GM Marketing and Management PT Smart Telecom, Ganeca Widyastuti ketika dihubungi Kamis (10/6) mengatakan akhir-akhir ini memang terjadi peningkatan pengguna data di luar siklus normal.
“Sebagai operator, kami biasanya melihat ada siklus. Biasanya pengguna akan mengalami peningkatan penggunaan pada hari libur ataupun malam hari. Cuma saat ini kami melihat ada perbedaan. Kami melihat adanya peningkatan pada traffic,” katanya di Jakarta.
Saat ini gambar-gambar lucu yang terinspirasi video porno 'Ariel' terus dipertukarkan di jaringan internet. Selain lewat email, foto-foto lucu itu juga muncul di wall Facebook.
Namun, menurut Ganeca lonjakan trafik akibat video porno itu belum menimbulkan masalah. Sedangkan gangguan layanan data operator biasanya tergantung pada lokasi, device dan berapa banyak orang yang mengakses. “Namun, hingga saat ini kualitas kami baik-baik saja,” tegasnya.
Ganeca menilai saat ini memang terdapat kecendrungan masyarakat makin banyak yang mengakses informasi melalui internet. Bukan hanya untuk download, tapi membuka situs untuk mendapat informasi saat ini juga banyak dilakukan menggunakan fasilitas mobile, misalnya dengan ponsel.
“Masyarakat Indonesia memang memiliki keingintahuan yang sangat tinggi. Kami melihat ada peningkatan di beberapa minggu ini,” katanya.
Sementara itu, Meskipun video Ariel bisa menyebabkan lonjakan layanan internet, operator tidak menganggap sebagai hal serius. Operator tak mencari tahu karena berkaitan dengan privasi.
“Trafik saat ini memang mengalami peningkatan di beberapa minggu terakhir. Namun, kami tidak terlalu memperhatikan apakah ini karena kasus video tersebut atau bukan,” kata Anita Avianty, Head of Corporate Communication Axis, Kamis (10/6).
Anita mengatakan Axis tidak terlalu berusaha mencari tahu apakah kenaikan trafik itu karena video ‘Ariel’ atau bukan.
“Untuk satu ini, kami rasa bukan sesuatu yang harus benar-benar diperhatikan oleh operator. Kami melihat bahwa banyak orang di masyarakat ingin tahu dan kami tidak berhak untuk melarang satu per satu dari mereka yang inginupdate berita tersebut,” katanya.
“Ini berkaitan dengan privasi. Kami tidak bisa serta merta membuka dan melihat data mengenai akses yang dipakai oleh pelanggan,” katanya.
Anita mengatakan untuk layanan data, secara reguler mencapai 10% hingga 15% dari total pengguna seluler Axis pada Desember 2009. Namun pada 2010 diperkirakan terjadi peningkatan dari jumlah itu.
Anita menambahkan SMS dan Voice masih jadi fasilitas unggulan bagi para konsumen. (ar/inl2) www.suaramedia.com
- Gandakan Kapasitas BandWith, Biznet Bangun 600 Km Fiber Optic
- Operator Memulai Langkah Perang Tarif Blackberry
- Meledaknya Layanan Internet Mulai Timbulkan Keresahan
- Sumpah Nokia Untuk Rajai Pasar Smartphone
- Cisco Telepresence, Jembatan Komunikasi Untuk Timnas Jerman













