Keputusan ini semakin mendekatkan langkah penjualan aset jaringan nirkabel Motorola kepada Nokia Siemens Networks (NSN) yang saat ini masih menunggu persetujuan regulasi dari China.
Tahun lalu Motorola menuding Huawei telah mencuri sejumlah informasi dagang perusahaan.
Motorola mengklaim lima mantan karyawannya yang pindah ke Lemko Corp sebagai biang keladi pencurian informasi untuk diberikan kepada Huawei.
Huawei diketahui mengajukan gugatan kepada Motorola Solutions setelah perusahaan itu menjual bagian bisnisnya kepada NSN.
Huawei mengklaim, Motorola tidak memberikan jaminan untuk tidak membocorkan informasi rahasia vendor perangkat telekomunikasi asal China itu, mengingat kedua perusahaan sempat bekerja sama untuk waktu yang cukup lama.
Kini, kedua perusahaan akhirnya memutuskan untuk membatalkan tuntutan masing-masing.
"Kami menyesalkan bahwa kedua perusahaan sempat terlibat perselisihan"
"Motorola Solutions menghargai hubungan yang telah lama terjalin dengan Huawei," papar President & CEO Motorola Solutions Greg Brown sebagaimana diberitakan Cellular News, Jumat (15/4/2011).
"Setelah mempelajari fakta-faktanya, kami memutuskan untuk menutup permasalahan ini dan kembali kepada hubungan awal kami yang dilandasi kepercayaan. Saya senang kami bisa kembali fokus untuk menjalin hubungan yang kooperatif dan produktif," tutupnya. (ar/okezone)
- Dunia Perbankan Indonesia Masih Belum Siap Dengan Teknologi NFC?
- Tahun Ini, Pasar GSM di Indonesia Tumbuh Hingga 12%
- Telepon Putus, BTel Ganti Rugi Pulsa Pelanggan
- Diam-Diam, Indosat Bergerilya Tingkatkan Trafik Layanan Data
- Sambut 4G LTE, XL Rangkul Ericsson dan Huawei














