dan Mesir merupakan negara sahabat dan Beijing berharap Mesir dapat stabil secepat mungkin.
Cakupan media massa mengenai demonstrasi melawan Presiden Mesir Hosni Mubarak yang telah memerintah selama 30 tahun itu telah dibatasi dengan sebagian besar difokuskan pada upaya Beijing membawa pulang warga China yang terdampar.
Beijing News membawa foto-foto wisatawan China di bandara Kairo dan makan siang bersama kedutaan China di Mesir. Kantor berita Xinhua memilih bermain hingga skuad elit pilot dan penjaga dikirim bersama jet dari maskapai penerbangan domestik untuk kembali ke China
Diketahui sebelumnya, China juga menyensor kata 'Mesir' pada layanan mikroblog lokal mereka, Sina Weibo.
Seperti diberitakan situs CBSNews, pencarian kata 'Mesir' pada Sina Weibo, akan memunculkan hasil pencarian bertuliskan "Sesuai dengan hukum peraturan dan kebijakan yang berlaku, hasil pencarian tidak bisa diperlihatkan."
Sina Weibao sendiri, merupakan layanan mikroblog terbesar di China. Sedikitnya, ada 50 juta pengguna yang tergabung dalam layanan tersebut.
Dengan sekitar 450 juta pengguna internet, China merupakan negara dengan populasi internet terbesar di dunia. Namun, sejak lama China telah melakukan pembatasan terhadap informasi di jaringan internet mereka. Sejumlah situs populer seperti YouTube, Twitter, Flickr dan Facebook, tidak bisa diakses di sana. (ar/inl/vs) www.suaramedia.com
- Internet Pulih, Anonymous Obrak Abrik Situs Pemerintah Mesir
- Ramnit, Virus Canggih nan Ganas Siap Invasi Indonesia
- Lepas Dari 'Isolasi', Akhirnya Internet Mesir Hidup Lagi
- Internet Explorer Kritis, 900 Juta Pengguna Dalam Bahaya
- Google, Facebook dan Twitter, Kutuk Pemblokiran Internet Mesir














