Arbor Networks, sebuah perusahaan peneliti keamanan internet, mengatakan pada The New York Times, kalau trafik ke dalam dan ke luar Bahrain pekan ini mengalami penurunan 10 sampai 20 persen di bawah normal.
Trafik internet di suatu negara normalnya turun ketika terjadi bencana alam. Demikian seperti yang diberitakan Mashable, Sabtu (19/2/2011).
Padahal sebelumnya pengamat internet Bahrain mengaku media online menjadi wadah kemarahan warga Bahrain. Setelah kejadian penembakan warga, Bahrain bangkit mengecam kekejaman pemerintah.
“Apa yang kita lihat kemarin dan hari ini merupakan bentuk lain dari rutinintas normal. Orang seperti saya yang tidak selalu mendukung aksi protes yang terjadi di Bahrain, kini mulai bangkit untuk bicara,” ujar Amira Al. Hussaini, penulis blog yang juga memantau media Global Voices Online.
"Saya mencoba untuk bersikap objektif namun tidak bisa. Ada pihak yang ditembak dengan jarak dekat," ujar Hussaini lagi.
Ia mengakui bahwa masyarakat Bahrain sebenarnya ketakutan. Kami takut turun ke jalan dan menuntut hak. Namun, warga Tunisia dan Mesir telah memberikan harapan bagi masyarakat Arab, bahkan jika Anda percaya sesuatu yang mustahil.
Turunnya grafik internet di Bahrain ini dibandingkan dengan grafik internet di sana dalam tiga pekan terakhir.
Arbor Networks mengatakan kalau turunnya trafik internet secara mendadak tersebut, tidak ada penyebab lain kecuali situsnya yang diblokir.
Situs Harvard University yang melaporkan kejadian tersebut, menunjukkan beberapa website termasuk bahrainonline.org dan bahrainrights.org sudah tidak bisa diakses.
Bulan Januari, Mesir memblokir situs seperti Twitter dan Facebook, merespon aksi protes warga mereka. Kesuksesan warga Mesir menumbangkan presiden Hosni Mubarak, juga menginspirasi para demonstran di Bahrain, Aljazair dan negara lainnya di Timur Tengah
Ketika data menunjukkan kalau pemerintah Bahrain memberlakukan kebijakan yang sama untuk internet di negaranya, sama seperti Mesir, Arbor Network menunjukkan trafik data internet di Aljazair masih normal, setidak dari tanggal 10 sampai 13 Febuari. (ar/ok/inl) www.suaramedia.com
- Awas!! 8 Dari 10 Browser Ternyata Rentan Dibobol Hacker
- Ada-Ada Saja!! Di Mesir Lahir Bayi Perempuan Bernama Facebook
- Kian Hari Kian Mewabah, China Berangus 'Revolusi Melati'
- Internet Hidup Kembali, Rakyat Libya Petakan Daerah Rawan
- Demonstrasi Kian Meningkat, Pemerintah Libya Bunuh Internet
- Terintegrasi Dengan Jejaring Sosial, Google Kian 'Bersahabat'
- Terinspirasi Mesir, Libya Bentuk 'Pasukan' Revolusi di Twitter
- Awas!! Banyak Teman di Facebook Berpotensi Timbulkan Stress
- Diilhami Revolusi Mesir, Twitter Ciptakan Alat Penterjemah Baru
- Qualcomm Krait, Prosesor 'Gila' Dengan Kecepatan 2.5 GHz














