Selama pekan ini News International selaku grup induk dari News of the World membuat permintaan maaf terbuka atas penyadapan yang telah dilakukan dalam kurun waktu 2004 sampai dengan 2006.
Namun demikian, perusahaan tersebut sudah mendapat banyak tuntutan hukum. Demikian seperti yang diberitakan Tech Eye, Selasa (12/4/2011).
Rod Dadak, yang mewakili pihak penuntut, mengatakan kalau tuntutan ganti rugi bakal sebesar 40 juta Euro.
Charlotte Harris dari firma hukum Mishcon de Reya, mengkalim kalau ada 7 ribu orang yang ponselnya disadap. Ia membuat klaim tersebut beberapa jam setelah tabloid News of the World melakukan permintaan maaf terbuka.
Harris mengatakan jika sebuah media bisa membajak ponsel seseorang, maka mereka juga akan bisa membajak semua orang yang telah meninggalkan pesan.
"Jika anda bisa mengakses ponsel seseorang, maka anda akan mendapatkan seluruh pesannya. Mungkin ada sekira 4 ribu, 6 ribu, atau 7 ribu orang yang disadap oleh mereka," jelasnya.
Pihak kepolisian setempat melibatkan 45 detektif dalam penyelidikan ini. Para pengacara diharapkan juga akan terlibat dalam tuntutan hukum ini.
Sementara itu, bekas editor News of the World, Andy Coulson, menyangkal apapun mengenai pembajakan/penyadapan ini.
Bekas Perdana Menteri Skotlandia, Gordon Brown, juga cemas kalau pesan di ponselnya ikut dibajak. Ia juga memperingatkan ke yang lain agar waspada dalam melakukan hal di ponsel. (ar/ao/gn) www.suaramedia.com
- Diam-Diam, Indosat Bergerilya Tingkatkan Trafik Layanan Data
- Sambut 4G LTE, XL Rangkul Ericsson dan Huawei
- Akhiri Pertikaian, Motorola dan Huawei Akhirnya Berdamai
- Tuai Banyak Cercaan, BlackBerry Siapkan Strategi 'Perang' Baru
- Dapatkan Izin seluler, Btel Belum Boleh Dikomersialkan














