Jumat, 25 Mei 2012

Headlines:

Tuai Banyak Cercaan, BlackBerry Siapkan Strategi 'Perang' Baru

E-mail Cetak PDF

OTTAWA (Berita SuaraMedia) - Produsen BlackBerry, Research In Motion (RIM) merasa dicerca oleh berbagai pengamat terkait keputusan bisnis mereka. Meskipun begitu, RIM optimis menambah keuntungan di 2011.

Saat bertemu dengan pihak media, seperti diberitakan New York Times, salah satu CEO RIM, Mike Lazaridis curhat soal perkembangan bisnis mereka. Ia mengaku heran mengapa banyak orang tidak menghargai jumlah keuntungan yang diperoleh RIM dan tidak menghargai pertumbuhan bisnisnya.

“Mengapa orang tidak menghargai fakta bahwa kami menghabiskan empat tahun terakhir untuk masuk ke pasar global? Mengapa banyak orang yang tidak menghargai bahwa kami memiliki 500 operator di 170 negara dengan produk yang dilengkapi sekitar 30 bahasa?,” ungkap Mike Lazaridis.

Ia mengaku tidak sepenuhnya memahami banyaknya sentimen negatif terhadap perusahaan. Ia juga sebenarnya tidak punya waktu untuk memikirkan itu. “Pada akhirnya, apa yang saya pelajari adalah kita hanya perlu membuktikan apa yang kita lakukan secara terus menerus.”

Wajar sebenarnya bila Lazaridis membela diri. Pasalnya dalam tahun fiskal terakhir, RIM mengirimkan 52,3 juta ponsel ke seluruh dunia. Jumlah ini meningkat 43% dibandingkan tahun fiskal sebelumnya. Pendapatan perusahaan juga mencapai US$924 juta.

Beberapa analis sempat mengklaim RIM sudah kehilangan momentum bila ingin memperkenalkan tablet pada 19 April mendatang. Sama seperti Palm, tablet BlackBerry ini diragukan dalam kualitas sistem operasi mereka.

Dibandingkan perangkat lain, produk RIM hanya menerima setidaknya sepuluh ribu aplikasi. Berbeda dengan Apple dan perangkat Android yang bisa menjangkau sekitar seratus ribu aplikasi. Meskipun BlackBerry diunggulkan dengan layanan email khusus mereka, RIM masih tersandung kebijakan pemerintah di beberapa negara terkait privasi.

Pertanyaannya adalah seberapa besar kemampuan perangkat RIM merebut pangsa pasar di tengah persaingan produk Android dan Apple. “Mereka seperti terperangkap di dalam air,” kata mantan eksekutif Apple, Jean-Louis Gassee soal keputusan RIM yang tetap memanfaatkan system operasi BlackBerry bagi perangkat tablet mereka.

“Mereka telah membangun sebuah perusahaan yang luar biasa. Mereka adalah orang-orang dengan latar belakang karir yang berbeda. Mereka tidak idiot tapi bersikap mirip orang idiot.”

CEO RIM lain, Jim Balsillie membantah bahwa RIM gagal melakukan persiapan untuk masuk ke pasar. Dia memang mengakui perubahan waktu peluncuran tablet BlackBerry, PlayBook, diakibatkan perubahan kebijakan internal perusahaan. Dia juga setuju salah satu kritik yaitu banyak perusahaan yang harus berjuang keras beradaptasi sejalan dengan industri seluler yang berkembang pesat.

“Tidak ada perusahaan teknologi, kecuali Apple, yang sukses melakukan transisi dalam platform mereka,” kata Balsillie. “Ini hampir tak terselesaikan dan jauh lebih berat dari yang Anda bayangkan. Transisi terjadi seolah perusahaan berjalan menuju kematian.”

Perangkat tablet RIM, PlayBook, dikabarkan hadir untuk kalangan pengusaha, bukan end-user. Memanfaatkan sistem operasi tablet BlackBerry, PlayBook memiliki layar 7 inci dengan resolusi 1024x600. Berkamera depan 3MP dan kamera belakang 5MP, PlayBook juga memiliki port USB dan HDMI.

Tidak ingin kalah dengan tablet lain, penyimpanan data PlayBook mencapai 16GB, 32 GB dan 64GB. PlayBook memiliki jaringan nirkabel, Bluetooth dan 3G. Harga yang ditawarkan sekitar US$499 (Rp4,5 juta) sampai US$699 (Rp6,3 juta).

Sayangnya, komputer tablet itu tidak ‘ramah’ dengan pengembang aplikasi. Padahal poin ini menjadi titik terpenting bagi keberhasilan suatu sistem operasi. Apalagi, beberapa pengembang mengaku kesulitan untuk menciptakan aplikasi bagi produk RIM.

“Salah satu cara bagi aplikasi untuk masuk pasar dengan cepat dan mudah adalah memanfaatkan sistem operasi iPhone,” ujar pengembang aplikasi, Jason Schwartz yang tinggal di New York. “Pengalaman penggunaan dengan Apple sangatlah mudah. Jika berbicara soal RIM, saya tidak tahu harus memulai dari mana.”

Wakil presiden bidang pengembangan produk RIM, Tyler Lessard menyadari bahwa perusahaan gagal mengembangkan perangkat bagi beberapa pengembang kecil namun ia mengklaim sudah mengubah bebeberapa kebijakan RIM. Misalnya saja, RIM memberikan perangkat khusus bagi Electronic Arts, produsen game, untuk menciptakan game khusus PlayBook.

RIM juga optimistis terhadap nilai kunci yang tidak dimiliki Apple ataupun perangkat Android yaitu akses ke pihak perusahaan dan pemerintah untuk memasarkan BlackBerry.

Memang, BlackBerry memungkinkan perusahaan melakukan kontrol terhadap fitur dan data di PlayBook karyawan serta memberikan pengamanan akses tingkat tinggi. “Kami akan menemukan sesuatu yang tidak dimiliki oleh siapapun,” tegas Balsillie. (ar/inl2) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon