JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Samsung sesumbar bisa mengalahkan Nokia di Indonesia, untuk bisa meraih posisi pertama pada tahun 2011 mendatang. Keyakinan ini didasari pada laporan penjualan ponsel mereka di pasar global.
Menurut Group Head Samsung Indonesia Hioe An Kim, saat ini ponsel Samsung secara berlahan sudah menguntit singgasana Nokia yang merupakan pempinanan pasar ponsel di Indonesia. Malahan mereka mengklaim sudah berada di posisi kedua untuk penjualan terbanyak di tanah air.
"Survei yang kita lakukan secara internal menunjukkan kalau merek ponsel Samsung berada di nomor dua, setelah Nokia. Kita melakukan survei ini sengaja langsung ke para penjualnya," tegas An Kim, usai peluncuran Omnia II, di Pacifik Place, Jakarta, Senin (8/2/2010).
Ditambahkan olehnya, beberapa strategi telah mereka siapkan agar bisa mencongkel Nokia. Diantaranya adalah menyiapkan dana yang sangat besar-besaran untuk memperkenalkan produk-produk Samsung kepada konsumen. An Kim pun yakin, kalau tahun 2011 adalah waktu yang tepat bagi vendor asal Korea Selatan itu menggeser Nokia.
Selain menyiapkan dana yang besar, Samsung juga menyiapkan strategi lainnya yaitu, menempatkan posisi Managing Director PT Samsung Electronics Indonesia kepada Yoo-Soo Kim. Pria asal negeri Ginseng itu sebelumnya memegang jabatan Samsung untuk Rusia.
"Kami juga sangat optimis karena kedatangan Yoo-Soo Kim di posisi startegis tersebut di Samsung Indonesia. Beliau telah sukses menjadikan Samsung menjadi vendor ponsel nomor satu di Rusia," tegasnya.
Sementara itu, selama tahun 2009 lalu penjualan ponsel di Indonesia telah mencapai 28 juta unit. Dari jumlah tersebut, market share ponsel cerdas sukses membukukan angka 10 persen. Menurut An Kim, penjualan ponsel cerdas akan semakin meningkat pada 2010 hingga 2011 mendatang. Sayangnya, dia masih enggan memberikan angka pasti untuk penjualan Samsung di Indonesia.
"Masih belum ada laporan. Namun, untuk perbandingan keuntungan Samsung secara global dari kuartal satu sampai ketiga 2009 mencapai 25,85 miliar Won," tandasnya.
Sementara itu, Nama sistem operasi Windows Mobile di pasar ponsel cerdas di Indonesia terbilang meredup. Namun, Samsung tergolong 'nekat' menjual Omnia II yang menggunakan OS Windows Mobile 6.5 di tanah air.
"Kita akui, marketshare Windows Mobile belum terlalu besar di Indonesia, namun kita yakin sistem operasi ini memiliki peluang yang cukup besar," tegas Group Head Samsung Indonesia Hioe An Kim, saat peluncuran Omnia II, di Pacific Place, di Jakarta.
Ditambahkan An Kim, sebelum merilis Omnia II, Samsung telah melakukan survei di Indonesia. Hasilnya, konsumen Indonesia saat ini terbilang jenuh dengan sistem operasi yang ada sekarang, Windows Phone pun diharapkan masuk untuk memenuhi kebutuhan multimedia secara lengkap.
"Kita juga akan memberikan edukasi kepada mitra dan konsumen mengenai Windows Mobile ini, khusus WinPhone 6.5 ini," tambahnya.
Keyakinan Samsung ini juga bukannya tanpa alasan. Pasalnya ponsel cerdas dari keluarga Omnia ini mempunyai keunggulan, selain OS-nya, Omnia II disematkan dengan layar Amoled (active Matrix OLED) 3,7 inchi.
"Dengan layar sebesar dan teknologi canggih tersebut, ponsel ini mampu menghadirkan resolusi gambar yang jauh lebih tajam. Sehingga, untuk menonton video sekalipun juga jernih," tambah An Kim.
Dengan senjata sedemikian rupa itu, Omnia II yang dipenuhi full touch screen, sudah siap mengarungi pasar Indonesia yang kini diserbu ponsel dengan qwerty dari China.
Sementara itu, Indonesia di mata Samsung merupakan ceruk besar untuk mereka meningkatkan penjualan ponsel mereka. Pertumbuhan pasar lokal yang kian hari kian berkembang, membuat produsen asal Korea Selatan ini tidak sabar memasukan produk-produk andalannya.
"Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar Samsung di Asia, khususnya Asia Tenggara. Kami sangat serius menggarap pasar ini, kami yakin ponsel Samsung bisa diterima di semua kalangan," tegas Yoo-Soo Kim, Managing Director PT Samsung Electronics Indonesia, disela-sela peluncuran Omnia II, di Pacifik Palace, di Jakarta.
Dalam pemaparan roadmap ponsel yang akan digelontorkan, terlihat Samsung ingin mencoba menawarkan ponsel dengan variasi sistem operasi yang sangat beragam. Mulai dari Windows Mobile sampai dengan OS yang kini tengah digandrungi, Android. Setelah resmi memperkenalkan Omnia yang menggunakan Windows Mobile 6.5, apa selanjutnya?
"Kami berencana merilis Galaxy I5700 yang menggunakan Android, dan ponsel yang berbasis Bada," sebut Group Head Mobile Samsung Indonesia Hioe An Kim.
"Masalah kapan peluncurannya?Kita tunggu saja tanggal mainnya," tambahnya.
Asal tahu saja, Samsung I5700 Galaxy Spica yang dikenal juga sebagai Samsung I5700 Galaxy Lite menawarkan, CPU 800MHz processor, dengan memory 128 MB RAM dan slot microSD hingga 32 GB. Konektifitasnya pun mencapai HSDPA 3.6 Mbps.
Sedangkan, ponsel yang berbasis Bada belum banyak yang mengetahui tentang spesifikasi dari ponsel yang memang baruakan dirilis pada kuartal pertama tahun 2010 nanti.Rumornya bahwa ponsel Bada akan dijejali dengan fitur layar sentuh, dan user interface yang sangat intuitif.(ok3) www.suaramedia.com














